Pupuk Indonesia Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap II .

PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap II Tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp 2,75 triliun pada Jumat (12/3). Diketahui, Obligasi Berkelanjutan Pupuk Indonesia Tahap II terdiri dari tiga seri. Untuk obligasi Seri A (PIHC02ACN2) dengan nilai nominal Rp 350 miliar dan jangka waktu 3 tahun.

Sementara, Seri B (PIHC02BCN2) dengan nilai nominal Rp 1,6 triliun dan jangka waktu 5 tahun, dan Seri C (PIHC02CCN2) dengan nilai nominal Rp 800 miliar dan jangka waktu 7 tahun. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap II adalah AAA (idn) (Triple A) dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk. “Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2021 adalah 14 Emisi dari 12 Emiten senilai Rp 14,60 triliun,” jelas Senior Vice President (SVP) Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana dalam keterbukaan infomasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 475 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 428,89 triliun dan 47,5 juta dolar AS (Rp 684,1 miliar), yang diterbitkan oleh 130 Emiten. Sementara, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 140 seri, dengan nilai nominal Rp 4.086,89 triliun dan 400 juta dolar AS (Rp 5,76 triliun). EBA (Efek Beragun Aset) sebanyak 11 emisi senilai Rp 7,25 triliun.

Wijaya mengatakan, dua anak usaha perseroan, yakni PT Petrokimia Gresik akan menyerap Rp 2,51 triliun dari dana hasil penawaran obligasi untuk melunasi kredit investasi. Sedangkan PT Pupuk Indonesia Logistik akan menggunakan Rp 240 miliar untuk melunasi kredit modal kerja. [DWI]

]]> .
PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap II Tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp 2,75 triliun pada Jumat (12/3). Diketahui, Obligasi Berkelanjutan Pupuk Indonesia Tahap II terdiri dari tiga seri. Untuk obligasi Seri A (PIHC02ACN2) dengan nilai nominal Rp 350 miliar dan jangka waktu 3 tahun.

Sementara, Seri B (PIHC02BCN2) dengan nilai nominal Rp 1,6 triliun dan jangka waktu 5 tahun, dan Seri C (PIHC02CCN2) dengan nilai nominal Rp 800 miliar dan jangka waktu 7 tahun. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap II adalah AAA (idn) (Triple A) dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk. “Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2021 adalah 14 Emisi dari 12 Emiten senilai Rp 14,60 triliun,” jelas Senior Vice President (SVP) Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana dalam keterbukaan infomasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 475 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 428,89 triliun dan 47,5 juta dolar AS (Rp 684,1 miliar), yang diterbitkan oleh 130 Emiten. Sementara, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 140 seri, dengan nilai nominal Rp 4.086,89 triliun dan 400 juta dolar AS (Rp 5,76 triliun). EBA (Efek Beragun Aset) sebanyak 11 emisi senilai Rp 7,25 triliun.

Wijaya mengatakan, dua anak usaha perseroan, yakni PT Petrokimia Gresik akan menyerap Rp 2,51 triliun dari dana hasil penawaran obligasi untuk melunasi kredit investasi. Sedangkan PT Pupuk Indonesia Logistik akan menggunakan Rp 240 miliar untuk melunasi kredit modal kerja. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories