PPKM Darurat, Libur Idul Adha Hambali Lebaran Di Surabaya .

Libur Hari Raya Idul Adha yang menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, tapi tidak dapat dirasakan oleh gelandang Persebaya Surabaya, Hambali Tolib.

Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat Hambali memilih bertahan di Surabaya. Dia merasakan Idul Adha kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya karena kembali meningkatnya penyebaran virus Covid-19.

Eks pemain Persela Lamongan itu berharap dapat kembali bertemu dengan Idul Adha berikutnya, dapat kembali berkumpul bersama keluarga besarnya dan bisa menunaikan kurban.

“D sini (Surabaya), kesan lebaran Idul Adha ini sedikit berbeda dengan adanya situasi pandemi. Harapannya ke depan bisa terus bertemu dengan Idul Adha dan bisa diberi rezeki lebih, untuk berkurban,” ujar Hambali, Selasa (20/7).

 

Merasakan lebaran Idul Adha jauh dari keluarga, Hambali mengaku rindu dengan masakan khas daerah asalnya Makassar, Coto Makassar. Dimana menu tersebut selalu menjadi hidangan utama saat berkumpul bersama keluarga merayakan lebaran.

“Coto Makassar, enggak ada yang lain. Karena itu makanan khas orang-orang Makassar jadi setiap hari raya pasti ada,” ujar pemain berusia 21 tahun itu.

Selama di Surabaya, Hambali tetap menjaga kondisi kesehatan tubuhnya dengan melakukan latihan mandiri.

“Selain latihan mandiri, selama aktivitas tim diliburkan selama 3 hari, saya juga menjaga pola makan agar kondisi tubuh tetap ideal,” ujar Hambali [WUR]

]]> .
Libur Hari Raya Idul Adha yang menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, tapi tidak dapat dirasakan oleh gelandang Persebaya Surabaya, Hambali Tolib.

Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat Hambali memilih bertahan di Surabaya. Dia merasakan Idul Adha kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya karena kembali meningkatnya penyebaran virus Covid-19.

Eks pemain Persela Lamongan itu berharap dapat kembali bertemu dengan Idul Adha berikutnya, dapat kembali berkumpul bersama keluarga besarnya dan bisa menunaikan kurban.

“D sini (Surabaya), kesan lebaran Idul Adha ini sedikit berbeda dengan adanya situasi pandemi. Harapannya ke depan bisa terus bertemu dengan Idul Adha dan bisa diberi rezeki lebih, untuk berkurban,” ujar Hambali, Selasa (20/7).

 

Merasakan lebaran Idul Adha jauh dari keluarga, Hambali mengaku rindu dengan masakan khas daerah asalnya Makassar, Coto Makassar. Dimana menu tersebut selalu menjadi hidangan utama saat berkumpul bersama keluarga merayakan lebaran.

“Coto Makassar, enggak ada yang lain. Karena itu makanan khas orang-orang Makassar jadi setiap hari raya pasti ada,” ujar pemain berusia 21 tahun itu.

Selama di Surabaya, Hambali tetap menjaga kondisi kesehatan tubuhnya dengan melakukan latihan mandiri.

“Selain latihan mandiri, selama aktivitas tim diliburkan selama 3 hari, saya juga menjaga pola makan agar kondisi tubuh tetap ideal,” ujar Hambali [WUR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories