Politisi Sepi Bicara Pilpres, Tumben Nih

Dalam beberapa pekan terakhir, isu Pilpres 2024 rame banget. Hampir setiap hari, ada saja politisi yang membahas cupras-capres. Namun, seharian kemarin, isu ini agak sepi. Tumben ya.

Meski masih 3 tahun lagi, pembahasan soal Pilpres sudah sangat ramai. Pandemi Covid-19 tidak mampu membendung nafsu politisi membahas persiapan 2024.

Sejak libur Lebaran usai, isu Pilpres terus menggelinding panas. Ada politisi yang nyerang politisi lain untuk menaikkan jagoannya, ada yang mendeklarasikan dukungan, ada yang sibuk roadshow, ada yang menyatakan siap maju, ada yang mengaku dipinang pihak tertentu, dan lain-lain.

Isunya terus sahut-sahutan. Yang bicaranya juga dari berbagai kalangan. Dari ketua umum partai, tokoh penting partai, kepala daerah, sampai kelompok relawan.

Di sisi lain, lembaga survei juga terus memanas-manasi. Hampir setiap pekan, ada saja rilis survei mengenai elektabilitas kandidat capres-cawapres 2024. Meski hasilnya kadang tidak jauh berbeda dengan survei-survei sebelumnya.

Panasnya isu cupras-capres ini membuat sebagian masyarakat jengkel. Beberapa pihak pun meminta para politisi mengerem dulu bicara capres.

Nah, kemarin, para politisi sepertinya sedang “insyaf”. Tidak ada yang terdengar membicarakan cupras-capres.

Kenapa demikian? Kepala Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengakui, pihaknya juga sempat membahas cupras-capres. Apalagi, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus naik.

 

Namun, meningkatnya kasus Covid-19 ditambah varian-varian baru bikin partainya mengerem membahas Pilpres. Kini, partainya fokus membantu masyarakat yang susah akibat terdampak Corona.

“Kami lagi terkonsentrasi ke Corona. Arahan Ketum, kita diminta untuk bantu rakyat yang sedang susah sekarang. Pilpres masih panjang,” kata Herzaky, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Dia mengklaim, setahun terakhir kepemimpinan AHY memang lebih banyak terfokus pada aksi-aksi sosial membantu masyarakat yang terdampak Corona. Baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. Tapi belakangan, diintensifkan lagi. Sehingga porsi perhatian terhadap isu politik dan pilpres jadi berkurang.

Pakar komunikasi digital, Anthony Leong menyoroti isu cupras-capres di dunia maya. Dia juga mengaku heran, seharian kemarin, medsos sepi dengan isu Pilpres. Padahal, di hari-hari sebelumnya, selalu ramai.

“Tumben ya. Padahal satu dua minggu terakhir ini rame. Tiba-tiba berbeda. Ya tumben aja sih… Harusnya mereka bisa fokus, mungkin karena kondisi Covid atau apa kali ya,” kata Anthony, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Mantan tim siber yang sukses memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu itu menilai, selalu ada motor yang menggerakkan ramai atau sepinya pembicaraan soal capres atau pilpres di linimassa. Dia menduga, kemarin, yang mengerakkannya sedang libur atau mengerem diri dulu.

Ia pun berharap, analisa capres maupun cawapres 2024 tidak mengurangi produktivitas di pemerintahan maupun swasta yang bahu-membahu menggerakkan ekonomi yang menurun selama pandemi. “Kita harapkan situasi ekonomi dan situasi politik tetap kondusif. Agar kita semua bisa survive di tengah pandemi,” pungkasnya. [SAR]

]]> Dalam beberapa pekan terakhir, isu Pilpres 2024 rame banget. Hampir setiap hari, ada saja politisi yang membahas cupras-capres. Namun, seharian kemarin, isu ini agak sepi. Tumben ya.
Meski masih 3 tahun lagi, pembahasan soal Pilpres sudah sangat ramai. Pandemi Covid-19 tidak mampu membendung nafsu politisi membahas persiapan 2024.
Sejak libur Lebaran usai, isu Pilpres terus menggelinding panas. Ada politisi yang nyerang politisi lain untuk menaikkan jagoannya, ada yang mendeklarasikan dukungan, ada yang sibuk roadshow, ada yang menyatakan siap maju, ada yang mengaku dipinang pihak tertentu, dan lain-lain.
Isunya terus sahut-sahutan. Yang bicaranya juga dari berbagai kalangan. Dari ketua umum partai, tokoh penting partai, kepala daerah, sampai kelompok relawan.
Di sisi lain, lembaga survei juga terus memanas-manasi. Hampir setiap pekan, ada saja rilis survei mengenai elektabilitas kandidat capres-cawapres 2024. Meski hasilnya kadang tidak jauh berbeda dengan survei-survei sebelumnya.
Panasnya isu cupras-capres ini membuat sebagian masyarakat jengkel. Beberapa pihak pun meminta para politisi mengerem dulu bicara capres.
Nah, kemarin, para politisi sepertinya sedang “insyaf”. Tidak ada yang terdengar membicarakan cupras-capres.
Kenapa demikian? Kepala Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengakui, pihaknya juga sempat membahas cupras-capres. Apalagi, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus naik.

 

Namun, meningkatnya kasus Covid-19 ditambah varian-varian baru bikin partainya mengerem membahas Pilpres. Kini, partainya fokus membantu masyarakat yang susah akibat terdampak Corona.
“Kami lagi terkonsentrasi ke Corona. Arahan Ketum, kita diminta untuk bantu rakyat yang sedang susah sekarang. Pilpres masih panjang,” kata Herzaky, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Dia mengklaim, setahun terakhir kepemimpinan AHY memang lebih banyak terfokus pada aksi-aksi sosial membantu masyarakat yang terdampak Corona. Baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. Tapi belakangan, diintensifkan lagi. Sehingga porsi perhatian terhadap isu politik dan pilpres jadi berkurang.
Pakar komunikasi digital, Anthony Leong menyoroti isu cupras-capres di dunia maya. Dia juga mengaku heran, seharian kemarin, medsos sepi dengan isu Pilpres. Padahal, di hari-hari sebelumnya, selalu ramai.
“Tumben ya. Padahal satu dua minggu terakhir ini rame. Tiba-tiba berbeda. Ya tumben aja sih… Harusnya mereka bisa fokus, mungkin karena kondisi Covid atau apa kali ya,” kata Anthony, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Mantan tim siber yang sukses memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu itu menilai, selalu ada motor yang menggerakkan ramai atau sepinya pembicaraan soal capres atau pilpres di linimassa. Dia menduga, kemarin, yang mengerakkannya sedang libur atau mengerem diri dulu.
Ia pun berharap, analisa capres maupun cawapres 2024 tidak mengurangi produktivitas di pemerintahan maupun swasta yang bahu-membahu menggerakkan ekonomi yang menurun selama pandemi. “Kita harapkan situasi ekonomi dan situasi politik tetap kondusif. Agar kita semua bisa survive di tengah pandemi,” pungkasnya. [SAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories