PPKM Mikro, Upaya Menekan Penularan Covid-19 Dari Lini Terkecil .

Pemerintah terus memperketat penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk Pulau Jawa dan Bali.

Kebijakan ini sebagai upaya untuk menekan penyebaran wabah Corona dari tingkat terkecil, agar Indonesia terbebas Covid -19. 

“Dengan PPKM, Pemerintah berharap akan menekan kasus penularan yang ditimbulkan akibat periode libur panjang yang akan terlihat pada 2 hingga 3 minggu kedepannya,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dikutip dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (18/2). 

Satgas Penanganan Covid-19 optimis Indonesia bisa mengendalikan kasus dengan lebih baik. Hal ini didasarkan pada perkembangan penambahan kasus positif, kasus aktif, tingkat kesembuhan dan tingkat kematian. 

“Jika perkembangan indikator-indikator ini bergerak menuju arah yang positif, maka menjadi pertanda Indonesia dapat secara bertahap keluar dari pandemi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kebijakan PPKM Mikro sebagai upaya penguatan terhadap upaya 3T yaitu testing, tracing dan treatmnent secara bergotong royong guna meningkatkan kesembuhan dan mencegah penularan. 

Selain itu, Pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan, sehingga pelayanan yang diberikan kepada pasien secara maksimal. 

“Yang tak kalah penting, adalah dengan mengakselerasi program vaksinasi yang tengah berjalan dan memasuki tahap 2. Melalui program ini dapat terbentuk kekebalan komunitas atau herd immunity sehingga banyak masyarakat yang akan terlindungi dari Covid-19,” tuturnya .

Pemerintah juga telah mengantisipasi dampak akibat adanya libur panjang, dengan memastikan ketersediaan tempat tidur ,baik ruang ICU dan isolasi pada fasilitas-fasilitas kesehatan. 

“Untuk libur panjang yang akan datang, tetap akan dilakukan pembatasan kegiatan dan mobilitas untuk mencegah penularan,” tegasnya. [FIK]

]]> .
Pemerintah terus memperketat penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk Pulau Jawa dan Bali.

Kebijakan ini sebagai upaya untuk menekan penyebaran wabah Corona dari tingkat terkecil, agar Indonesia terbebas Covid -19. 

“Dengan PPKM, Pemerintah berharap akan menekan kasus penularan yang ditimbulkan akibat periode libur panjang yang akan terlihat pada 2 hingga 3 minggu kedepannya,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dikutip dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (18/2). 

Satgas Penanganan Covid-19 optimis Indonesia bisa mengendalikan kasus dengan lebih baik. Hal ini didasarkan pada perkembangan penambahan kasus positif, kasus aktif, tingkat kesembuhan dan tingkat kematian. 

“Jika perkembangan indikator-indikator ini bergerak menuju arah yang positif, maka menjadi pertanda Indonesia dapat secara bertahap keluar dari pandemi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kebijakan PPKM Mikro sebagai upaya penguatan terhadap upaya 3T yaitu testing, tracing dan treatmnent secara bergotong royong guna meningkatkan kesembuhan dan mencegah penularan. 

Selain itu, Pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan, sehingga pelayanan yang diberikan kepada pasien secara maksimal. 

“Yang tak kalah penting, adalah dengan mengakselerasi program vaksinasi yang tengah berjalan dan memasuki tahap 2. Melalui program ini dapat terbentuk kekebalan komunitas atau herd immunity sehingga banyak masyarakat yang akan terlindungi dari Covid-19,” tuturnya .

Pemerintah juga telah mengantisipasi dampak akibat adanya libur panjang, dengan memastikan ketersediaan tempat tidur ,baik ruang ICU dan isolasi pada fasilitas-fasilitas kesehatan. 

“Untuk libur panjang yang akan datang, tetap akan dilakukan pembatasan kegiatan dan mobilitas untuk mencegah penularan,” tegasnya. [FIK]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories