Presiden Ingatkan Prokes Bencana Alam Jangan Jadi Bencana Corona

Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat di area bencana berhati-hati terhadap penularan Covid-19. Pengungsian sangat berpotensi memunculkan klaster virus Corona.

Hal itu disampaikan Jokowi saat blusukan ke banyak area bencana di wilayah bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin.

Seharian penuh Jokowi meninjau banyak lokasi ben­cana untuk mengetahui secara langsung kondisi rakyatnya di wilayah tersebut. Salah satunya, Adonara, di Kabupaten Flores Timur, kemarin.

Jokowi beserta rombongan kompak berkemeja putih, masker putih dan celana ba­han hitam.

Saat memulai pidato, Jokowi membuka masker putih yang dipakainya. Di tengah area yang luluh lantak akibat diter­jang banjir hebat dan longsor, eks Wali Kota Solo ini mengingatkan protokol keseha­tan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19.

Selain kepada para pengungsi, Jokowi juga meminta para petugas dan relawan yang terus-menerus membantu penanganan bencana alam di NTT tetap menjalankan pro­tokol kesehatan.

“Ini saya melihat yang ber­kumpul di sini banyak sekali. Hati-hati protokol kesehatan, semua pakai masker,” tutur Jokowi, yang sembari me­makai kembali maskernya. Di belakang Jokowi, dari kejau­han, tampak eskavator beroperasi di tengah reruntuhan.

Jokowi yakin, usaha menjaga kedisplinan menerapkan pro­tokol kesehatan bisa mencegah masyarakat dari paparan virus. Jangan sampai, sudah terkena bencana alam, lalu kena juga virus Corona.

“Pakai masker agar yang namanya Covid tidak semakin menyebar di mana-mana, terutama di Nusa Tenggara Timur ini,” ucap Jokowi, kembali mengingatkan.

 

Eks Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, akan segera merelokasi atau menggeser kediaman warga yang terkena bencana. Tak hanya di Adonara, tapi juga di Lembata, yang sebelumnya dikunjunginya.

“Nanti segera ditetapkan oleh Bupati dan Gubernur. Tapi yang jelas Kementerian PUPR siap untuk membangun rumah­nya secepat-cepatnya,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan warga yang berkerumun.

Dalam kunjungan itu, Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Kepala Basarnas Henri Alfiandi.

Hadir juga menemani rom­bongan Presiden, Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon.

Sebelumnya, secara virtual Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengimbau para warga untuk menyewa rumah keluarga atau saudara mereka.

BNPB memberikan dana hunian sementara (hantara) se­nilai Rp 500 ribu per keluarga per bulan.

“Masyarakat yang terdampak bencana yang berada di hunian sementara, bisa menyewa ru­mah keluarga atau saudara terdekat, sehingga risiko ter­papar Covid-19 akan bisa kita kurangi,” ujar Doni.

Dia meminta para pimpinan daerah untuk mempercepat proses usulan dana hantara itu kepada pemerintah pusat melalui BNPB.

“Ini semata-mata upaya kami untuk mencegah jangan sampai tempat pengungsian justru malah jadi persoalan baru karena Covid-19,” tandas Doni. [JAR]

]]> Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat di area bencana berhati-hati terhadap penularan Covid-19. Pengungsian sangat berpotensi memunculkan klaster virus Corona.

Hal itu disampaikan Jokowi saat blusukan ke banyak area bencana di wilayah bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin.

Seharian penuh Jokowi meninjau banyak lokasi ben­cana untuk mengetahui secara langsung kondisi rakyatnya di wilayah tersebut. Salah satunya, Adonara, di Kabupaten Flores Timur, kemarin.

Jokowi beserta rombongan kompak berkemeja putih, masker putih dan celana ba­han hitam.

Saat memulai pidato, Jokowi membuka masker putih yang dipakainya. Di tengah area yang luluh lantak akibat diter­jang banjir hebat dan longsor, eks Wali Kota Solo ini mengingatkan protokol keseha­tan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19.

Selain kepada para pengungsi, Jokowi juga meminta para petugas dan relawan yang terus-menerus membantu penanganan bencana alam di NTT tetap menjalankan pro­tokol kesehatan.

“Ini saya melihat yang ber­kumpul di sini banyak sekali. Hati-hati protokol kesehatan, semua pakai masker,” tutur Jokowi, yang sembari me­makai kembali maskernya. Di belakang Jokowi, dari kejau­han, tampak eskavator beroperasi di tengah reruntuhan.

Jokowi yakin, usaha menjaga kedisplinan menerapkan pro­tokol kesehatan bisa mencegah masyarakat dari paparan virus. Jangan sampai, sudah terkena bencana alam, lalu kena juga virus Corona.

“Pakai masker agar yang namanya Covid tidak semakin menyebar di mana-mana, terutama di Nusa Tenggara Timur ini,” ucap Jokowi, kembali mengingatkan.

 

Eks Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, akan segera merelokasi atau menggeser kediaman warga yang terkena bencana. Tak hanya di Adonara, tapi juga di Lembata, yang sebelumnya dikunjunginya.

“Nanti segera ditetapkan oleh Bupati dan Gubernur. Tapi yang jelas Kementerian PUPR siap untuk membangun rumah­nya secepat-cepatnya,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan warga yang berkerumun.

Dalam kunjungan itu, Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Kepala Basarnas Henri Alfiandi.

Hadir juga menemani rom­bongan Presiden, Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon.

Sebelumnya, secara virtual Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengimbau para warga untuk menyewa rumah keluarga atau saudara mereka.

BNPB memberikan dana hunian sementara (hantara) se­nilai Rp 500 ribu per keluarga per bulan.

“Masyarakat yang terdampak bencana yang berada di hunian sementara, bisa menyewa ru­mah keluarga atau saudara terdekat, sehingga risiko ter­papar Covid-19 akan bisa kita kurangi,” ujar Doni.

Dia meminta para pimpinan daerah untuk mempercepat proses usulan dana hantara itu kepada pemerintah pusat melalui BNPB.

“Ini semata-mata upaya kami untuk mencegah jangan sampai tempat pengungsian justru malah jadi persoalan baru karena Covid-19,” tandas Doni. [JAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories