Proyek Infrastruktur gas Jambaran Tiung Biru Ditargetkan Kelar November

Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi pembangunan infrastruktur gas Jambaran Tiung Biru kelar November 2021. Saat ini pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah 89 persen.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah telah meminta manajemen untuk mempercepat penyelesaian proyek agar utilisasi ini dapat menghasilkan gas di akhir tahun. Proyek ini seharusnya onstream pada triwulan III-2021, namun mengalami keterlambatan akibat pandemi Covid-19. 

“Kami ingin gas dari Jambaran Tiung Biru bisa segera berproduksi akhir tahun,” katanya seperti dikutip Antara, Jumat (22/4).

Pertamina mengatakan, proyek utilisasi gas Jambaran Tiung Biru sempat mengalami hambatan karena terganggunya proses fabrikasi alat dan pengiriman dari luar negeri. Hal itu karena peningkatan gelombang pandemi di beberapa negara, sehingga turut mempengaruhi jadwal di dalam negeri.

Perseroan membuat beberapa solusi di antaranya menambah jumlah tenaga kerja untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang komponennya telah tersedia di dalam negeri. Dalam masa pembangunan ini, jumlah tenaga kerja tercatat sebanyak 7.842 orang.

Direktur Utama Pertamina EP Cepu? Awang Lazuardi mengatakan, berupaya maksimal untuk mencapai kemajuan dan memastikan proyek masih sesuai target. “Secara keseluruhan kita masih memiliki selisih kemajuan yang cukup meskipun ada beberapa part yang belum tiba, namun kami optimis target onstream akan tercapai sesuai jadwal,” kata Awang.

Seperti diketahui, proyek Jambaran Tiung Biru merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional sektor energi yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2020. Produksi hasil gas Jambaran Tiung Biru diproyeksikan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gas untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah guna tercapainya kedaulatan energi nasional.

Lapangan unitisasi akan menghasilkan gas sebesar 192 MMSCFD yang dihasilkan dari enam sumur produksi serta memiliki cadangan sebanyak 2,5 triliun TFC. Dalam uji coba sumur produksi yang dilakukan oleh tim drilling beberapa waktu lalu, masing-masing sumur mampu menghasilkan gas di atas target yang telah ditetapkan. 

Realisasi biaya proyek fasilitas pemprosesan gas Jambaran Tiung Biru mencapai 974,44 juta dolar AS dari Authorization for Expenditure (AFE) senilai 1,32 miliar dolar AS. [DIT]

]]> Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi pembangunan infrastruktur gas Jambaran Tiung Biru kelar November 2021. Saat ini pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah 89 persen.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah telah meminta manajemen untuk mempercepat penyelesaian proyek agar utilisasi ini dapat menghasilkan gas di akhir tahun. Proyek ini seharusnya onstream pada triwulan III-2021, namun mengalami keterlambatan akibat pandemi Covid-19. 

“Kami ingin gas dari Jambaran Tiung Biru bisa segera berproduksi akhir tahun,” katanya seperti dikutip Antara, Jumat (22/4).

Pertamina mengatakan, proyek utilisasi gas Jambaran Tiung Biru sempat mengalami hambatan karena terganggunya proses fabrikasi alat dan pengiriman dari luar negeri. Hal itu karena peningkatan gelombang pandemi di beberapa negara, sehingga turut mempengaruhi jadwal di dalam negeri.

Perseroan membuat beberapa solusi di antaranya menambah jumlah tenaga kerja untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang komponennya telah tersedia di dalam negeri. Dalam masa pembangunan ini, jumlah tenaga kerja tercatat sebanyak 7.842 orang.

Direktur Utama Pertamina EP Cepu? Awang Lazuardi mengatakan, berupaya maksimal untuk mencapai kemajuan dan memastikan proyek masih sesuai target. “Secara keseluruhan kita masih memiliki selisih kemajuan yang cukup meskipun ada beberapa part yang belum tiba, namun kami optimis target onstream akan tercapai sesuai jadwal,” kata Awang.

Seperti diketahui, proyek Jambaran Tiung Biru merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional sektor energi yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2020. Produksi hasil gas Jambaran Tiung Biru diproyeksikan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gas untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah guna tercapainya kedaulatan energi nasional.

Lapangan unitisasi akan menghasilkan gas sebesar 192 MMSCFD yang dihasilkan dari enam sumur produksi serta memiliki cadangan sebanyak 2,5 triliun TFC. Dalam uji coba sumur produksi yang dilakukan oleh tim drilling beberapa waktu lalu, masing-masing sumur mampu menghasilkan gas di atas target yang telah ditetapkan. 

Realisasi biaya proyek fasilitas pemprosesan gas Jambaran Tiung Biru mencapai 974,44 juta dolar AS dari Authorization for Expenditure (AFE) senilai 1,32 miliar dolar AS. [DIT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories