Presiden: Ekonomi 2021 Harus 5 persen Mari, Kita Aminkan .

Presiden Jokowi meramal ekonomi Indonesia tahun ini mulai siuman. Tak tanggung-tanggung, dia menargetkan, tumbuhnya 5 persen. Yuk kita aminkan maunya Jokowi, biar ekonomi joss lagi.

Jokowi menyampaikan target ekonomi itu saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Perdagangan (Kemendag). Acaranya digelar di Istana Negara, Kamis (4/3).

Jokowi yang mengenakan batik cokelat bercorak itu, didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Ada banyak hal yang disampaikan eks Gubernur DKI Jakarta itu dalam pidatonya. Mulai dari masalah penanganan Covid-19, perdagangan, ekspor impor, sampai pemulihan ekonomi.

Nah, saat bicara soal pemulihan ekonomi, Jokowi menyinggung pertumbuhan ekonomi tahun ini. Menurutnya, ekonomi tahun ini akan tumbuh positif diangka 5 persen setelah anjlok minus minus 2,07 persen.

“Target pertumbuhan yang ada di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang tadi saya sampaikan 5 persen, itu harus betul-betul tercapai,” beber Jokowi.

Jokowi mengakui, bukan perkara mudah membalikkan keadaan. Namun, ia meminta jajarannya tetap optimis dan bekerja secara inovatif alias tidak menggunakan cara-cara lama.

Karena itu, Jokowi meminta agar kebijakan perdagangan memberi kontribusi besar bagi pemulihan ekonomi nasional. Misalnya, menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Tak kalah penting, pemerintah akan mengundang investor baru. Menurutnya, investasi merupakan kunci pertumbuhan ekonomi. “Sekali lagi, tahun 2021 adalah tahun pemulihan yang harus dilandasi dengan semangat dan optimisme,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Menurut dia, sudah seharusnya masyarakat optimis, ekonomi nasional akan membaik tahun ini. Tanda-tanda perbaikan itu sudah nampak. Diawali minus 5,32 persen di kuartal II-2020, ditutup minus 2,07 persen secara keseluruhan.

Pemerintah, kata Ma’ruf, terus berupaya menggenjot surplus neraca perdagangan di rentang 4-5 persen. Jika targetnya terpenuhi, bukan tidak mungkin, ekonomi bisa segera pulih.

 

“Dari indikasi-indikasi yang ada, sebenarnya sudah menunjukkan masyarakat Indonesia itu optimis, ada tanda-tandanya,” ungkap dia.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto optimis, pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh 5 persen sesuai dengan target Jokowi. Hal ini seiring dengan membaiknya Purchasing Managers Index (PMI) yang sudah di atas 50 persen. Faktor lainnya, Rupiah dan IHSG mencapai level aman.

“Kita juga lihat neraca perdagangan sepanjang 2020 surplus 21,74 miliar dolar AS (Rp 310 triliun),” beber Ketua Umum Partai Golkar itu.

Airlangga bersyukur lantaran harga-harga komoditas sedang baik. Di mana komoditas ekspor seperti kelapa sawit, batu bara, nikel, dan seluruhnya, berada dalam kontribusi yang baik. Begitu juga negara tujuan ekspornya, yang selalu menjadi andalan, seperti China, Amerika, Jepang, India, dan Malaysia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, berbagai indikator global menunjukkan pemulihan. Bahkan, tanda-tandanya sudah terlihat sejak Semester II-2020.

Saat ini, pelaku pasar lebih siap dalam menghadapi tantangan akibat pandemi yang telah berlangsung setahun terakhir. Tentunya, hal ini membuat ketidakpastian yang sempat muncul mulai berangsur pulih ke level normal.

Bagaimana pendapat pengamat dengan target Jokowi itu? Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, meski terbilang sulit, masyarakat harus mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian. Karena, prediksinya, pertumbuhan di Triwulan I-2021 masih akan negatif.

Kata Piter, untuk mencapai angka 5 persen, dibutuhkan pertumbuhan di atas 5 persen di sisa triwulan yang ada. Perlu diingat, untuk mewujudkan keinginan presiden, yang harus pertama kali dilakukan adalah mengakhiri pandemi.

“Saya kira sangat sulit. Kecuali, jika pandemi sudah berakhir dan tidak ada lagi pembatasan aktivitas sosial ekonomi masyarakat,” ulasnya.

Warganet juga ikutan komentar soal target Jokowi itu. Banyak yang optimis, ada juga yang pesimis. Banyak juga yang mendoakan. “Tetap semangat. Semoga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap dalam posisi aman dan meningkat terus,” ucap @obos69.

“Siap Pak @jokowi. Semoga Tuhan YME selalu memberi berkah dan ridho kepada kita semua. Amin,” doa @dwijanicahya. “Semoga makin membaik dan semuanya bisa tercapai sesuai target serta harapan Bapak Presiden khususnya, umumnya seluruh WNI,” pungkas @atenistarsg. [MEN]

]]> .
Presiden Jokowi meramal ekonomi Indonesia tahun ini mulai siuman. Tak tanggung-tanggung, dia menargetkan, tumbuhnya 5 persen. Yuk kita aminkan maunya Jokowi, biar ekonomi joss lagi.

Jokowi menyampaikan target ekonomi itu saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Perdagangan (Kemendag). Acaranya digelar di Istana Negara, Kamis (4/3).

Jokowi yang mengenakan batik cokelat bercorak itu, didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Ada banyak hal yang disampaikan eks Gubernur DKI Jakarta itu dalam pidatonya. Mulai dari masalah penanganan Covid-19, perdagangan, ekspor impor, sampai pemulihan ekonomi.

Nah, saat bicara soal pemulihan ekonomi, Jokowi menyinggung pertumbuhan ekonomi tahun ini. Menurutnya, ekonomi tahun ini akan tumbuh positif diangka 5 persen setelah anjlok minus minus 2,07 persen.

“Target pertumbuhan yang ada di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang tadi saya sampaikan 5 persen, itu harus betul-betul tercapai,” beber Jokowi.

Jokowi mengakui, bukan perkara mudah membalikkan keadaan. Namun, ia meminta jajarannya tetap optimis dan bekerja secara inovatif alias tidak menggunakan cara-cara lama.

Karena itu, Jokowi meminta agar kebijakan perdagangan memberi kontribusi besar bagi pemulihan ekonomi nasional. Misalnya, menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Tak kalah penting, pemerintah akan mengundang investor baru. Menurutnya, investasi merupakan kunci pertumbuhan ekonomi. “Sekali lagi, tahun 2021 adalah tahun pemulihan yang harus dilandasi dengan semangat dan optimisme,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Menurut dia, sudah seharusnya masyarakat optimis, ekonomi nasional akan membaik tahun ini. Tanda-tanda perbaikan itu sudah nampak. Diawali minus 5,32 persen di kuartal II-2020, ditutup minus 2,07 persen secara keseluruhan.

Pemerintah, kata Ma’ruf, terus berupaya menggenjot surplus neraca perdagangan di rentang 4-5 persen. Jika targetnya terpenuhi, bukan tidak mungkin, ekonomi bisa segera pulih.

 

“Dari indikasi-indikasi yang ada, sebenarnya sudah menunjukkan masyarakat Indonesia itu optimis, ada tanda-tandanya,” ungkap dia.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto optimis, pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh 5 persen sesuai dengan target Jokowi. Hal ini seiring dengan membaiknya Purchasing Managers Index (PMI) yang sudah di atas 50 persen. Faktor lainnya, Rupiah dan IHSG mencapai level aman.

“Kita juga lihat neraca perdagangan sepanjang 2020 surplus 21,74 miliar dolar AS (Rp 310 triliun),” beber Ketua Umum Partai Golkar itu.

Airlangga bersyukur lantaran harga-harga komoditas sedang baik. Di mana komoditas ekspor seperti kelapa sawit, batu bara, nikel, dan seluruhnya, berada dalam kontribusi yang baik. Begitu juga negara tujuan ekspornya, yang selalu menjadi andalan, seperti China, Amerika, Jepang, India, dan Malaysia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, berbagai indikator global menunjukkan pemulihan. Bahkan, tanda-tandanya sudah terlihat sejak Semester II-2020.

Saat ini, pelaku pasar lebih siap dalam menghadapi tantangan akibat pandemi yang telah berlangsung setahun terakhir. Tentunya, hal ini membuat ketidakpastian yang sempat muncul mulai berangsur pulih ke level normal.

Bagaimana pendapat pengamat dengan target Jokowi itu? Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, meski terbilang sulit, masyarakat harus mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian. Karena, prediksinya, pertumbuhan di Triwulan I-2021 masih akan negatif.

Kata Piter, untuk mencapai angka 5 persen, dibutuhkan pertumbuhan di atas 5 persen di sisa triwulan yang ada. Perlu diingat, untuk mewujudkan keinginan presiden, yang harus pertama kali dilakukan adalah mengakhiri pandemi.

“Saya kira sangat sulit. Kecuali, jika pandemi sudah berakhir dan tidak ada lagi pembatasan aktivitas sosial ekonomi masyarakat,” ulasnya.

Warganet juga ikutan komentar soal target Jokowi itu. Banyak yang optimis, ada juga yang pesimis. Banyak juga yang mendoakan. “Tetap semangat. Semoga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap dalam posisi aman dan meningkat terus,” ucap @obos69.

“Siap Pak @jokowi. Semoga Tuhan YME selalu memberi berkah dan ridho kepada kita semua. Amin,” doa @dwijanicahya. “Semoga makin membaik dan semuanya bisa tercapai sesuai target serta harapan Bapak Presiden khususnya, umumnya seluruh WNI,” pungkas @atenistarsg. [MEN]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories