Polisi Selidiki Dugaan Ijazah Palsu Bupati Terpilih Lombok Tengah

Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Pathul Bahri dilaporkan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu saat pencalonan bupati di Pilkada 2020.

Pihak Kepolisian kini tengah menyelidiki laporan itu dan menindak lanjuti lebih jauh. “Masih dalam penyelidikan dan pendalaman,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda NTB, Kombes Hari Brata, kemarin.

Hari menyebutkan, pihaknya tengah fokus melakukan pengambilan keterangan dan pengumpulan bukti kepada pihak-pihak terkait. Kini, laporan itu masih diproses. “Semua masih proses permintaan keterangan dan pengumpulan bahan-bahan data,” jelasnya.

Diketahui, Bupati Lombok Tengah hasil Pilkada 2020, Lalu Pathul Bahri dilaporkan warga berinisial B ke Polda NTB atas dugaan menggunakan ijazah sarjana palsu. Hal itu untuk pemenuhan administrasi sebagai syarat calon bupati di Pilkada 2020.

Laporan yang diadukan pada 22 Desember 2020 itu memuat tentang ijazah S1 (Sarjana Pemerintahan) atas nama inisial LPB yang diterbitkan Universitas 45 Mataram.

Ijazah itu diduga dipergunakan sebagai kelengkapan administrasi pada saat Pilkada Lombok Tengah 2020. “Terlapor LPB, saat ini menjabat bupati. Diduga pakai ijazah sarjana palsu untuk mendaftar di Pilkada 2020,” tuturnya.

Hari menjelaskan, penyelidikan terhadap laporan itu telah dilakukan sejak Februari 2021 lalu, meski dilaporkan empat bulan lalu. Penyelidikan dilakukan sesuai dengan telah diterbitkannya surat perintah penyelidikan tertanggal 4 Februari 2021. “Karena mau Pilkada, maka (pemeriksaan) tunggu dilantik atau menunggu hasil Pilkada,” ujarnya.

Menanggapi laporan itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengaku siap menghadapnya. “Saya sabar saja, hanya itu,” katanya singkat.

Lalu Pathul memilih tidak ingin berkomentar banyak. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan wartawan pun enggan dijawabnya. Dia beralasan sedang mengikuti rapat dengan seluruh Bupati se-NTB di Kota Bima. “Saya sedang rapat di Bima. Sedang ada acara ini,” tutupnya. [EDY]

]]> Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Pathul Bahri dilaporkan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu saat pencalonan bupati di Pilkada 2020.

Pihak Kepolisian kini tengah menyelidiki laporan itu dan menindak lanjuti lebih jauh. “Masih dalam penyelidikan dan pendalaman,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda NTB, Kombes Hari Brata, kemarin.

Hari menyebutkan, pihaknya tengah fokus melakukan pengambilan keterangan dan pengumpulan bukti kepada pihak-pihak terkait. Kini, laporan itu masih diproses. “Semua masih proses permintaan keterangan dan pengumpulan bahan-bahan data,” jelasnya.

Diketahui, Bupati Lombok Tengah hasil Pilkada 2020, Lalu Pathul Bahri dilaporkan warga berinisial B ke Polda NTB atas dugaan menggunakan ijazah sarjana palsu. Hal itu untuk pemenuhan administrasi sebagai syarat calon bupati di Pilkada 2020.

Laporan yang diadukan pada 22 Desember 2020 itu memuat tentang ijazah S1 (Sarjana Pemerintahan) atas nama inisial LPB yang diterbitkan Universitas 45 Mataram.

Ijazah itu diduga dipergunakan sebagai kelengkapan administrasi pada saat Pilkada Lombok Tengah 2020. “Terlapor LPB, saat ini menjabat bupati. Diduga pakai ijazah sarjana palsu untuk mendaftar di Pilkada 2020,” tuturnya.

Hari menjelaskan, penyelidikan terhadap laporan itu telah dilakukan sejak Februari 2021 lalu, meski dilaporkan empat bulan lalu. Penyelidikan dilakukan sesuai dengan telah diterbitkannya surat perintah penyelidikan tertanggal 4 Februari 2021. “Karena mau Pilkada, maka (pemeriksaan) tunggu dilantik atau menunggu hasil Pilkada,” ujarnya.

Menanggapi laporan itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengaku siap menghadapnya. “Saya sabar saja, hanya itu,” katanya singkat.

Lalu Pathul memilih tidak ingin berkomentar banyak. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan wartawan pun enggan dijawabnya. Dia beralasan sedang mengikuti rapat dengan seluruh Bupati se-NTB di Kota Bima. “Saya sedang rapat di Bima. Sedang ada acara ini,” tutupnya. [EDY]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories