Popularitasnya Terkerek AHY Raih Berkah Di Balik Musibah

Di saat Partai Demokrat yang dipimpinnya sedang dilanda musibah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) justru dapat berkah. Popularitas dan elektabilitas Ketum Demokrat itu, sedikit demi sedikit, mulai terkerek naik.

Sebelum Demokrat dilanda badai kongres luar bisa (KLB), elektabilitas AHY belum terlalu diperhitungkan. Dalam berbagai survei, AHY selalu nangkring di papan bawah dengan elektabilitas di kisaran 1 sampai 2 persen.

Putra sulung SBY ini bersaing dengan sejumlah nama seperti Mahfud MD, Susi Pudjiastuti, dan Puan Maharani. Di papan tengah ada nama Khofifah Indar Parawansa, Sandiaga Uno, dan Erick Thohir dengan elektabilitas di kisaran 57 persen.

Sementara di papan atas empat nama bersaing ketat yaitu, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil dan Anies Baswedan.

Namun, setelah badai menghantam Demokrat, AHY justru mulai melesat. Popularitasnya mulai menembus kisaran 67 persen. Setidaknya begitu hasil riset yang dikeluarkan lembaga Indonesia Elections and Strategic (ind EX) research, Jumat (12/3), dan Parameter Politik Indonesia (PPI) sepekan sebelumnya.

Dalam survei yang dilakukan IndEX reseach, elektabilitas AHY di angka 67 persen merangsek masuk ke daftar empat besar. Sebaliknya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang kerap masuk lima besar, perlahan mulai menurun.

Peneliti IndEX reseach, Hendri Kurniawan mengatakan, AHY berhasil mengambil simpati publik melalui instrumen figur yang dizalimi. Hal ini persis seperti yang dialami SBY, saat berkonflik dengan Megawati Soekarnoputri jelang Pemilu 2004.

 

Melesatnya nama AHY  ke bursa capres papan atas tentu saja disambut gembira para anak buahnya di Demokrat. Ketua DPD Demokrat Banten, Iti Jayabaya girang melihat hasil survei tersebut. Dengan elektabilitas AHY yang makin moncer, wajar kalau kader makin solid mendukung AHY. Ia lalu membandingkan dengan elektabilitas Moeldoko di kisaran 0 persen.

“Kalau pakai akal sehat, Partai Demokrat ingin maju, pilih yang elektabilitasnya besar atau yang elektabilitasnya boncos?” tanya Iti di akun @via_jayabaya1.

Sekretaris Kabinet di era Presiden SBY, Dipo Alam bisa memahami elekta bilitas AHY terus terkerek dan masuk daftar kandidat Pilpres 2024. “Boleh jadi…dengan niat dan kerja keras ber koa lisi, berjuang erat bersama rakyat. Lanjutken,” kicau @dipoalam49.

Sowan Ke JK

Sejak Demokrat dilanda badai, hampir tiap hari AHY mendapat sorotan kamera. Suami Annisa Pohan itu rajin ke sana kemari menjalin sliturahmi. Setelah menyambangi kediaman mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, kemarin, AHY menyambangi kediaman Jusuf Kalla (JK).

Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih dari satu jam, selain mem bicarakan isu-isu terkini, eks Cagub DKI di Pilkada 2017 itu, meminta masukan dan saran kepada JK terkait masalah terkini.

Dalam pertemuan itu, JK berpesan agar AHY dan pimpinan Partai Demokrat bersabar. JK bercerita bahwa Partai Golkar juga pernah mengalami hal serupa.

Pada akhir pertemuan, JK berpesan agar terus menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan tokoh-tokoh politik maupun tokoh-tokoh nasional lainnya. Usai bertemu, AHY tak lupa menyampaikan terima kasih.

Seperti apa peluang AHY di 2024? Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, dari sejumlah bakal calon berlatar belakang militer, hanya AHY yang relatif menanjak. Sementara, Gatot Nurmantyo dan Moeldoko yang juga masuki radar bursa capres, punya pekerjaan berat untuk mengkerek elektabilitasnya yang masih di papan bawah.

Temuan lainnya, elektabilitas Sandiaga justru menurun. Hal ini disinyalir akibat dirinya merapat ke pemerintahan. Elektabilitas Risma disebut naik signifikan dibandingkan survei sebelumnya. “Ini diakibatkan ekspos media yang meningkat sejak ditunjuk menjadi Menteri Sosial,” ulas Adi. [BCG/MEN]

]]> Di saat Partai Demokrat yang dipimpinnya sedang dilanda musibah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) justru dapat berkah. Popularitas dan elektabilitas Ketum Demokrat itu, sedikit demi sedikit, mulai terkerek naik.

Sebelum Demokrat dilanda badai kongres luar bisa (KLB), elektabilitas AHY belum terlalu diperhitungkan. Dalam berbagai survei, AHY selalu nangkring di papan bawah dengan elektabilitas di kisaran 1 sampai 2 persen.

Putra sulung SBY ini bersaing dengan sejumlah nama seperti Mahfud MD, Susi Pudjiastuti, dan Puan Maharani. Di papan tengah ada nama Khofifah Indar Parawansa, Sandiaga Uno, dan Erick Thohir dengan elektabilitas di kisaran 57 persen.

Sementara di papan atas empat nama bersaing ketat yaitu, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil dan Anies Baswedan.

Namun, setelah badai menghantam Demokrat, AHY justru mulai melesat. Popularitasnya mulai menembus kisaran 67 persen. Setidaknya begitu hasil riset yang dikeluarkan lembaga Indonesia Elections and Strategic (ind EX) research, Jumat (12/3), dan Parameter Politik Indonesia (PPI) sepekan sebelumnya.

Dalam survei yang dilakukan IndEX reseach, elektabilitas AHY di angka 67 persen merangsek masuk ke daftar empat besar. Sebaliknya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang kerap masuk lima besar, perlahan mulai menurun.

Peneliti IndEX reseach, Hendri Kurniawan mengatakan, AHY berhasil mengambil simpati publik melalui instrumen figur yang dizalimi. Hal ini persis seperti yang dialami SBY, saat berkonflik dengan Megawati Soekarnoputri jelang Pemilu 2004.

 

Melesatnya nama AHY  ke bursa capres papan atas tentu saja disambut gembira para anak buahnya di Demokrat. Ketua DPD Demokrat Banten, Iti Jayabaya girang melihat hasil survei tersebut. Dengan elektabilitas AHY yang makin moncer, wajar kalau kader makin solid mendukung AHY. Ia lalu membandingkan dengan elektabilitas Moeldoko di kisaran 0 persen.

“Kalau pakai akal sehat, Partai Demokrat ingin maju, pilih yang elektabilitasnya besar atau yang elektabilitasnya boncos?” tanya Iti di akun @via_jayabaya1.

Sekretaris Kabinet di era Presiden SBY, Dipo Alam bisa memahami elekta bilitas AHY terus terkerek dan masuk daftar kandidat Pilpres 2024. “Boleh jadi…dengan niat dan kerja keras ber koa lisi, berjuang erat bersama rakyat. Lanjutken,” kicau @dipoalam49.

Sowan Ke JK

Sejak Demokrat dilanda badai, hampir tiap hari AHY mendapat sorotan kamera. Suami Annisa Pohan itu rajin ke sana kemari menjalin sliturahmi. Setelah menyambangi kediaman mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, kemarin, AHY menyambangi kediaman Jusuf Kalla (JK).

Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih dari satu jam, selain mem bicarakan isu-isu terkini, eks Cagub DKI di Pilkada 2017 itu, meminta masukan dan saran kepada JK terkait masalah terkini.

Dalam pertemuan itu, JK berpesan agar AHY dan pimpinan Partai Demokrat bersabar. JK bercerita bahwa Partai Golkar juga pernah mengalami hal serupa.

Pada akhir pertemuan, JK berpesan agar terus menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan tokoh-tokoh politik maupun tokoh-tokoh nasional lainnya. Usai bertemu, AHY tak lupa menyampaikan terima kasih.

Seperti apa peluang AHY di 2024? Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, dari sejumlah bakal calon berlatar belakang militer, hanya AHY yang relatif menanjak. Sementara, Gatot Nurmantyo dan Moeldoko yang juga masuki radar bursa capres, punya pekerjaan berat untuk mengkerek elektabilitasnya yang masih di papan bawah.

Temuan lainnya, elektabilitas Sandiaga justru menurun. Hal ini disinyalir akibat dirinya merapat ke pemerintahan. Elektabilitas Risma disebut naik signifikan dibandingkan survei sebelumnya. “Ini diakibatkan ekspos media yang meningkat sejak ditunjuk menjadi Menteri Sosial,” ulas Adi. [BCG/MEN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories