PT PII Berikan Penjaminan Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Karian-Serpong

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PT PII), salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan proyek infrastruktur.

Dalam situasi terkini, ketersediaan infrastruktur, khususnya yang terkait kesehatan, air minum dan sanitasi, diharapkan memberikan kontribusi dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Selain juga sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

PT PII menandatangani perjanjian terkait penjaminan Pemerintah untuk Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicitied di sektor Air Minum yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong di Auditorium Kementerian PUPR, Kamis (29/4) lalu.

Penandatanganan ini dilaksanakan PT PII sebagai Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur (BUPI) dengan Pelaksana PT Karian Water Services yang dibentuk oleh Pemenang lelang, yaitu konsorsium K-Water dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) dalam Perjanjian Penjaminan terkait Proyek.

Kemudian pada Jumat (30/4), ditandatangani perjanjian Regres antara PT PII dengan Kementerian PUPR sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).

Proyek SPAM Regional Karian-Serpong adalah proyek pembangunan dan pengoperasian SPAM berkapasitas 4.600 liter perdetik yang dilaksanakan dengan skema KPBU untuk jangka waktu kerjasama sampai dengan 30 tahun setelah Tanggal Operasi Komersial (“COD”) yang akan memasok kebutuhan di wilayah DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Proyek ini merupakan proyek KPBU SPAM Regional antar provinsi yang diestimasikan mampu melayani ± 539.000 Sambungan Rumah (SR) di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Manfaat ekonomi tambahan yang diharapkan dapat dihasilkan Proyek terbagi dalam dua komponen yaitu manfaat langsung dari proyek yaitu meningkatkan cakupan air bersih di kota Jakarta sampai dengan 3.600 lpd, Kota Tangerang sebesar 750 lpd, dan Kota Tangerang Selatan sebesar 650 lpd, mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah dan mencegah terjadinya penurunan permukaan tanah, serta membuka lapangan kerja.

Manfaat tidak langsung yaitu manfaat kesehatan adalah dampak dari peningkatan kualitas air yang diterima oleh pelanggan seperti adanya pengurangan morbiditas atau mortalitas terhadap penyakit yang disebabkan buruknya kualitas air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya menyampaikan, proyek ini merupakan wujud komitmen KemenPUPR mendorong skema inovasi pembiayaan KPBU di sektor SPAM dengan dukungan berbagai pihak utamanya Kementerian Keuangan serta Penjaminan Pemerintah pada proyek ini melalui PT PII.

“Terima kasih kepada seluruh instansi yang terlibat pada proyek ini karena melalui kerja sama yang kuat ini kita dapat mencapai tujuan kita bersama yaitu menyediakan air bersih untuk masyarakat melalui infrastruktur SPAM. Kementerian PUPR melibatkan berbagai pihak yaitu PT PII dalam menyiapkan mekanisme antisipatif dalam upaya pengendalian risiko pelaksanaan proyek KPBU, dan Pemerintah Daerah Off-Taker SPAM Regional Karian-Serpong yaitu Pemprov DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan dalam memastikan penyaluran air bersih secara optimal ke masyarakat pengguna,” papar Basuki.

Menteri Keuangan, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman dalam sambutannya menyatakan, proyek SPAM menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan akses air bersih dan air minum bagi masyarakat. Perlu didukung PDAM dalam memastikan distribusi penyaluran air minum ke masyarakat sehingga pembangunan SPAM Karian-Serpong dapat berjalan tepat waktu dan juga tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta gender equality.

“Fasilitas yang diberikan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yaitu KPBU dan Penjaminan melalui PT PII sebagai SMV Kemenkeu ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur lainnya sehingga pembangunan infrastruktur tetap berlanjut walaupun di tengah pandemi Covid-19 ini,” terang Luky.

Sementara itu, Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo menyatakan, dengan menyediakan penjaminan Pemerintah pada proyek ini, PT PII bersama Kementerian Keuangan, melanjutkan komitmennya terus mendukung pengembangan infrastruktur sektor Air Minum berkelanjutan menyediakan akses air bersih yang berkualitas untuk masyarakat.

Proyek SPAM Karian-Serpong adalah Proyek ke-34 yang mendapatkan skema penjaminan dari PT PII dan Proyek SPAM yang ke 6 setelah SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung,SPAM Semarang Barat, SPAM Pekanbaru dan SPAM Jatiluhur I.

“Harapannya melalui penjaminan Pemerintah oleh PT PII terus memperkuat keyakinan bagi para investor dan lembaga keuangan untuk berpartisipasi dalam investasi dan pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur nasional khususnya di sektor SPAM. Dalam proyek ini, PT PII memberikan fasilitas penjaminan pemerintah atas risiko gagal bayar PJPK dan risiko terminasi,” tutup Sutopo. [MRA]

]]> PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PT PII), salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan proyek infrastruktur.

Dalam situasi terkini, ketersediaan infrastruktur, khususnya yang terkait kesehatan, air minum dan sanitasi, diharapkan memberikan kontribusi dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Selain juga sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

PT PII menandatangani perjanjian terkait penjaminan Pemerintah untuk Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicitied di sektor Air Minum yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong di Auditorium Kementerian PUPR, Kamis (29/4) lalu.

Penandatanganan ini dilaksanakan PT PII sebagai Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur (BUPI) dengan Pelaksana PT Karian Water Services yang dibentuk oleh Pemenang lelang, yaitu konsorsium K-Water dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) dalam Perjanjian Penjaminan terkait Proyek.

Kemudian pada Jumat (30/4), ditandatangani perjanjian Regres antara PT PII dengan Kementerian PUPR sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).

Proyek SPAM Regional Karian-Serpong adalah proyek pembangunan dan pengoperasian SPAM berkapasitas 4.600 liter perdetik yang dilaksanakan dengan skema KPBU untuk jangka waktu kerjasama sampai dengan 30 tahun setelah Tanggal Operasi Komersial (“COD”) yang akan memasok kebutuhan di wilayah DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Proyek ini merupakan proyek KPBU SPAM Regional antar provinsi yang diestimasikan mampu melayani ± 539.000 Sambungan Rumah (SR) di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Manfaat ekonomi tambahan yang diharapkan dapat dihasilkan Proyek terbagi dalam dua komponen yaitu manfaat langsung dari proyek yaitu meningkatkan cakupan air bersih di kota Jakarta sampai dengan 3.600 lpd, Kota Tangerang sebesar 750 lpd, dan Kota Tangerang Selatan sebesar 650 lpd, mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah dan mencegah terjadinya penurunan permukaan tanah, serta membuka lapangan kerja.

Manfaat tidak langsung yaitu manfaat kesehatan adalah dampak dari peningkatan kualitas air yang diterima oleh pelanggan seperti adanya pengurangan morbiditas atau mortalitas terhadap penyakit yang disebabkan buruknya kualitas air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya menyampaikan, proyek ini merupakan wujud komitmen KemenPUPR mendorong skema inovasi pembiayaan KPBU di sektor SPAM dengan dukungan berbagai pihak utamanya Kementerian Keuangan serta Penjaminan Pemerintah pada proyek ini melalui PT PII.

“Terima kasih kepada seluruh instansi yang terlibat pada proyek ini karena melalui kerja sama yang kuat ini kita dapat mencapai tujuan kita bersama yaitu menyediakan air bersih untuk masyarakat melalui infrastruktur SPAM. Kementerian PUPR melibatkan berbagai pihak yaitu PT PII dalam menyiapkan mekanisme antisipatif dalam upaya pengendalian risiko pelaksanaan proyek KPBU, dan Pemerintah Daerah Off-Taker SPAM Regional Karian-Serpong yaitu Pemprov DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan dalam memastikan penyaluran air bersih secara optimal ke masyarakat pengguna,” papar Basuki.

Menteri Keuangan, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman dalam sambutannya menyatakan, proyek SPAM menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan akses air bersih dan air minum bagi masyarakat. Perlu didukung PDAM dalam memastikan distribusi penyaluran air minum ke masyarakat sehingga pembangunan SPAM Karian-Serpong dapat berjalan tepat waktu dan juga tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta gender equality.

“Fasilitas yang diberikan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yaitu KPBU dan Penjaminan melalui PT PII sebagai SMV Kemenkeu ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur lainnya sehingga pembangunan infrastruktur tetap berlanjut walaupun di tengah pandemi Covid-19 ini,” terang Luky.

Sementara itu, Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo menyatakan, dengan menyediakan penjaminan Pemerintah pada proyek ini, PT PII bersama Kementerian Keuangan, melanjutkan komitmennya terus mendukung pengembangan infrastruktur sektor Air Minum berkelanjutan menyediakan akses air bersih yang berkualitas untuk masyarakat.

Proyek SPAM Karian-Serpong adalah Proyek ke-34 yang mendapatkan skema penjaminan dari PT PII dan Proyek SPAM yang ke 6 setelah SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung,SPAM Semarang Barat, SPAM Pekanbaru dan SPAM Jatiluhur I.

“Harapannya melalui penjaminan Pemerintah oleh PT PII terus memperkuat keyakinan bagi para investor dan lembaga keuangan untuk berpartisipasi dalam investasi dan pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur nasional khususnya di sektor SPAM. Dalam proyek ini, PT PII memberikan fasilitas penjaminan pemerintah atas risiko gagal bayar PJPK dan risiko terminasi,” tutup Sutopo. [MRA]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories