PPKM Mikro Dan Vaksinasi, Kunci Utama Pengendalian Covid Di Tanah Air

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme bahwa seluruh indikator pengendalian Covid-19, sudah menunjukkan perkembangan positif dalam sebulan terakhir. Terutama, sejak dijalankannya Program Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan program vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lansia, dan pelayanan publik.

Secara rinci, per 25 Maret 2021 total akumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 berjumlah 1.482.559 orang, positivity rate harian nasional 11,49 persen, kasus aktif nasional 8,45 persen (kasus aktif dunia dunia 17,06 persen), case fatality rate (CFR) nasional 2,70 persen (CFR dunia 2,20 persen), serta recovery rate (RR) nasional 88,85 persen (RR dunia 80,74 persen).

“Penurunan kurva kasus aktif nasional, baik secara jumlah maupun persentasenya, dan peningkatan tingkat kesembuhan, merupakan pengaruh positif dari pelaksanaan PPKM Mikro dalam 10 pekan,” jelas Airlangga dalam keterangannya, Jumat (26/3). 

Dalam perpanjangan PPKM Mikro periode 23 Maret s.d. 5 April 2021, jumlah provinsi yang menerapkan aturan tersebut bertambah menjadi 5. Yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

“Ke depannya, PPKM Mikro tentu akan terus kita tingkatkan. Sesuai arahan Presiden Jokowi, kriterianya akan diperketat lagi, dan akan terus ditambahkan kewilayahannya. Setelah 5 April, akan ditambahkan 5 provinsi lagi berdasarkan data-data yang ada,” katanya saat memberi keterangan pers terkait hasil Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Tindak Lanjut Program Vaksinasi, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/3).

Selanjutnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan, program vaksinasi akan menembus 10 juta orang penerima vaksin. Sehingga kecepatan harian dari tenaga vaksinasi di Indonesia sudah mendekati 500 ribu penyuntikan per hari.

Diharapkan, pada akhir Maret sampai April 2021, akan tersedia vaksin sekitar 15 juta dosis per bulannya. Kecepatan penyuntikannya akan menyesuaikan.

 

Melalui proyeksi dari hasil regresi data 3 minggu terakhir,  diprediksi tercapai 77.193.705 suntikan pada akhir Juni 2021. Sedangkan total suplai vaksin sampai Juni 2021, diproyeksi menjadi 92.734.971 dosis.

Untuk vaksin Gotong Royong (Sinopharm), diharapkan dapat dimulai digunakan untuk program vaksinasi pada April 2021, dan akan segera diundangkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Vaksinasi.

“Arahan Presiden, ini harus kita cari titik keseimbangannya. Supaya kita tidak kehilangan momentum, dari hasil yang sudah bagus. Atau penurunan kasus aktif karena Program PPKM Mikro dan Vaksinasi. Semoga, kasus aktif kita terus turun, dan tidak mengalami lonjakan kembali seperti yang terjadi di Eropa,” ujar Airlangga.

Ia pun mewanti-wanti seluruh kepala daerah dan tenaga kesehatan, agar fokus memberikan vaksinasi kepada para lansia, guna mengurangi CFR. Sebab, kasus meninggal dunia lebih banyak terjadi pada mereka yang berusia di atas 60 tahun. 

“Jika sebagian besar lansia sudah divaksinasi, penurunan kasus fatal secara maksimal bisa dicegah. Kepada semuanya yang sudah divaksinasi, tolong tetap jalankan protokol kesehatan 3M. Karena kita tetap bisa terkena, walaupun tidak akan parah. Serta masih bisa menularkan kepada orang lain yang belum divaksin,” tutupnya. [HES]

]]> Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme bahwa seluruh indikator pengendalian Covid-19, sudah menunjukkan perkembangan positif dalam sebulan terakhir. Terutama, sejak dijalankannya Program Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan program vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lansia, dan pelayanan publik.

Secara rinci, per 25 Maret 2021 total akumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 berjumlah 1.482.559 orang, positivity rate harian nasional 11,49 persen, kasus aktif nasional 8,45 persen (kasus aktif dunia dunia 17,06 persen), case fatality rate (CFR) nasional 2,70 persen (CFR dunia 2,20 persen), serta recovery rate (RR) nasional 88,85 persen (RR dunia 80,74 persen).

“Penurunan kurva kasus aktif nasional, baik secara jumlah maupun persentasenya, dan peningkatan tingkat kesembuhan, merupakan pengaruh positif dari pelaksanaan PPKM Mikro dalam 10 pekan,” jelas Airlangga dalam keterangannya, Jumat (26/3). 

Dalam perpanjangan PPKM Mikro periode 23 Maret s.d. 5 April 2021, jumlah provinsi yang menerapkan aturan tersebut bertambah menjadi 5. Yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

“Ke depannya, PPKM Mikro tentu akan terus kita tingkatkan. Sesuai arahan Presiden Jokowi, kriterianya akan diperketat lagi, dan akan terus ditambahkan kewilayahannya. Setelah 5 April, akan ditambahkan 5 provinsi lagi berdasarkan data-data yang ada,” katanya saat memberi keterangan pers terkait hasil Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Tindak Lanjut Program Vaksinasi, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/3).

Selanjutnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan, program vaksinasi akan menembus 10 juta orang penerima vaksin. Sehingga kecepatan harian dari tenaga vaksinasi di Indonesia sudah mendekati 500 ribu penyuntikan per hari.

Diharapkan, pada akhir Maret sampai April 2021, akan tersedia vaksin sekitar 15 juta dosis per bulannya. Kecepatan penyuntikannya akan menyesuaikan.

 

Melalui proyeksi dari hasil regresi data 3 minggu terakhir,  diprediksi tercapai 77.193.705 suntikan pada akhir Juni 2021. Sedangkan total suplai vaksin sampai Juni 2021, diproyeksi menjadi 92.734.971 dosis.

Untuk vaksin Gotong Royong (Sinopharm), diharapkan dapat dimulai digunakan untuk program vaksinasi pada April 2021, dan akan segera diundangkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Vaksinasi.

“Arahan Presiden, ini harus kita cari titik keseimbangannya. Supaya kita tidak kehilangan momentum, dari hasil yang sudah bagus. Atau penurunan kasus aktif karena Program PPKM Mikro dan Vaksinasi. Semoga, kasus aktif kita terus turun, dan tidak mengalami lonjakan kembali seperti yang terjadi di Eropa,” ujar Airlangga.

Ia pun mewanti-wanti seluruh kepala daerah dan tenaga kesehatan, agar fokus memberikan vaksinasi kepada para lansia, guna mengurangi CFR. Sebab, kasus meninggal dunia lebih banyak terjadi pada mereka yang berusia di atas 60 tahun. 

“Jika sebagian besar lansia sudah divaksinasi, penurunan kasus fatal secara maksimal bisa dicegah. Kepada semuanya yang sudah divaksinasi, tolong tetap jalankan protokol kesehatan 3M. Karena kita tetap bisa terkena, walaupun tidak akan parah. Serta masih bisa menularkan kepada orang lain yang belum divaksin,” tutupnya. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories