Post Title

Produsen dalam negeri menyambut gembira seruan Presiden Jokowi yang meminta pemerintah pusat hingga daerah membeli produk dalam negeri demi mencapai ketahanan alat kesehatan. Managing Director & SVP idsMED Indonesia, Ramli Laukaban, mengatakan seruan tersebut menjadi angin segar di tengah membanjirnya produk impor. Menurutnya, kebijakan Jokowi tersebut akan menciptakan nilai tambah dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Ramli menyebut, di sektor alat kesehatan, produsen Tanah Air yang benar-benar memproduksi alat kesehatan secara end to end masih sangat jarang, bahkan terbilang langka. Realitas ini menjadi peluang bagi produsen dalam negeri dalam menciptakan ekosistem, sekaligus memutus ketergantungan Indonesia akan alat kesehatan impor dan meningkatkan daya saing produk alat kesehatan Indonesia.

“Tentu saja kabar ini disambut baik produsen dalam negeri. Karena akan memicu investasi dari peningkatan kapasitas produksi pabrik dan juga perluasan lapangan kerja,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (29/6).

Sebagai perusahaan supply chain alat kesehatan terintegrasi di Asia, idsMED merespons seruan tersebut dengan bekerja sama dengan PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) meluncurkan berbagai rangkaian produk alat kesehatan. Bersama ASKI, idsMED berupaya membangun ekosistem sekaligus menghasilkan produk alat kesehatan yang tidak sekadar memiliki standar kualitas internasional dan layak jual, namun juga dengan harga yang terjangkau sehingga mampu bersaing dengan produk impor.

Ramli memaparkan, dalam waktu dekat, idsMED dan ASKI akan meluncurkan paket antropometri atau alat pengukuran fisik manusia. Di antaranya, medical digital flat scale, digital baby scale, infantometer, stadiometer dan measuring tape. Seluruh alat kesehatan tersebut diproduksi di dalam negeri, mulai dari tahap research and development (RnD), produksi, pengemasan, pemasaran, hingga distribusi.

“Jadi, manakala kembali terjadi pandemi, Indonesia sudah mandiri dan tidak tergantung dengan produk alat kesehatan impor. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan industri lainnya dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” imbuhnya.

Ramli menambahkan, kedua perusahaan ini berharap, kerja sama tersebut akan menjadikan mereka pelopor produksi alat antropometri dalam negeri dengan kualitas ekspor. Melalui jejaring idsMED di berbagai negara di Asia, produk alat kesehatan yang dihasilkan juga akan diekspor ke luar negeri.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung kemandirian dan ketahanan alat kesehatan dalam degeri di bidang kesehatan ibu dan anak (KIA). Terlebih, produsen alat kesehatan khusus ibu dan anak masih sangat jarang ditemui.

“Selain itu, juga sebagai bentuk kontribusi kami dalam upaya percepatan pencegahan anak kerdil atau stunting. Saya optimistis, kerja sama ini akan memberi dampak luas, tidak hanya secara ekonomi, namun juga terhadap program pembangunan kesehatan ibu dan anak di Indonesia,” tambah dia.

Presiden Direktur PT Astra Komponen Indonesia, Prihantanto Agung Lesmono, mengatakan berbagai alat kesehatan ibu dan anak yang diproduksi tidak hanya diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan dalam negeri, namun juga bereorientasi ekspor. “Kami ingin berkontribusi dalam menaikkan rasio ekspor Indonesia,” terangnya.

Dengan begitu, kata Prihantanto, efek domino berupa penerimaan pajak, penyerapan tenaga kerja, dan efek ekonomi lainnya yang bisa mencatatkan hasil positif bisa diwujudkan. “Keberadaan alat-alat kesehatan dalam negeri yang berkualitas juga akan mendorong pemerataan kesehatan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” pungkasnya.■

]]> Produsen dalam negeri menyambut gembira seruan Presiden Jokowi yang meminta pemerintah pusat hingga daerah membeli produk dalam negeri demi mencapai ketahanan alat kesehatan. Managing Director & SVP idsMED Indonesia, Ramli Laukaban, mengatakan seruan tersebut menjadi angin segar di tengah membanjirnya produk impor. Menurutnya, kebijakan Jokowi tersebut akan menciptakan nilai tambah dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Ramli menyebut, di sektor alat kesehatan, produsen Tanah Air yang benar-benar memproduksi alat kesehatan secara end to end masih sangat jarang, bahkan terbilang langka. Realitas ini menjadi peluang bagi produsen dalam negeri dalam menciptakan ekosistem, sekaligus memutus ketergantungan Indonesia akan alat kesehatan impor dan meningkatkan daya saing produk alat kesehatan Indonesia.

“Tentu saja kabar ini disambut baik produsen dalam negeri. Karena akan memicu investasi dari peningkatan kapasitas produksi pabrik dan juga perluasan lapangan kerja,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (29/6).

Sebagai perusahaan supply chain alat kesehatan terintegrasi di Asia, idsMED merespons seruan tersebut dengan bekerja sama dengan PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) meluncurkan berbagai rangkaian produk alat kesehatan. Bersama ASKI, idsMED berupaya membangun ekosistem sekaligus menghasilkan produk alat kesehatan yang tidak sekadar memiliki standar kualitas internasional dan layak jual, namun juga dengan harga yang terjangkau sehingga mampu bersaing dengan produk impor.

Ramli memaparkan, dalam waktu dekat, idsMED dan ASKI akan meluncurkan paket antropometri atau alat pengukuran fisik manusia. Di antaranya, medical digital flat scale, digital baby scale, infantometer, stadiometer dan measuring tape. Seluruh alat kesehatan tersebut diproduksi di dalam negeri, mulai dari tahap research and development (RnD), produksi, pengemasan, pemasaran, hingga distribusi.

“Jadi, manakala kembali terjadi pandemi, Indonesia sudah mandiri dan tidak tergantung dengan produk alat kesehatan impor. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan industri lainnya dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” imbuhnya.

Ramli menambahkan, kedua perusahaan ini berharap, kerja sama tersebut akan menjadikan mereka pelopor produksi alat antropometri dalam negeri dengan kualitas ekspor. Melalui jejaring idsMED di berbagai negara di Asia, produk alat kesehatan yang dihasilkan juga akan diekspor ke luar negeri.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung kemandirian dan ketahanan alat kesehatan dalam degeri di bidang kesehatan ibu dan anak (KIA). Terlebih, produsen alat kesehatan khusus ibu dan anak masih sangat jarang ditemui.

“Selain itu, juga sebagai bentuk kontribusi kami dalam upaya percepatan pencegahan anak kerdil atau stunting. Saya optimistis, kerja sama ini akan memberi dampak luas, tidak hanya secara ekonomi, namun juga terhadap program pembangunan kesehatan ibu dan anak di Indonesia,” tambah dia.

Presiden Direktur PT Astra Komponen Indonesia, Prihantanto Agung Lesmono, mengatakan berbagai alat kesehatan ibu dan anak yang diproduksi tidak hanya diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan dalam negeri, namun juga bereorientasi ekspor. “Kami ingin berkontribusi dalam menaikkan rasio ekspor Indonesia,” terangnya.

Dengan begitu, kata Prihantanto, efek domino berupa penerimaan pajak, penyerapan tenaga kerja, dan efek ekonomi lainnya yang bisa mencatatkan hasil positif bisa diwujudkan. “Keberadaan alat-alat kesehatan dalam negeri yang berkualitas juga akan mendorong pemerataan kesehatan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” pungkasnya.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories