Prabowo Buka Konferensi Sishankamrata, Rumuskan Cara Hadapi Ancaman Abad 21 .

Menteri Pertahanan (Menhan) Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto membuka secara resmi Konferensi Nasional Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Konfernas Sishankamrata) Abad ke-21 di Kampus Bela Negara, Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Senin (14/6). Konfernas Sishankamrata Abad ke-21 akan merumuskan sub-sistem Doktrin Hankamrata, Strategi Hankamrata, dan Postur Hankamrata dalam menghadapi ancaman militer, ancaman non-militer, dan ancaman hibrida. 

Sebagaimana amanat UUD NRI Tahun 1945, Sishankamrata merupakan sistem pertahanan dan keamanan yang memiliki karakter dan nilai-nilai kejuangan dan telah terbukti mampu mempertahankan kedaulatan di masa revolusi 1945-1949. Bahkan, Sishankamrata juga terbukti mampu memadamkan semua bentuk pemberontakan dan separatisme sekaligus menjaga keutuhan NKRI. 

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan, tujuan konferensi ini sebagai forum diskusi membahas, memvalidasi dan reimplementasi Sishankamrata dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis dan ancaman abad ke-21. “Sasaran konferensi nasional ini adalah terwujudnya dokumen strategis Sishankamrata abad ke-21 yang dapat diimplementasikan secara nyata untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara,” paparnya.

Dinamika lingkungan strategis pada tataran nasional, regional, dan global beberapa dekade terakhir menuntut validasi dan reaktualisasi Sishankamrata agar tetap handal diimplementasikan. Radikalisme, terorisme, pandemi Covid-19, dan kejahatan siber menjadi beberapa pertimbangan utama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk segera merumuskan kembali Sishankamrata, utamanya pertahanan nirmiliter mengatasi ancaman berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan teknologi.

Konfernas berlangsung selama 5 hari. Pembagiannya, 2 hari pertama sidang pleno membahas pertahanan militer, 2 hari berikutnya sidang pleno membahas pertahanan nirmiliter, serta hari terakhir ditutup dengan sidang paripurna. 

Peserta Konfernas terdiri dari para pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI, ketiga Mabes Angkatan, Kementerian/Lembaga Negara, Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, perguruan tinggi, lembaga profesi, lembaga think tank, dan lain-lain. [USU]

]]> .
Menteri Pertahanan (Menhan) Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto membuka secara resmi Konferensi Nasional Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Konfernas Sishankamrata) Abad ke-21 di Kampus Bela Negara, Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Senin (14/6). Konfernas Sishankamrata Abad ke-21 akan merumuskan sub-sistem Doktrin Hankamrata, Strategi Hankamrata, dan Postur Hankamrata dalam menghadapi ancaman militer, ancaman non-militer, dan ancaman hibrida. 

Sebagaimana amanat UUD NRI Tahun 1945, Sishankamrata merupakan sistem pertahanan dan keamanan yang memiliki karakter dan nilai-nilai kejuangan dan telah terbukti mampu mempertahankan kedaulatan di masa revolusi 1945-1949. Bahkan, Sishankamrata juga terbukti mampu memadamkan semua bentuk pemberontakan dan separatisme sekaligus menjaga keutuhan NKRI. 

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan, tujuan konferensi ini sebagai forum diskusi membahas, memvalidasi dan reimplementasi Sishankamrata dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis dan ancaman abad ke-21. “Sasaran konferensi nasional ini adalah terwujudnya dokumen strategis Sishankamrata abad ke-21 yang dapat diimplementasikan secara nyata untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara,” paparnya.

Dinamika lingkungan strategis pada tataran nasional, regional, dan global beberapa dekade terakhir menuntut validasi dan reaktualisasi Sishankamrata agar tetap handal diimplementasikan. Radikalisme, terorisme, pandemi Covid-19, dan kejahatan siber menjadi beberapa pertimbangan utama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk segera merumuskan kembali Sishankamrata, utamanya pertahanan nirmiliter mengatasi ancaman berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan teknologi.

Konfernas berlangsung selama 5 hari. Pembagiannya, 2 hari pertama sidang pleno membahas pertahanan militer, 2 hari berikutnya sidang pleno membahas pertahanan nirmiliter, serta hari terakhir ditutup dengan sidang paripurna. 

Peserta Konfernas terdiri dari para pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI, ketiga Mabes Angkatan, Kementerian/Lembaga Negara, Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, perguruan tinggi, lembaga profesi, lembaga think tank, dan lain-lain. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories