Pusing Jawab Pertanyaan Horor Lebaran Ini Tipsnya

<p>Pernahkah Anda mendengar kisah, momen silaturahmi Lebaran yang mestinya penuh keakraban dan keceriaan, berubah jadi menyebalkan? Hanya gara-gara&nbsp;berhadapan dengan pertanyaan &quot;horor&quot; dari keluarga dan kerabat?</p>

<p>Waktu masih kuliah, ditanya kapan lulus? Waktu sudah lulus, ditanya kerja dimana dan apa aja yang dikerjakan?</p>

<p>Waktu sudah kerja ditanya kapan nikah? Waktu sudah nikah, ditanya kapan punya anak?</p>

<p>Waktu udah punya anak satu, ditanya kapan nambah anak lagi? Waktu punya anak satu laki/perempuan, ditanya kapan nambah lagi biar sepasang? Dan begitu seterusnya.</p>

<p>Psikolog Irma A Gustiana mengatakan, bagi sebagian orang, pertanyaan-pertanyaan itu mungkin biasa-biasa saja. Tapi, bisa menyakiti ego, kalau seseorang&nbsp;tidak siap mental menjawabnya. Atau tengah berjuang menghadapi situasi tersebut.</p>

<p>Karena itu, Irma mengingatkan pentingnya mempersiapkan mental, agar kita&nbsp;bisa menyikapi pertanyaan seperti itu, tanpa emosional. Apalagi, hal itu potensial terulang kembali.</p>

<p>Terkait hal tersebut, Psikolog Irma A Gustiana berbagi tips menghadapi daftar pertanyaan sensitif itu. Berikut rinciannya:</p>

<p>1. Tetap tenang, jangan terprovokasi.</p>

<p>2. Jangan bersikap defensif.</p>

<p>&quot;Sikap defensif menunjukkan kesan yang negatif,&quot; ujar Irma via Instagram.</p>

<p>3. Jawab dengan sopan, singkat, dan jelas.</p>

<p>4. Jangan diambil hati dan dihayati.</p>

<p>&quot;Mungkin saja, mereka bertanya karena ingin mengenal kamu lebih dekat,&quot; tutur Irma, yang juga pendiri Klinik Ruang Tumbuh.</p>

<p>5. Ubah topik pembicaraan.</p>

<p>6. Anda boleh asertif menyatakan ketidaknyamanan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. ■</p>

<p>&nbsp;</p> <p>Pernahkah Anda mendengar kisah, momen silaturahmi Lebaran yang mestinya penuh keakraban dan keceriaan, berubah jadi menyebalkan? Hanya gara-gara&nbsp;berhadapan dengan pertanyaan &quot;horor&quot; dari keluarga dan kerabat?</p>

<p>Waktu masih kuliah, ditanya kapan lulus? Waktu sudah lulus, ditanya kerja dimana dan apa aja yang dikerjakan?</p>

<p>Waktu sudah kerja ditanya kapan nikah? Waktu sudah nikah, ditanya kapan punya anak?</p>

<p>Waktu udah punya anak satu, ditanya kapan nambah anak lagi? Waktu punya anak satu laki/perempuan, ditanya kapan nambah lagi biar sepasang? Dan begitu seterusnya.</p>

<p>Psikolog Irma A Gustiana mengatakan, bagi sebagian orang, pertanyaan-pertanyaan itu mungkin biasa-biasa saja. Tapi, bisa menyakiti ego, kalau seseorang&nbsp;tidak siap mental menjawabnya. Atau tengah berjuang menghadapi situasi tersebut.</p>

<p>Karena itu, Irma mengingatkan pentingnya mempersiapkan mental, agar kita&nbsp;bisa menyikapi pertanyaan seperti itu, tanpa emosional. Apalagi, hal itu potensial terulang kembali.</p>

<p>Terkait hal tersebut, Psikolog Irma A Gustiana berbagi tips menghadapi daftar pertanyaan sensitif itu. Berikut rinciannya:</p>

<p>1. Tetap tenang, jangan terprovokasi.</p>

<p>2. Jangan bersikap defensif.</p>

<p>&quot;Sikap defensif menunjukkan kesan yang negatif,&quot; ujar Irma via Instagram.</p>

<p>3. Jawab dengan sopan, singkat, dan jelas.</p>

<p>4. Jangan diambil hati dan dihayati.</p>

<p>&quot;Mungkin saja, mereka bertanya karena ingin mengenal kamu lebih dekat,&quot; tutur Irma, yang juga pendiri Klinik Ruang Tumbuh.</p>

<p>5. Ubah topik pembicaraan.</p>

<p>6. Anda boleh asertif menyatakan ketidaknyamanan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. ■</p>

<p>&nbsp;</p>.

Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories