Posko Karaoke

Permintaan Satgas Penanganan Covid-19 untuk membentuk Pos Komando (Posko) di desa-desa dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro sudah mulai terealisasi di berbagai daerah. Tidak terkecuali di desa tempat saya tinggal.

Letaknya tidak jauh dari rumah saya atau tepatnya di Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Posko cukup strategis karena berdiri persis di pinggir jalan yang sering dilalui warga yang hendak menuju ke Stasiun Bojong Gede.

Lokasi yang digunakan bukan lapangan atau balai milik desa, tapi di rumah warga. Kebetulan, rumah yang juga bengkel motor itu memang selalu digunakan untuk tempat berkumpul khususnya oleh pengurus RW.

Dari tampilannya, Posko terlihat cukup mewah dengan ukuran yang lumayan besar. Menggunakan perlengkapan tenda yang biasa digunakan untuk resepsi pernikahan, Posko layaknya tempat kondangan. Cukup komplit karena dilengkapi juga dengan pengeras suara.

Namun entah karena baru didirikan atau hal lain, Posko Covid-19 di desa saya layaknya tempat karaoke saja. Bahkan sudah hampir jam 11 malam masih terdengar orang yang bernyanyi dari Posko memakai pengeras suara.

Hal ini tentu disayangkan. Karena bukan saja mengganggu warga sekitar tetapi juga melenceng jauh dari tujuan awal pembentukan Posko Covid-19 di desa.

Berdasarkan pernyataan Satgas Penanganan Covid-19, tujuan dari pendirian Posko yaitu untuk melakukan pemantauan, pengendalian, evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di tingkat mikro, khususnya selama PPKM Mikro. Bukan tempat karaoke.

Kalau baru didirikan saja sudah melenceng dari tujuan awal, bagaimana kedepannya. Pengawasan dari Satgas Penanganan Covid-19 harus diperketat agar fungsi dari Posko bisa efektif dan tidak terkesan hanya menghamburkan anggaran. [Alfian Sidik/Wartawan Rakyat Merdeka]

]]> Permintaan Satgas Penanganan Covid-19 untuk membentuk Pos Komando (Posko) di desa-desa dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro sudah mulai terealisasi di berbagai daerah. Tidak terkecuali di desa tempat saya tinggal.

Letaknya tidak jauh dari rumah saya atau tepatnya di Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Posko cukup strategis karena berdiri persis di pinggir jalan yang sering dilalui warga yang hendak menuju ke Stasiun Bojong Gede.

Lokasi yang digunakan bukan lapangan atau balai milik desa, tapi di rumah warga. Kebetulan, rumah yang juga bengkel motor itu memang selalu digunakan untuk tempat berkumpul khususnya oleh pengurus RW.

Dari tampilannya, Posko terlihat cukup mewah dengan ukuran yang lumayan besar. Menggunakan perlengkapan tenda yang biasa digunakan untuk resepsi pernikahan, Posko layaknya tempat kondangan. Cukup komplit karena dilengkapi juga dengan pengeras suara.

Namun entah karena baru didirikan atau hal lain, Posko Covid-19 di desa saya layaknya tempat karaoke saja. Bahkan sudah hampir jam 11 malam masih terdengar orang yang bernyanyi dari Posko memakai pengeras suara.

Hal ini tentu disayangkan. Karena bukan saja mengganggu warga sekitar tetapi juga melenceng jauh dari tujuan awal pembentukan Posko Covid-19 di desa.

Berdasarkan pernyataan Satgas Penanganan Covid-19, tujuan dari pendirian Posko yaitu untuk melakukan pemantauan, pengendalian, evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di tingkat mikro, khususnya selama PPKM Mikro. Bukan tempat karaoke.

Kalau baru didirikan saja sudah melenceng dari tujuan awal, bagaimana kedepannya. Pengawasan dari Satgas Penanganan Covid-19 harus diperketat agar fungsi dari Posko bisa efektif dan tidak terkesan hanya menghamburkan anggaran. [Alfian Sidik/Wartawan Rakyat Merdeka]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories