Positivity Rate 27,90 Persen Kasus Positif Turun Drastis Sampai 6.765, Kasus Suspek Nambah 6.803

Total kasus positif Covid-19 per hari ini, Minggu (14/2) kini telah mencapai 1.217.468. Atau naik 6.765 kasus dibanding kemarin.

Kenaikan jumlah kasus ini, adalah yang terkecil di sepanjang tahun 2021. Tertinggi, dibukukan pada 16 Januari 2021, dengan angka 14.224.

Jumlah kasus baru sebanyak 6.765, diperoleh dari hasil uji PCR terhadap 35.894 spesimen dari 24.250 orang yang dites. Hingga saat ini, pemerintah telah melakukan uji PCR terhadap 10.061.418 spesimen dari 6.676.123 orang yang dites.

Dari data tersebut, dapat dihitung nilai persentase kasus positif atau positivity rate, yang besarnya 27,90 persen. Angka ini nyaris 6 kali lipat dibanding standar maksimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang cuma dipatok 5 persen.

Dari jumlah kasus terkonfirmasi, tercatat 159.012 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Atau turun 2.719 kasus, dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, hari ini tembus ke angka 1.025.273. Bertambah 9.237 orang dibanding data Sabtu (13/3), dengan tingkat kesembuhan 84,2 persen.

Sementara kasus suspek, ada di angka 86.456. Atau bertambah 6.803 dibanding kemarin. 

 

Seseorang dapat disebut sebagai suspek Covid-19 jika memiliki salah satu atau beberapa kriteria berikut ini:

a. Mengalami gejala infeksi saluran pernapasan (ISPA), seperti demam atau riwayat demam dengan suhu di atas 38 derajat Celsius dan salah satu gejala penyakit pernapasan, seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, dan pilek.

b. Memiliki riwayat kontak dengan orang yang termasuk kategori probable atau justru sudah terkonfirmasi menderita Covid-19 dalam waktu 14 hari terakhir.

c. Menderita infeksi saluran pernapasan (ISPA) dengan gejala berat, dan perlu menjalani perawatan di rumah sakit tanpa penyebab yang spesifik.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid, naik 247 menjadi 33.183 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Dari gambaran angka-angka tersebut, dapat diperoleh kesimpulan bahwa situasi pandemi masih jauh dari aman. Masih terjadi penularan yang masif di tengah masyarakat.

Karena itu, kombinasi vaksinasi Covid-19 dan kedisiplinan seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan 5M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu akan sangat membantu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Dari sisi pemerintah, upaya 3T: testing (pengujian), tracing (pelacakan kontak), dan treatment (pengobatan atau perawatan) juga harus terus digencarkan. [HES]

]]> Total kasus positif Covid-19 per hari ini, Minggu (14/2) kini telah mencapai 1.217.468. Atau naik 6.765 kasus dibanding kemarin.

Kenaikan jumlah kasus ini, adalah yang terkecil di sepanjang tahun 2021. Tertinggi, dibukukan pada 16 Januari 2021, dengan angka 14.224.

Jumlah kasus baru sebanyak 6.765, diperoleh dari hasil uji PCR terhadap 35.894 spesimen dari 24.250 orang yang dites. Hingga saat ini, pemerintah telah melakukan uji PCR terhadap 10.061.418 spesimen dari 6.676.123 orang yang dites.

Dari data tersebut, dapat dihitung nilai persentase kasus positif atau positivity rate, yang besarnya 27,90 persen. Angka ini nyaris 6 kali lipat dibanding standar maksimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang cuma dipatok 5 persen.

Dari jumlah kasus terkonfirmasi, tercatat 159.012 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Atau turun 2.719 kasus, dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, hari ini tembus ke angka 1.025.273. Bertambah 9.237 orang dibanding data Sabtu (13/3), dengan tingkat kesembuhan 84,2 persen.

Sementara kasus suspek, ada di angka 86.456. Atau bertambah 6.803 dibanding kemarin. 

 

Seseorang dapat disebut sebagai suspek Covid-19 jika memiliki salah satu atau beberapa kriteria berikut ini:

a. Mengalami gejala infeksi saluran pernapasan (ISPA), seperti demam atau riwayat demam dengan suhu di atas 38 derajat Celsius dan salah satu gejala penyakit pernapasan, seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, dan pilek.

b. Memiliki riwayat kontak dengan orang yang termasuk kategori probable atau justru sudah terkonfirmasi menderita Covid-19 dalam waktu 14 hari terakhir.

c. Menderita infeksi saluran pernapasan (ISPA) dengan gejala berat, dan perlu menjalani perawatan di rumah sakit tanpa penyebab yang spesifik.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid, naik 247 menjadi 33.183 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Dari gambaran angka-angka tersebut, dapat diperoleh kesimpulan bahwa situasi pandemi masih jauh dari aman. Masih terjadi penularan yang masif di tengah masyarakat.

Karena itu, kombinasi vaksinasi Covid-19 dan kedisiplinan seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan 5M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu akan sangat membantu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Dari sisi pemerintah, upaya 3T: testing (pengujian), tracing (pelacakan kontak), dan treatment (pengobatan atau perawatan) juga harus terus digencarkan. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories