Probable Omicron Banyak Di Perbatasan RI-Malaysia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus probable warga terhadap varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron di Indonesia semakin meningkat.

Temuan paling banyak didapatkan dari pemeriksaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, perbatasan Indonesia-Malaysia. Menurut Budi, sejauh ini kasus varian Omicron merupakan penularan dari luar negeri atau imported case. Belum ditemukan penularan lokal.

“Cukup banyak saya lihat, dia masuk lewat Entikong, walau pun asalnya kita belum trace. Jadi dia memang masuknya dari Malaysia, tapi sebelumnya dia dari negara mana kita belum tahu,” ungkapnya, kemarin.

Berbagai kementerian dan lembaga pun terus melakukan koordinasi untuk memperkuat ketahanan pintu masuk di Indonesia. Khususnya, di jalur darat dan laut. Soalnya, selama ini, positivity rate Covid-19 lebih banyak ditemukan di kedua jalur itu ketimbang jalur udara.

Budi mengakui, Pemerintah tidak bisa menutup akses pintu masuk tersebut lantaran negara tidak bisa melarang Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) pulang ke Indonesia. “Kita kalau WNI tidak bisa larang, tapi nanti akan kita pastikan dia dites dan karantina,” tutur mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu.

Dia juga membenarkan, temuan kasus probable kasus varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Definisi kasus probable yakni, mereka yang diyakini sebagai suspek atau terduga terinfeksi varian tersebut. Tapi kemarin Budi belum bisa mengonfirmasi jumlah persisnya.

 

Terakhir, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, ada 11 kasus probable Omicron. Rinciannya, dua kasus kontak erat, tiga kasus Omicron pertama, dan sembilan kasus dari WNI yang dijaring di PLBN Aruk dan Entikong.

Dua kasus kontak erat yang berasal dari WNI dari London sudah dikonfirmasi sebagai kasus positif Omicron. Dengan demikian, sudah ada lima kasus positif varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia saat ini.

Mereka yang terinfeksi antara lain petugas kebersihan Wisma Atlet Kemayoran, dan masing-masing WNI pelaku perjalanan dari Amerika Serikat dan Inggris. Serta dua kasus tambahan pelaku perjalanan dari London, Inggris.

“Sekarang kasus probable Omicron sudah cukup banyak, maaf saya tidak hafal angkanya tapi mungkin sudah di atas 20 dan semua imported case,” jelasnya.

Secara terpisah, Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi bilang, mendeteksi 3 kasus terkonfirmasi Omicron di Indonesia. Temuan ini dida­pati dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Dengan tambahan ini, maka jumlah kasus Omicron di Indonesia menjadi 8 orang.

Sama seperti 5 kasus sebelumnya, 3 kasus terkonfirmasi ini merupakan imported case, berasal dari pelaku perjalanan internasional yang baru kembali dari Kongo dan Malaysia. Ketiganya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan kini telah menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. [DIR]

]]> Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus probable warga terhadap varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron di Indonesia semakin meningkat.

Temuan paling banyak didapatkan dari pemeriksaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, perbatasan Indonesia-Malaysia. Menurut Budi, sejauh ini kasus varian Omicron merupakan penularan dari luar negeri atau imported case. Belum ditemukan penularan lokal.

“Cukup banyak saya lihat, dia masuk lewat Entikong, walau pun asalnya kita belum trace. Jadi dia memang masuknya dari Malaysia, tapi sebelumnya dia dari negara mana kita belum tahu,” ungkapnya, kemarin.

Berbagai kementerian dan lembaga pun terus melakukan koordinasi untuk memperkuat ketahanan pintu masuk di Indonesia. Khususnya, di jalur darat dan laut. Soalnya, selama ini, positivity rate Covid-19 lebih banyak ditemukan di kedua jalur itu ketimbang jalur udara.

Budi mengakui, Pemerintah tidak bisa menutup akses pintu masuk tersebut lantaran negara tidak bisa melarang Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) pulang ke Indonesia. “Kita kalau WNI tidak bisa larang, tapi nanti akan kita pastikan dia dites dan karantina,” tutur mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu.

Dia juga membenarkan, temuan kasus probable kasus varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Definisi kasus probable yakni, mereka yang diyakini sebagai suspek atau terduga terinfeksi varian tersebut. Tapi kemarin Budi belum bisa mengonfirmasi jumlah persisnya.

 

Terakhir, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, ada 11 kasus probable Omicron. Rinciannya, dua kasus kontak erat, tiga kasus Omicron pertama, dan sembilan kasus dari WNI yang dijaring di PLBN Aruk dan Entikong.

Dua kasus kontak erat yang berasal dari WNI dari London sudah dikonfirmasi sebagai kasus positif Omicron. Dengan demikian, sudah ada lima kasus positif varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia saat ini.

Mereka yang terinfeksi antara lain petugas kebersihan Wisma Atlet Kemayoran, dan masing-masing WNI pelaku perjalanan dari Amerika Serikat dan Inggris. Serta dua kasus tambahan pelaku perjalanan dari London, Inggris.

“Sekarang kasus probable Omicron sudah cukup banyak, maaf saya tidak hafal angkanya tapi mungkin sudah di atas 20 dan semua imported case,” jelasnya.

Secara terpisah, Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi bilang, mendeteksi 3 kasus terkonfirmasi Omicron di Indonesia. Temuan ini dida­pati dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Dengan tambahan ini, maka jumlah kasus Omicron di Indonesia menjadi 8 orang.

Sama seperti 5 kasus sebelumnya, 3 kasus terkonfirmasi ini merupakan imported case, berasal dari pelaku perjalanan internasional yang baru kembali dari Kongo dan Malaysia. Ketiganya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan kini telah menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. [DIR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories