Polisi: Direhab Pun Proses Hukum Nia-Ardi Tetap Jalan, Ancaman 4 Tahun Penjara

Polisi memastikan tidak pilih kasih dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkotika yang menjerat Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan sopirnya ZN jadi tersangka.

Polisi memastikan, kasus tetap berjalan meski Nia dan Ardi nantinya direkomendasikan untuk rehabilitasi.

“Dengan rehabilitasi, bukan perkara tidak kami lanjutkan, tidak. Perkara kami tetap lanjutkan, kami bawa ke sidang. Nanti akan divonis oleh hakim, di mana ancaman maksimalnya adalah 4 tahun. Ini yang perlu diluruskan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi saat konferensi pers, di aula Polres Metro Jakpus, Sabtu (10/7).

Ditegaskannya, rehabilitasi bukan berdasarkan rekomendasi penyidik. Tidak pula dilakukan penyidik. Mereka tak punya kewenangan tersebut.

“Ada permohonan keluarga, kita fasilitasi, dilaksanakan oleh tim asessment terpadu oleh BNN, yang isinya ada polisi, kejaksaan, dokter, psikiater, dan sebagainya, di luar penyidik Polres Metro Jakpus,” terangnya.

“Ini yang perlu kami jelaskan kepada rekan sekalian pertama tidak ada diskriminasi,” imbuh Hengki.

Membuktikan tak pilih kasih, penyidik menghadirkan Nia, Ardi, dan sopirnya, ZN, di aula Polres Metro Jakarta Pusat, pukul 16.45 WIB. Mereka mengenakan baju tahanan.

Pada kesempatan itu, sambil menangis, Nia menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan akan mengikuti proses hukum yang menjeratnya. [OKT]

]]> Polisi memastikan tidak pilih kasih dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkotika yang menjerat Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan sopirnya ZN jadi tersangka.

Polisi memastikan, kasus tetap berjalan meski Nia dan Ardi nantinya direkomendasikan untuk rehabilitasi.

“Dengan rehabilitasi, bukan perkara tidak kami lanjutkan, tidak. Perkara kami tetap lanjutkan, kami bawa ke sidang. Nanti akan divonis oleh hakim, di mana ancaman maksimalnya adalah 4 tahun. Ini yang perlu diluruskan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi saat konferensi pers, di aula Polres Metro Jakpus, Sabtu (10/7).

Ditegaskannya, rehabilitasi bukan berdasarkan rekomendasi penyidik. Tidak pula dilakukan penyidik. Mereka tak punya kewenangan tersebut.

“Ada permohonan keluarga, kita fasilitasi, dilaksanakan oleh tim asessment terpadu oleh BNN, yang isinya ada polisi, kejaksaan, dokter, psikiater, dan sebagainya, di luar penyidik Polres Metro Jakpus,” terangnya.

“Ini yang perlu kami jelaskan kepada rekan sekalian pertama tidak ada diskriminasi,” imbuh Hengki.

Membuktikan tak pilih kasih, penyidik menghadirkan Nia, Ardi, dan sopirnya, ZN, di aula Polres Metro Jakarta Pusat, pukul 16.45 WIB. Mereka mengenakan baju tahanan.

Pada kesempatan itu, sambil menangis, Nia menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan akan mengikuti proses hukum yang menjeratnya. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories