Posko PPDB SMA 70 Jakarta Tampung Aduan Adminduk Hingga Sistem Berhenti Sementara

Mulai Senin (7/6) dimulai Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) wilayah DKI Jakarta tahun ajaran 2021/2022 untuk jalur prestasi akademik dan non-akademik jenjang SMP, SMA, serta SMK. Sedangkan untuk jenjang SD mulai dibuka untuk jalur afirmasi prioritas I.

Ada empat jalur pendaftaran yang dibuka meliputi jalur prestasi, afirmasi, zonasi, serta perpindahan tugas orang tua dan anak guru. Sayangnya, banyak kendala dalam pelaksanaan PPDB. Dari mulai situs pendaftaran yang lemot, hingga data Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang tak sesuai.

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan 2 mencatat data Adminduk yang tidak sesuai menjadi salah satu kendala yang dikeluhkan orang tua maupun siswa di posko pelayanan PPDB.

“Misalnya terkait Dukcapil karena ada salah nama, NIK, alamat tidak sinkron, kadang KK tidak sama dengan ijazah,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan 2 A Rachem di Posko PPDB Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/6).

Untuk itu, petugas Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersiaga di Posko PPDB 2021 yang terletak di SMA 70 Jakarta untuk menangani masalah Adminduk ini.

Selain persoalan data Adminduk, pengaduan terkait pengajuan akun PPDB 2021 yang dihentikan sementara karena optimalisasi sistem.

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan 2 mencatat, pengaduan di posko pada hari pertama atau Senin (7/6) mencapai 71 orang yang hadir langsung, 164 pengaduan melalui pesan aplikasi WhatsApp, dan 241 pengaduan melalui telepon.

Sedangkan hari kedua ini, posko yang dibuka mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, tercatat sejumlah puluhan orang tua yang mendatangi posko hingga pukul 11.30 WIB.

Salah satu orang tua calon peserta didik baru, Maulana mengatakan, ia mendatangi posko karena ada perbedaan alamat saat ini. Saat ini, ia menjadi warga di Kelurahan Cipedak. Sebelumnya ia merupakan warga Ciganjur, meski masih berada dalam satu kecamatan, Jagakarsa.

“Solusinya anak saya sekolah di daerah yang dulu sesuai yang terdaftar di Dinas Pendidikan, nanti kalau sudah tengah semester baru bisa ajukan pindah,” ungkapnya.

Orang tua dan wali calon peserta didik lainnya mengadukan data yang berbeda dalam Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir hingga jenis kelamin.

“Posko ini cukup membantu, tadi udah dilakukan penyelesaian dari Dinas Pendidikan dan dicocokkan kembali,” kata orang tua yang mengadu di posko ini.

Sebagai informasi, berdasarkan data Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan 2, jumlah SD di wilayah itu mencapai 149 dengan daya tampung mencapai 9.856 orang. Untuk jenjang SMP mencapai 34 sekolah dengan daya 8.388 orang, SMA ada 13 sekolah dengan daya tampung 3.656. Serta SMK ada 10 sekolah daya tampung 2.880 orang. [FAQ]

]]> Mulai Senin (7/6) dimulai Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) wilayah DKI Jakarta tahun ajaran 2021/2022 untuk jalur prestasi akademik dan non-akademik jenjang SMP, SMA, serta SMK. Sedangkan untuk jenjang SD mulai dibuka untuk jalur afirmasi prioritas I.

Ada empat jalur pendaftaran yang dibuka meliputi jalur prestasi, afirmasi, zonasi, serta perpindahan tugas orang tua dan anak guru. Sayangnya, banyak kendala dalam pelaksanaan PPDB. Dari mulai situs pendaftaran yang lemot, hingga data Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang tak sesuai.

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan 2 mencatat data Adminduk yang tidak sesuai menjadi salah satu kendala yang dikeluhkan orang tua maupun siswa di posko pelayanan PPDB.

“Misalnya terkait Dukcapil karena ada salah nama, NIK, alamat tidak sinkron, kadang KK tidak sama dengan ijazah,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan 2 A Rachem di Posko PPDB Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/6).

Untuk itu, petugas Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersiaga di Posko PPDB 2021 yang terletak di SMA 70 Jakarta untuk menangani masalah Adminduk ini.

Selain persoalan data Adminduk, pengaduan terkait pengajuan akun PPDB 2021 yang dihentikan sementara karena optimalisasi sistem.

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan 2 mencatat, pengaduan di posko pada hari pertama atau Senin (7/6) mencapai 71 orang yang hadir langsung, 164 pengaduan melalui pesan aplikasi WhatsApp, dan 241 pengaduan melalui telepon.

Sedangkan hari kedua ini, posko yang dibuka mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, tercatat sejumlah puluhan orang tua yang mendatangi posko hingga pukul 11.30 WIB.

Salah satu orang tua calon peserta didik baru, Maulana mengatakan, ia mendatangi posko karena ada perbedaan alamat saat ini. Saat ini, ia menjadi warga di Kelurahan Cipedak. Sebelumnya ia merupakan warga Ciganjur, meski masih berada dalam satu kecamatan, Jagakarsa.

“Solusinya anak saya sekolah di daerah yang dulu sesuai yang terdaftar di Dinas Pendidikan, nanti kalau sudah tengah semester baru bisa ajukan pindah,” ungkapnya.

Orang tua dan wali calon peserta didik lainnya mengadukan data yang berbeda dalam Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir hingga jenis kelamin.

“Posko ini cukup membantu, tadi udah dilakukan penyelesaian dari Dinas Pendidikan dan dicocokkan kembali,” kata orang tua yang mengadu di posko ini.

Sebagai informasi, berdasarkan data Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan 2, jumlah SD di wilayah itu mencapai 149 dengan daya tampung mencapai 9.856 orang. Untuk jenjang SMP mencapai 34 sekolah dengan daya 8.388 orang, SMA ada 13 sekolah dengan daya tampung 3.656. Serta SMK ada 10 sekolah daya tampung 2.880 orang. [FAQ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories