PON XX Papua Lepas Tim Gulat DKI, Ini Pesan Pengprov PGSI

Tim gulat DKI Jakarta sudah dilepas oleh Ketua Pengprov PGSI  (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia) DKI Jakarta, Gian Sitorus berserta jajaran pengurus lainnya dalam acara yang berlangsung di markas PPOP Kompleks Olahraga Ragunan Jakarta Selatan.

Tim gulat menjadi tim terakhir dari kotingen DKI Jakarta yang berangkat menuju Papua.  Sebagian besar kontingen sudah berlaga di sana bahkan sudah menyumbangkan medali emas, perak dan perunggu.

Atas perjuangan sebagian atlet itu posisi DKI sekarang berada di tempat pertama pimpinan klasemen perolehan medali sementara pada Selasa (5/10).

Acara pelepasan berlangsung cukup hikmat di ruang kantor pengelola Kompleks Olahraga Ragunan. Prosesi pelepasannya dikreasi sedemikian rupa oleh Wakil Ketua Pengprov PGSI DKI,Heru Pujihartono  tampil begitu mengesankan.

Inilah cara membangkitkan semangat juang kelima pegulat di arena PON XX Papua. Prosesi pelepasan dimulai dari paparan kesiapan keseluruhan atlet oleh pelatih, dan tim manajer, dilanjutkan penyampaian pesan-pesan oleh para pengurus untuk membangkitkan semangat kelima pegulat terbaik DKI Jakarta.

 

Prosesi diakhiri  dengan acara “mencium bendera” oleh kelima pegulat, termasuk pelatih dan tim manajer.  Satu persatu dari mereka secara bergilir maju ke depan, menarik bendera ke dalam genggaman tangannya, kemudian menciumi bendera itu dengan penuh khidmat. 

“Selama 32 tahun sejak 1989 baru sekali ini saya menyaksikan prosesi pelepasan tim gulat yang penuh himat yakni mencium bendera sebelum berangkat menuju PON, atau kejuaraan lain dalam rangka membela panji  DKI Jakarta,” ujar Sarno, Kepala Sekretariat Pengprov PGSI DKI Jakarta.

Ia mengatakan hal itu ketika ingin membungkus kembali bendera itu untuk  dibawa ke sekretariat Pengprov PGSI DKI di GOR  Otista.

Sambil memasukkan bendera, Pak Sarno yang setiap kali PON tidak pernah absen turut mendampingi tim karena menjadi tenaga IT PON ini, masih saja menggelengkan kepalanya  atas kekaguman pada acara yang dikreasi oleh Heru ini.

 Heru, memang bukan kali ini saja melakukan sesuatu yang menakuubkan. Sejak keterlibatannya menjadi pengurus Pengprov PGSI DKI Jakarta periode lalu, ia sering kali tampil mengejutkan.

 “Dari Sabang Sampai Merauke”. Sekarang kalian lima orang, tidak lagi sekadar mendendangkan lagu itu, akan tetapi  menginjakkan kakinya di Tanah Merauke. Harapan saya, berikan prestrasi terbaik kalian untuk DKI Jakarta pada PON XX Papua,” ujar Heru.

Sementara itu Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta, Gian Sitorus menyampaikan tentang berbagai kelebihan dan kekuragan dari masing-masing pegulat dengan harapan masing-masing sadar akan kelebihan dan kekuaragan mereka

 “Kalian bertanding sebagai juara, tancapkan bendera kebanggaan kita, DKI Jakarta di PON XX Papua,” ujar Gian Sitorus. [WUR]

]]> Tim gulat DKI Jakarta sudah dilepas oleh Ketua Pengprov PGSI  (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia) DKI Jakarta, Gian Sitorus berserta jajaran pengurus lainnya dalam acara yang berlangsung di markas PPOP Kompleks Olahraga Ragunan Jakarta Selatan.

Tim gulat menjadi tim terakhir dari kotingen DKI Jakarta yang berangkat menuju Papua.  Sebagian besar kontingen sudah berlaga di sana bahkan sudah menyumbangkan medali emas, perak dan perunggu.

Atas perjuangan sebagian atlet itu posisi DKI sekarang berada di tempat pertama pimpinan klasemen perolehan medali sementara pada Selasa (5/10).

Acara pelepasan berlangsung cukup hikmat di ruang kantor pengelola Kompleks Olahraga Ragunan. Prosesi pelepasannya dikreasi sedemikian rupa oleh Wakil Ketua Pengprov PGSI DKI,Heru Pujihartono  tampil begitu mengesankan.

Inilah cara membangkitkan semangat juang kelima pegulat di arena PON XX Papua. Prosesi pelepasan dimulai dari paparan kesiapan keseluruhan atlet oleh pelatih, dan tim manajer, dilanjutkan penyampaian pesan-pesan oleh para pengurus untuk membangkitkan semangat kelima pegulat terbaik DKI Jakarta.

 

Prosesi diakhiri  dengan acara “mencium bendera” oleh kelima pegulat, termasuk pelatih dan tim manajer.  Satu persatu dari mereka secara bergilir maju ke depan, menarik bendera ke dalam genggaman tangannya, kemudian menciumi bendera itu dengan penuh khidmat. 

“Selama 32 tahun sejak 1989 baru sekali ini saya menyaksikan prosesi pelepasan tim gulat yang penuh himat yakni mencium bendera sebelum berangkat menuju PON, atau kejuaraan lain dalam rangka membela panji  DKI Jakarta,” ujar Sarno, Kepala Sekretariat Pengprov PGSI DKI Jakarta.

Ia mengatakan hal itu ketika ingin membungkus kembali bendera itu untuk  dibawa ke sekretariat Pengprov PGSI DKI di GOR  Otista.

Sambil memasukkan bendera, Pak Sarno yang setiap kali PON tidak pernah absen turut mendampingi tim karena menjadi tenaga IT PON ini, masih saja menggelengkan kepalanya  atas kekaguman pada acara yang dikreasi oleh Heru ini.

 Heru, memang bukan kali ini saja melakukan sesuatu yang menakuubkan. Sejak keterlibatannya menjadi pengurus Pengprov PGSI DKI Jakarta periode lalu, ia sering kali tampil mengejutkan.

 “Dari Sabang Sampai Merauke”. Sekarang kalian lima orang, tidak lagi sekadar mendendangkan lagu itu, akan tetapi  menginjakkan kakinya di Tanah Merauke. Harapan saya, berikan prestrasi terbaik kalian untuk DKI Jakarta pada PON XX Papua,” ujar Heru.

Sementara itu Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta, Gian Sitorus menyampaikan tentang berbagai kelebihan dan kekuragan dari masing-masing pegulat dengan harapan masing-masing sadar akan kelebihan dan kekuaragan mereka

 “Kalian bertanding sebagai juara, tancapkan bendera kebanggaan kita, DKI Jakarta di PON XX Papua,” ujar Gian Sitorus. [WUR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories