Prabowo-Imin-Ganjar Keliling Kiai, AHY Sowan Ke Airlangga, Foto Anies Mejeng Di DIY Musim Pilpres Makin Semarak

Pemilu 2024 masih jauh. Masih dua tahun lagi. Namun, musim Pilpres sudah datang lebih dini, dan begitu semarak. Hal itu terlihat jelas saat para kandidat capres sibuk sowan, pedekate, sampai promosi lewat baliho dengan menggunakan momen Lebaran.

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo misalnya, berkeliling menemui para kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama. Di tempat lain, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sowan ke Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Sementara itu, baliho bergambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah nampang di Yogyakarta, Sidoarjo, Banten, bahkan sampai ke luar Jawa.

Di antara para tokoh politik, Prabowo jadi yang paling gesit dan rajin melakukan silaturahmi dan mengunjungi pondok pesantren. Menteri Pertahanan ini, mulai berkeliling ke sejumlah pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, sejak 3 Mei atau sehari setelah Lebaran. Safari dimulai dengan menemui Kiai As’ad, Pimpinan Ponpes Walisongo, di Situbondo dan Kiai Ahmad Muzaki Syaha, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qodiri, di Jember. Dari sana, Prabowo menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi, Surabaya.

Sehari kemudian, eks Danjen Kopassus itu, bertandang ke Jombang. Di sana, Prabowo menemui Pimpinan Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin, lalu ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dari Jawa Timur, Prabowo lalu meluncur ke Jawa Tengah. Di sana, Prabowo sowan ke Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang dan disambut KH Muhammad Najih Maimoen alias Gus Najih, putra almarhum KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Setelah itu, geser ke Pondok Pesantren Attauhidiyah Giren Talang, Tegal, yang dipimpin KH Ahmad Saidi. Dari Tegal, Prabowo lanjut berkunjung ke kediaman KH Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di Pekalongan.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, silaturahmi Prabowo dengan para ulama dan tokoh di pondok pesantren itu sudah lama direncanakan. Karena kesibukannya, Prabowo baru bisa berkunjung saat libur Idul Fitri 2022.

Sama seperti Prabowo, Muhaimin Iskandar juga memanfaatkan momen Lebaran untuk bersilaturahmi. Politisi yang akrab disapa Imin ini, sowan ke kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo dan Pondok Pesantren Ploso, Kediri, Jawa Timur.

Di akun Instagram miliknya, Imin membagikan momen pertemuan dengan KH Nurul Huda Djazuli, pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso. Dalam unggahan itu, Imin yang datang bersama istrinya, Rustini Murtadho, bersimpuh meminta maaf kepada kiai khos Jawa Timur itu. “Alhamdulillah Kiai Nurul Huda Djazuli sehat selalu. Sore ini berkesempatan sowan ke Pondok Pesantren Ploso Kediri,” tulis Imin.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut menemui kiai. Politisi PDIP itu, sowan ke kediaman Ketua Majelis Ulama (MUI) Sulawesi Selatan sekaligus Rais Syuriah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Makassar, KH Anre Gurutta Haji (AGH) Baharuddin.

Sowan tersebut dilakukan di sela kunjungan Ganjar ke Kota Makassar, kemarin. Ganjar menyebut, pertemuan itu hanya silaturahmi sekaligus bertukar cerita dan pengalaman. Ia pun tersanjung atas sambutan yang diberikan KH Baharuddin. “Sudah kita jadwalkan untuk berbincang banyak hal, tapi karena waktunya nggak banyak, saya hanya silaturahmi. Ya, untuk bangun komunikasi lah,” kata Ganjar, dalam keterangan tertulis, kemarin.

 

Berbeda dengan Prabowo, Imin, dan Ganjar yang menemui para kiai, AHY memilih memanfaatkan momen Lebaran untuk bertemu Airlangga Hartarto. Pertemuan digelar di rumah dinas Airlangga, di Kompleks Widya Chandra 3, Jakarta Selatan, Sabtu siang lalu. AHY datang didampingi istrinya, Annisa Pohan. Pertemuan itu berlangsung sekitar 30 menit. AHY menyampaikan, pertemuan itu dalam rangka memperpanjang hubungan baik.

Airlangga menyambut baik kedatangan AHY ini. Dia mengatakan, pintu untuk berkoalisi antara Golkar dengan Demokrat selalu terbuka. Apalagi, kebersamaan Golkar dan Demokrat sudah terjalin lama, yaitu sejak Golkar mendukung SBY. “Jadi, sudah ada track recordnya. Kerja sama yang baik,” katanya.

Sementara itu, baliho ucapan selamat Idul Fitri yang dihiasi wajah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat di sejumlah daerah. Seperti Banten, Yogyakarta, bahkan sampai Aceh. Salah satu baliho bergambar foto Anies itu terlihat di Jalan Ir Juanda Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam papan iklan raksasa itu, Anies tampil dengan mengenakan koko putih, peci hitam, dengan sehelai sorban melingkar di pundaknya. Di atas fotonya tertulis “Minal Aidzin Wal Faidzin”.

Di Aceh, baliho Anies dipasang Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES). Koordinator Presidium ANIES, La Ode Basir mengatakan, pihaknya memang berinisiatif memasang baliho itu untuk menyosialisasikan figur Anies kepada masyarakat. Basir mengungkapkan, biaya cetak dan pemasangan media publikasi Anies di seluruh Indonesia dilakukan secara sukarela oleh para relawan. “Mereka mau berkorban demi hadirnya pemimpin yang diidamkan,” kata Basyir, kemarin.

Melihat semua hal ini, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, musim Pilpres sudah datang lebih awal. Para tokoh sudah tak malu-malu lagi melakukan safari. Menurut dia, wajar kalau publik menilai, kunjungan-kunjungan dan pemasangan baliho itu untuk kepentingan  Pilpres 2024.

“Lebaran memang momentum yang pas untuk menjalin silaturahmi politik. Kalau kemarin masih malu-malu, sekarang sudah tancap gas,” kata Ujang, saat dikontak, kemarin.

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo. Dia melihat, para kandidat sudah harus mulai bergerak menaikkan elektabilitas. Jadi wajar, kalau momen Lebaran ini seperti musim Pilpres.

“Kalau Pak Prabowo, jelas untuk menarik partai koalisi, Pak Ganjar ya PDIP, untuk bisa mendapatkan tiket berkompetisi di Pilpres 2024. Begitu juga dengan Anies,” ujarnya. [BCG]

]]> Pemilu 2024 masih jauh. Masih dua tahun lagi. Namun, musim Pilpres sudah datang lebih dini, dan begitu semarak. Hal itu terlihat jelas saat para kandidat capres sibuk sowan, pedekate, sampai promosi lewat baliho dengan menggunakan momen Lebaran.

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo misalnya, berkeliling menemui para kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama. Di tempat lain, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sowan ke Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Sementara itu, baliho bergambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah nampang di Yogyakarta, Sidoarjo, Banten, bahkan sampai ke luar Jawa.

Di antara para tokoh politik, Prabowo jadi yang paling gesit dan rajin melakukan silaturahmi dan mengunjungi pondok pesantren. Menteri Pertahanan ini, mulai berkeliling ke sejumlah pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, sejak 3 Mei atau sehari setelah Lebaran. Safari dimulai dengan menemui Kiai As’ad, Pimpinan Ponpes Walisongo, di Situbondo dan Kiai Ahmad Muzaki Syaha, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qodiri, di Jember. Dari sana, Prabowo menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi, Surabaya.

Sehari kemudian, eks Danjen Kopassus itu, bertandang ke Jombang. Di sana, Prabowo menemui Pimpinan Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin, lalu ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dari Jawa Timur, Prabowo lalu meluncur ke Jawa Tengah. Di sana, Prabowo sowan ke Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang dan disambut KH Muhammad Najih Maimoen alias Gus Najih, putra almarhum KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Setelah itu, geser ke Pondok Pesantren Attauhidiyah Giren Talang, Tegal, yang dipimpin KH Ahmad Saidi. Dari Tegal, Prabowo lanjut berkunjung ke kediaman KH Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di Pekalongan.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, silaturahmi Prabowo dengan para ulama dan tokoh di pondok pesantren itu sudah lama direncanakan. Karena kesibukannya, Prabowo baru bisa berkunjung saat libur Idul Fitri 2022.

Sama seperti Prabowo, Muhaimin Iskandar juga memanfaatkan momen Lebaran untuk bersilaturahmi. Politisi yang akrab disapa Imin ini, sowan ke kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo dan Pondok Pesantren Ploso, Kediri, Jawa Timur.

Di akun Instagram miliknya, Imin membagikan momen pertemuan dengan KH Nurul Huda Djazuli, pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso. Dalam unggahan itu, Imin yang datang bersama istrinya, Rustini Murtadho, bersimpuh meminta maaf kepada kiai khos Jawa Timur itu. “Alhamdulillah Kiai Nurul Huda Djazuli sehat selalu. Sore ini berkesempatan sowan ke Pondok Pesantren Ploso Kediri,” tulis Imin.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut menemui kiai. Politisi PDIP itu, sowan ke kediaman Ketua Majelis Ulama (MUI) Sulawesi Selatan sekaligus Rais Syuriah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Makassar, KH Anre Gurutta Haji (AGH) Baharuddin.

Sowan tersebut dilakukan di sela kunjungan Ganjar ke Kota Makassar, kemarin. Ganjar menyebut, pertemuan itu hanya silaturahmi sekaligus bertukar cerita dan pengalaman. Ia pun tersanjung atas sambutan yang diberikan KH Baharuddin. “Sudah kita jadwalkan untuk berbincang banyak hal, tapi karena waktunya nggak banyak, saya hanya silaturahmi. Ya, untuk bangun komunikasi lah,” kata Ganjar, dalam keterangan tertulis, kemarin.

 

Berbeda dengan Prabowo, Imin, dan Ganjar yang menemui para kiai, AHY memilih memanfaatkan momen Lebaran untuk bertemu Airlangga Hartarto. Pertemuan digelar di rumah dinas Airlangga, di Kompleks Widya Chandra 3, Jakarta Selatan, Sabtu siang lalu. AHY datang didampingi istrinya, Annisa Pohan. Pertemuan itu berlangsung sekitar 30 menit. AHY menyampaikan, pertemuan itu dalam rangka memperpanjang hubungan baik.

Airlangga menyambut baik kedatangan AHY ini. Dia mengatakan, pintu untuk berkoalisi antara Golkar dengan Demokrat selalu terbuka. Apalagi, kebersamaan Golkar dan Demokrat sudah terjalin lama, yaitu sejak Golkar mendukung SBY. “Jadi, sudah ada track recordnya. Kerja sama yang baik,” katanya.

Sementara itu, baliho ucapan selamat Idul Fitri yang dihiasi wajah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat di sejumlah daerah. Seperti Banten, Yogyakarta, bahkan sampai Aceh. Salah satu baliho bergambar foto Anies itu terlihat di Jalan Ir Juanda Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam papan iklan raksasa itu, Anies tampil dengan mengenakan koko putih, peci hitam, dengan sehelai sorban melingkar di pundaknya. Di atas fotonya tertulis “Minal Aidzin Wal Faidzin”.

Di Aceh, baliho Anies dipasang Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES). Koordinator Presidium ANIES, La Ode Basir mengatakan, pihaknya memang berinisiatif memasang baliho itu untuk menyosialisasikan figur Anies kepada masyarakat. Basir mengungkapkan, biaya cetak dan pemasangan media publikasi Anies di seluruh Indonesia dilakukan secara sukarela oleh para relawan. “Mereka mau berkorban demi hadirnya pemimpin yang diidamkan,” kata Basyir, kemarin.

Melihat semua hal ini, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, musim Pilpres sudah datang lebih awal. Para tokoh sudah tak malu-malu lagi melakukan safari. Menurut dia, wajar kalau publik menilai, kunjungan-kunjungan dan pemasangan baliho itu untuk kepentingan  Pilpres 2024.

“Lebaran memang momentum yang pas untuk menjalin silaturahmi politik. Kalau kemarin masih malu-malu, sekarang sudah tancap gas,” kata Ujang, saat dikontak, kemarin.

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo. Dia melihat, para kandidat sudah harus mulai bergerak menaikkan elektabilitas. Jadi wajar, kalau momen Lebaran ini seperti musim Pilpres.

“Kalau Pak Prabowo, jelas untuk menarik partai koalisi, Pak Ganjar ya PDIP, untuk bisa mendapatkan tiket berkompetisi di Pilpres 2024. Begitu juga dengan Anies,” ujarnya. [BCG]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories