Program Inkubasi Kemenkop UKM Siap Cetak 1.290 Wirausaha Dan 50 Startup Unggulan

Kementerian Koperasi dan UKM kian gencar melakukan inkubasi serta pengenalan kewirausahaan sejak dini. Tahun 2021 ini, kegiatan inkubasi dilakukan bersinergi dengan 7 lembaga inkubator, 25 inkubator pada perguruan tinggi dan tiga badan usaha.

“Dari sinergi tersebut, telah dilaksanakan fasilitasi inkubasi dan pendampingan pada 1.290 wirausaha dan minimal menghasilkan 50 startup unggulan,” sebut Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah dalam konferensi pers terkait Wirausaha Muda Produktif, di Jakarta, Jumat (3/12).

Kemenkop UKM juga berkolaborasi dan bersinergi dengan dunia pendidikan seperti perguruan tinggi. Utamanya, untuk menjaring dan menumbuhkan minat dan bakat entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan anak muda.

Menurut Azizah, itu juga sejalan dengan semangat dalam mengimplementasikan produk akademik, seperti hasil riset terkait product development sebagai bagian dari hasil pembelajaran mahasiswa di dunia akademik ke dalam ekosistem usaha dan bisnis yang sustainable.

Lebih dari itu, Kemenkop UKM juga bersinergi dengan inkubator (existing) dalam lingkup perguruan tinggi. Diharapkan dapat mendorong pengembangan lembaga inkubator secara merata di setiap perguruan tinggi.

 

“Sehingga, tujuan dalam penciptaan wirausaha muda, produktif, inovatif dan mampu menyerap tenaga kerja, dapat tercapai,” imbuh Azizah.

Sementara untuk memperkuat inisiatif yang telah dilakukan dan akan dilakukan, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyusun Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.

“Perpres ini dirancang dengan semangat perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi, iklim usaha yang baik, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan daya saing,” ucap Azizah. [DWI]

]]> Kementerian Koperasi dan UKM kian gencar melakukan inkubasi serta pengenalan kewirausahaan sejak dini. Tahun 2021 ini, kegiatan inkubasi dilakukan bersinergi dengan 7 lembaga inkubator, 25 inkubator pada perguruan tinggi dan tiga badan usaha.

“Dari sinergi tersebut, telah dilaksanakan fasilitasi inkubasi dan pendampingan pada 1.290 wirausaha dan minimal menghasilkan 50 startup unggulan,” sebut Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah dalam konferensi pers terkait Wirausaha Muda Produktif, di Jakarta, Jumat (3/12).

Kemenkop UKM juga berkolaborasi dan bersinergi dengan dunia pendidikan seperti perguruan tinggi. Utamanya, untuk menjaring dan menumbuhkan minat dan bakat entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan anak muda.

Menurut Azizah, itu juga sejalan dengan semangat dalam mengimplementasikan produk akademik, seperti hasil riset terkait product development sebagai bagian dari hasil pembelajaran mahasiswa di dunia akademik ke dalam ekosistem usaha dan bisnis yang sustainable.

Lebih dari itu, Kemenkop UKM juga bersinergi dengan inkubator (existing) dalam lingkup perguruan tinggi. Diharapkan dapat mendorong pengembangan lembaga inkubator secara merata di setiap perguruan tinggi.

 

“Sehingga, tujuan dalam penciptaan wirausaha muda, produktif, inovatif dan mampu menyerap tenaga kerja, dapat tercapai,” imbuh Azizah.

Sementara untuk memperkuat inisiatif yang telah dilakukan dan akan dilakukan, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyusun Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.

“Perpres ini dirancang dengan semangat perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi, iklim usaha yang baik, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan daya saing,” ucap Azizah. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy