Pulihkan Ekonomi, Penyaluran Dana PEN Dikebut

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pada tahun ini, anggatan PEN mencapai Rp 699,4 triliun atau naik 21 persen dari realisasi PEN 2020. “Data terkini menunjukan realisasi Program PEN sampai 1 April 2021 mencapai Rp 123,26 triliun,” ujarnya dalam acara webinar bertajuk “2021: Indonesia Bangkit” yang diselenggarakan oleh Okezone, Rabu (7/4).

Agenda besar lainnya adalah reformasi struktural melalui UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. UU Cipta Kerja akan menjadi jembatan antara program mitigasi Covid-19 dan reformasi struktural jangka panjang. 

Pemerintah juga membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI), serta mengeluarkan kebijakan penurunan tarif PPh Badan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

“Untuk menstimulasi permintaan masyarakat kelas menengah, pemerintah juga telah memberikan insentif bagi sektor yang memiliki multiplier effect besar bagi perekonomian yaitu otomotif dan properti,” ujar Airlangga.  

Pemerintah juga mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) di masa pandemi Covid-19, di antaranya tambahan subsidi bunga KUR, penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan, serta relaksasi KUR berupa perpanjangan waktu dan penambahan limit plafon KUR. 

Akses pembiayaan juga diperluas dengan peluncuran KUR Super Mikro. “Per 5 April 2021 telah terealisasi kepada 306.239 debitur dengan jumlah pembiayaan mencapai Rp 2,52 triliun,” ujarnya.

Program penting lainnya adalah Kartu Prakerja yang sudah mencapai gelombang ke-16. Secara kumulatif, sebanyak 60 juta peserta telah mendaftar dari 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dan Kota. Pada tahun 2021 sebesar Rp 786 miliar insentif telah disalurkan.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan ekonomi melalui sinergi dan koordinasi yang baik,” tukasnya. [DIT]

 

]]> Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pada tahun ini, anggatan PEN mencapai Rp 699,4 triliun atau naik 21 persen dari realisasi PEN 2020. “Data terkini menunjukan realisasi Program PEN sampai 1 April 2021 mencapai Rp 123,26 triliun,” ujarnya dalam acara webinar bertajuk “2021: Indonesia Bangkit” yang diselenggarakan oleh Okezone, Rabu (7/4).

Agenda besar lainnya adalah reformasi struktural melalui UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. UU Cipta Kerja akan menjadi jembatan antara program mitigasi Covid-19 dan reformasi struktural jangka panjang. 

Pemerintah juga membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI), serta mengeluarkan kebijakan penurunan tarif PPh Badan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

“Untuk menstimulasi permintaan masyarakat kelas menengah, pemerintah juga telah memberikan insentif bagi sektor yang memiliki multiplier effect besar bagi perekonomian yaitu otomotif dan properti,” ujar Airlangga.  

Pemerintah juga mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) di masa pandemi Covid-19, di antaranya tambahan subsidi bunga KUR, penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan, serta relaksasi KUR berupa perpanjangan waktu dan penambahan limit plafon KUR. 

Akses pembiayaan juga diperluas dengan peluncuran KUR Super Mikro. “Per 5 April 2021 telah terealisasi kepada 306.239 debitur dengan jumlah pembiayaan mencapai Rp 2,52 triliun,” ujarnya.

Program penting lainnya adalah Kartu Prakerja yang sudah mencapai gelombang ke-16. Secara kumulatif, sebanyak 60 juta peserta telah mendaftar dari 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dan Kota. Pada tahun 2021 sebesar Rp 786 miliar insentif telah disalurkan.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan ekonomi melalui sinergi dan koordinasi yang baik,” tukasnya. [DIT]

 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories