Positivity Rate 22,58 Persen Kasus Positif Naik 8.700, Pasien Dirawat Berkurang 1.937

Total kasus positif Covid-19 di Tanah Air pada hari ini, Selasa (9/2) dilaporkan mencapai 1.174.779. Atau naik 8.700 dibanding kemarin.

Jumlah kasus harian sebanyak 8.700 ini diperoleh dari hasil uji PCR terhadap 67.888 pesimen, yang diambil dari 38.528 orang.

Rata-rata spesimen yang diuji PCR dalam sepekan terakhir berjumlah 61.903 dari 39.834 orang. Dan sejak pandemi Covid berjangkit di Tanah Air, total spesimen yang telah diuji PCR berjumlah 9.791.928, dari 6.512.126 orang yang dites.

Dari angka tersebut, dapat dihitung nilai persentase kasus positif (positivity rate), yang besarnya 22,58 persen. Caranya, dengan membagi jumlah kasus harian dengan jumlah orang yang dites pada hari tersebut, kemudian dikalikan 100.

Angka 22,58 persen ini melebihi 4 kali lipat standar maksimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang besarnya hanya 5 persen. Ini artinya, penularan Covid-19 di tengah masyarakat, berlangsung masif.

Namun, angka ini lebih rendah dibanding positivity rate kemarin, yang mencapai 29,42 persen.

Sementara dalam sepekan terakhir, rata-rata positivity rate ada di angka 18,04 persen atau nyaris 4 kali lipat standar maksimal WHO.

Dari total terkonfirmasi, tercatat 169.351 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Berkurang 1.937 kasus dibanding data Senin (8/2).

Untuk kasus sembuh, hari ini bertambah 10.424, sehingga totalnya menjadi 973.452 dengan tingkat kesembuhan 82,9 persen.

Sementara kasus suspek, kini ada di angka 77.086. Atau berkurang 515, dibanding data Senin (8/2). Sedangkan jumlah kasus kematian akibat Covid, bertambah 213 menjadi 31.976 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Di tengah situasi ini, kita harus terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Ditambah menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas yang tak perlu.

Sementara pemerintah, harus terus masif menjalankan 3T: testing (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan/perawatan). 

Jika 3M dan 3T ini konsisten dijalankan dengan baik bersama program vaksinasi Covid-19, maka mata rantai penularan Covid akan lebih mudah diputuskan. [HES]

]]> Total kasus positif Covid-19 di Tanah Air pada hari ini, Selasa (9/2) dilaporkan mencapai 1.174.779. Atau naik 8.700 dibanding kemarin.

Jumlah kasus harian sebanyak 8.700 ini diperoleh dari hasil uji PCR terhadap 67.888 pesimen, yang diambil dari 38.528 orang.

Rata-rata spesimen yang diuji PCR dalam sepekan terakhir berjumlah 61.903 dari 39.834 orang. Dan sejak pandemi Covid berjangkit di Tanah Air, total spesimen yang telah diuji PCR berjumlah 9.791.928, dari 6.512.126 orang yang dites.

Dari angka tersebut, dapat dihitung nilai persentase kasus positif (positivity rate), yang besarnya 22,58 persen. Caranya, dengan membagi jumlah kasus harian dengan jumlah orang yang dites pada hari tersebut, kemudian dikalikan 100.

Angka 22,58 persen ini melebihi 4 kali lipat standar maksimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang besarnya hanya 5 persen. Ini artinya, penularan Covid-19 di tengah masyarakat, berlangsung masif.

Namun, angka ini lebih rendah dibanding positivity rate kemarin, yang mencapai 29,42 persen.

Sementara dalam sepekan terakhir, rata-rata positivity rate ada di angka 18,04 persen atau nyaris 4 kali lipat standar maksimal WHO.

Dari total terkonfirmasi, tercatat 169.351 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Berkurang 1.937 kasus dibanding data Senin (8/2).

Untuk kasus sembuh, hari ini bertambah 10.424, sehingga totalnya menjadi 973.452 dengan tingkat kesembuhan 82,9 persen.

Sementara kasus suspek, kini ada di angka 77.086. Atau berkurang 515, dibanding data Senin (8/2). Sedangkan jumlah kasus kematian akibat Covid, bertambah 213 menjadi 31.976 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Di tengah situasi ini, kita harus terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Ditambah menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas yang tak perlu.

Sementara pemerintah, harus terus masif menjalankan 3T: testing (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan/perawatan). 

Jika 3M dan 3T ini konsisten dijalankan dengan baik bersama program vaksinasi Covid-19, maka mata rantai penularan Covid akan lebih mudah diputuskan. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories