Produksi Jagung Nasional Lumayan, Kebutuhan Pakan Ternak Aman

Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) Riyanto mengatakan bahwa saat ini produksi jagung domestik terus mengalami perkembangan yang cukup baik sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak secara mandiri.

Menurut Riyanto, potensi jagung domestik bahkan bisa menekan jumlah impor yang selama ini kerapkali digunakan untuk kebutuhan tertentu seperti industri restoran atau bahan kebutuhan khusus lainnya.

“Tentu semua yang berkait dengan budidaya jagung harus kita dukung bersama karena ini menyangkut pada kebutuuan pakan unggas yang akan kita konsumsi Sehari-hari. Saya melihat produksi jagung lokal kita sudah semakin bagus,” ujar Riyanto, Minggu (1/5).

Riyanto mengatakan, serapan jagung domestik yang saat ini berjalan dengan baik juga mampu mendorong peningkatan pendapatan bagi masyarakat desa serta mampu menghadirkan multiplier effect, khsusnya pada pertumbuhan industri pakan.

“Kalau bisa, industri yang lain juga mulai menggunakan jagung lokal lah. Jadi semua serba lokal. Apalagi di Kementan kalau saya lihat sudah mempersiapkan sarana dan prasarananya, juga budidayanya. Jadi sbenarnya jagung kita sudah cukup untuk memenuhi pakan unggas,” katanya.

Terpisah, Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Firdaus mengatakan bahwa produksi jagung nasional baik yang diperuntukkan untuk pakan unggas maupun yang lainnya sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Hanya saja, kata dia, jagung lokal cendrung kurang memenuhi syarat kadar air 14 persen sehingga para peternak memilih jagung lain.

“Sebenarnya kalau untuk peternak bisa menggunakan pakan lokal alternatif seperti diprodukai di Jonggol,  ada bahan pakan lokal berbahan selain dari jagung. Dan itu bisa dijadikan pakan tetap,” ujarnya. [KAL]

]]> Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) Riyanto mengatakan bahwa saat ini produksi jagung domestik terus mengalami perkembangan yang cukup baik sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak secara mandiri.

Menurut Riyanto, potensi jagung domestik bahkan bisa menekan jumlah impor yang selama ini kerapkali digunakan untuk kebutuhan tertentu seperti industri restoran atau bahan kebutuhan khusus lainnya.

“Tentu semua yang berkait dengan budidaya jagung harus kita dukung bersama karena ini menyangkut pada kebutuuan pakan unggas yang akan kita konsumsi Sehari-hari. Saya melihat produksi jagung lokal kita sudah semakin bagus,” ujar Riyanto, Minggu (1/5).

Riyanto mengatakan, serapan jagung domestik yang saat ini berjalan dengan baik juga mampu mendorong peningkatan pendapatan bagi masyarakat desa serta mampu menghadirkan multiplier effect, khsusnya pada pertumbuhan industri pakan.

“Kalau bisa, industri yang lain juga mulai menggunakan jagung lokal lah. Jadi semua serba lokal. Apalagi di Kementan kalau saya lihat sudah mempersiapkan sarana dan prasarananya, juga budidayanya. Jadi sbenarnya jagung kita sudah cukup untuk memenuhi pakan unggas,” katanya.

Terpisah, Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Firdaus mengatakan bahwa produksi jagung nasional baik yang diperuntukkan untuk pakan unggas maupun yang lainnya sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Hanya saja, kata dia, jagung lokal cendrung kurang memenuhi syarat kadar air 14 persen sehingga para peternak memilih jagung lain.

“Sebenarnya kalau untuk peternak bisa menggunakan pakan lokal alternatif seperti diprodukai di Jonggol,  ada bahan pakan lokal berbahan selain dari jagung. Dan itu bisa dijadikan pakan tetap,” ujarnya. [KAL]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories