Puluhan Santri Positif Covid-19, Satgas Awasi Pesantren Bina Madani .

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memantau kondisi Pondok Pesantren Bina Madani, di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (6/6). Dedie datang untuk memastikan seluruh penanganan di pesantren itu berjalan baik setelah puluhan santri di pesantren itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari kasus itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor kemudian melakukan tracing terhadap 428 orang. Rinciannya, 164 orang santri putri, 174 santri putra, 42 orang pengurus ponpes putra, 37 orang pengurus putri, dan 11 tukang bangunan yang sedang bekerja di ponpes itu. Mereka menjalani tes Swab PCR massal.

“Baik santri dan pengurus yang sudah kita tangani. Ada 24 orang yang sudah dibawa ke BPKP Ciawi. Sisanya, ada delapan orang sudah ditarik orang tuanya masing-masing,” kata Dedie, dalam keterangan Humas Pemkot Bogor, Senin (7/6).

Untuk delapan orang yang sudah dibawa isolasi mandiri itu, sambung Dedie, juga akan ikut diawasi. Pemkot Bogor, melalui Satgas Covid-19, akan melakukan koordinasi dengan daerah-daerah asal kedelapan orang tersebut. “Nanti kita koordinasikan melalui dinas masing-masing daerah untuk juga dilakukan penanganan-penanganan,” terangnya.

Saat di lokasi Ponpes, Dedie juga memastikan standar penanganan yang dilakukan. Mulai dari penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat, hingga memastikan hasil konfirmasi dari Swab PCR yang dilakukan agar adanya penanganan medis lebih tepat.

Dedie menegaskan, mobilisasi atau keluar masuk para santri ataupun pengurus ponpes sangat dibatasi untuk saat ini. Hal itu dilakukan agar potensi penyebaran virus Corona tak menyebar ke mana-mana.

“Inilah yang kita khawatirkan selama ini, pasca libur Idul Fitri ternyata ada potensi penyebaran baru dari mereka-mereka yang berinteraksi di luar Kota Bogor. Karena memang faktor penyebaran itu banyak. Karena kerumunan, tidak disiplin, atau juga memang mereka kembali dari daerah zona merah,” katanya.

Tak lama berselang, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro beserta jajaran mendatangi ponpes tersebut. Serupa dengan Dedie, Kapolresta datang untuk memastikan protokol kesehatan tetap dipatuhi para santri dan pengurus ponpes. Mulai dari menghindari kerumunan, selalu menggunakan masker, hingga selalu menjaga kebersihan di dalam ponpes. Jajaran Polresta Bogor Kota juga akan menyiagakan anggotanya untuk terus memantau kawasan ponpes dan sekitarnya agar selalu aman dari penularan yang lebih luas lagi. [USU]
]]> .
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memantau kondisi Pondok Pesantren Bina Madani, di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (6/6). Dedie datang untuk memastikan seluruh penanganan di pesantren itu berjalan baik setelah puluhan santri di pesantren itu terkonfirmasi positif Covid-19.
Dari kasus itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor kemudian melakukan tracing terhadap 428 orang. Rinciannya, 164 orang santri putri, 174 santri putra, 42 orang pengurus ponpes putra, 37 orang pengurus putri, dan 11 tukang bangunan yang sedang bekerja di ponpes itu. Mereka menjalani tes Swab PCR massal.
“Baik santri dan pengurus yang sudah kita tangani. Ada 24 orang yang sudah dibawa ke BPKP Ciawi. Sisanya, ada delapan orang sudah ditarik orang tuanya masing-masing,” kata Dedie, dalam keterangan Humas Pemkot Bogor, Senin (7/6).
Untuk delapan orang yang sudah dibawa isolasi mandiri itu, sambung Dedie, juga akan ikut diawasi. Pemkot Bogor, melalui Satgas Covid-19, akan melakukan koordinasi dengan daerah-daerah asal kedelapan orang tersebut. “Nanti kita koordinasikan melalui dinas masing-masing daerah untuk juga dilakukan penanganan-penanganan,” terangnya.
Saat di lokasi Ponpes, Dedie juga memastikan standar penanganan yang dilakukan. Mulai dari penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat, hingga memastikan hasil konfirmasi dari Swab PCR yang dilakukan agar adanya penanganan medis lebih tepat.
Dedie menegaskan, mobilisasi atau keluar masuk para santri ataupun pengurus ponpes sangat dibatasi untuk saat ini. Hal itu dilakukan agar potensi penyebaran virus Corona tak menyebar ke mana-mana.
“Inilah yang kita khawatirkan selama ini, pasca libur Idul Fitri ternyata ada potensi penyebaran baru dari mereka-mereka yang berinteraksi di luar Kota Bogor. Karena memang faktor penyebaran itu banyak. Karena kerumunan, tidak disiplin, atau juga memang mereka kembali dari daerah zona merah,” katanya.
Tak lama berselang, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro beserta jajaran mendatangi ponpes tersebut. Serupa dengan Dedie, Kapolresta datang untuk memastikan protokol kesehatan tetap dipatuhi para santri dan pengurus ponpes. Mulai dari menghindari kerumunan, selalu menggunakan masker, hingga selalu menjaga kebersihan di dalam ponpes. Jajaran Polresta Bogor Kota juga akan menyiagakan anggotanya untuk terus memantau kawasan ponpes dan sekitarnya agar selalu aman dari penularan yang lebih luas lagi. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories