Post Title

Himpunan Lora Madura (HILMA) bersama dengan 2000 Ulama dan Kiai se-Madura mendeklarasikan dukungan kepada  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029.

Dalam rangkaian deklarasi, mereka juga menggelar Istigosah Kebangsaan dalam rangka mendukung dan mendoakan Ganjar Pranowo agar sukses menjadi Presiden 2024. Deklarasi diadakan di Pondok Pesantren Abu Syamsuddin, Dusun Batu Ampar, Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur.

Menurut Ketua Umum Hilma, KH Jakfar Shodiq Fauzi, Ganjar didukung karena merupakan figur pemimpin yang sederhana dan kuat. Ganjar juga diakui dekat dengan alim ulama dan umat Islam.

Salah satu buktinya yaitu Ganjar menggandeng H. Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, putra dari KH Maimun Zubair untuk dijadikan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

“Dia cinta dan dekat dengan ulama. Insya Allah Kiai dan Ulama se-Madura suka dengan beliau, karena di Madura, sekitar 60 persen adalah alumni atau pernah belajar ke Mbah Maimoen,” kata Jakfar usai deklarasi di Ponpes Abu Syamsudin, Sabtu (25/6).

Menurut Jakfar, Ganjar merupakan sosok yang punya ketegasan sikap terhadap kelompok radikal intoleran, serta komitmen terhadap Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Jakfar pun menyatakan, Hilma dan forum silaturahmi Ulama dan Kiai Madura telah siap mengawal dan memenangkan Ganjar sebagai Presiden Indonesia.

“Mendorong partai politik untuk mendengarkan aspirasi ulama dan kiai dalam mengusung capres demi Indonesia yang lebih baik,” tegas Jakfar dalam sambutannya.

Menurut dia, Ulama dan Kiai yang hadir sebanyak 2000 orang. Mereka perwakilan dari Ulama, Kiai dan Lora se-Madura. “Yang hadir ulama, kiai, lora, santri dan masyarakat, ada 2000 lebih,” ucapnya.

Jakpar menjelaskan, Madura adalah nama pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Pulau Madura terbagi menjadi empat wilayah yaitu Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan dan Kab. Sumenep.

Sementara Lora, merupakan istilah di Pulau Madura, bisa diartikan sebagai anak seorang Kiai atau Gus apabila di Pulau Jawa. Deklarasi dukungan dibacakan dan dipandu oleh pengasuh Ponpes Abu Syamsuddin Batu Ampar, Kiai Hambali Mawardi.

Dalam deklarasi, Hilma dan ribuan Ulama serta Kiai mengajak kepada masyarakat Indonesia khususnya Madura yang cinta Bhneka Tunggal Ika dan Pancasila, untuk memenangkan Ganjar dalam Pilpres 2024.

“Menghimbau kepada tokoh masyarakat, khususnya, Ulama, Kiai dan Lora untuk mensosialisaikan dan memenangkan Ganjar,” ujar Hambali, yang diikuti peserta deklarasi.

Sementara Kiai dan ulama yang hadir dalam deklarasi diantaranya, Kiai Umar dari PP Al Fatih, Labang, Bangkalan. KH Abdul Hannan dari Ponpes Al Ihsani, Labang Bangkalan. Kemudian, KH Madzkur, pengasuh Ponpes Annajah Guluk-Guluk, Kab. Sumenep. Ia dalam kegiatan itu membuka acara.

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidul Quran Al Ibrohimi, Basoka, Kab. Sumenep KH Mohammad Mawardi. Dalam acara sebagai pemimpin istighasah.

Sementara doa penutup ialah KH Mohammad Rofiq Zaini selaku Pimpinan Majelis Dzikir Nur Alif, Klaba’an, Guluk-Guluk, Sumenep.  Lalu, KH. Abdul Wafi Abdul Bar dari Ponpes Wahediyah, Gunung Perahu, Omben, Kabupaten Sampang, dan KH. Madzkur selaku Pengasuh PP. Annajah, Sumenep. ■

]]> Himpunan Lora Madura (HILMA) bersama dengan 2000 Ulama dan Kiai se-Madura mendeklarasikan dukungan kepada  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029.

Dalam rangkaian deklarasi, mereka juga menggelar Istigosah Kebangsaan dalam rangka mendukung dan mendoakan Ganjar Pranowo agar sukses menjadi Presiden 2024. Deklarasi diadakan di Pondok Pesantren Abu Syamsuddin, Dusun Batu Ampar, Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur.

Menurut Ketua Umum Hilma, KH Jakfar Shodiq Fauzi, Ganjar didukung karena merupakan figur pemimpin yang sederhana dan kuat. Ganjar juga diakui dekat dengan alim ulama dan umat Islam.

Salah satu buktinya yaitu Ganjar menggandeng H. Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, putra dari KH Maimun Zubair untuk dijadikan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

“Dia cinta dan dekat dengan ulama. Insya Allah Kiai dan Ulama se-Madura suka dengan beliau, karena di Madura, sekitar 60 persen adalah alumni atau pernah belajar ke Mbah Maimoen,” kata Jakfar usai deklarasi di Ponpes Abu Syamsudin, Sabtu (25/6).

Menurut Jakfar, Ganjar merupakan sosok yang punya ketegasan sikap terhadap kelompok radikal intoleran, serta komitmen terhadap Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Jakfar pun menyatakan, Hilma dan forum silaturahmi Ulama dan Kiai Madura telah siap mengawal dan memenangkan Ganjar sebagai Presiden Indonesia.

“Mendorong partai politik untuk mendengarkan aspirasi ulama dan kiai dalam mengusung capres demi Indonesia yang lebih baik,” tegas Jakfar dalam sambutannya.

Menurut dia, Ulama dan Kiai yang hadir sebanyak 2000 orang. Mereka perwakilan dari Ulama, Kiai dan Lora se-Madura. “Yang hadir ulama, kiai, lora, santri dan masyarakat, ada 2000 lebih,” ucapnya.

Jakpar menjelaskan, Madura adalah nama pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Pulau Madura terbagi menjadi empat wilayah yaitu Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan dan Kab. Sumenep.

Sementara Lora, merupakan istilah di Pulau Madura, bisa diartikan sebagai anak seorang Kiai atau Gus apabila di Pulau Jawa. Deklarasi dukungan dibacakan dan dipandu oleh pengasuh Ponpes Abu Syamsuddin Batu Ampar, Kiai Hambali Mawardi.

Dalam deklarasi, Hilma dan ribuan Ulama serta Kiai mengajak kepada masyarakat Indonesia khususnya Madura yang cinta Bhneka Tunggal Ika dan Pancasila, untuk memenangkan Ganjar dalam Pilpres 2024.

“Menghimbau kepada tokoh masyarakat, khususnya, Ulama, Kiai dan Lora untuk mensosialisaikan dan memenangkan Ganjar,” ujar Hambali, yang diikuti peserta deklarasi.

Sementara Kiai dan ulama yang hadir dalam deklarasi diantaranya, Kiai Umar dari PP Al Fatih, Labang, Bangkalan. KH Abdul Hannan dari Ponpes Al Ihsani, Labang Bangkalan. Kemudian, KH Madzkur, pengasuh Ponpes Annajah Guluk-Guluk, Kab. Sumenep. Ia dalam kegiatan itu membuka acara.

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidul Quran Al Ibrohimi, Basoka, Kab. Sumenep KH Mohammad Mawardi. Dalam acara sebagai pemimpin istighasah.

Sementara doa penutup ialah KH Mohammad Rofiq Zaini selaku Pimpinan Majelis Dzikir Nur Alif, Klaba’an, Guluk-Guluk, Sumenep.  Lalu, KH. Abdul Wafi Abdul Bar dari Ponpes Wahediyah, Gunung Perahu, Omben, Kabupaten Sampang, dan KH. Madzkur selaku Pengasuh PP. Annajah, Sumenep. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories