PLN Setrum Puluhan Desa Di NTT, Warga Bersyukur Listrik Terjangkau

PT PLN (Persero) berupaya keras mengalirkan listrik kepada seluruh warga masyarakat, tak terkecuali di pelosok terluar seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Total 39 Desa terpencil di NTT telah menerima setrum alias listrik dari PLN. 

Salah satu warga Desa Nanga Bere, Kabupaten Manggarai Barat Blasius Juma, mengaku sangat bersyukur dan bergembira atas hadirnya listrik di desanya.

“Sekarang sudah ada listrik dari PLN, kami dapat menggunakan listrik di siang hari untuk usaha kami seperti meubel dan membuat es batu sendiri sehingga hasil laut yang di dapat bisa bertahan lebih lama,” ujar Juma dalam keterangan pers PLN, Kamis (11/2).

Sebelum dilistriki oleh PLN, masyarakat di 39 desa tersebut hanya menikmati penerangan melalui generator set (genset). Kini dengan hadirnya listrik warga bisa menikmati terang aliran listrik dengan harga yang lebih murah dan aman.

“Ini sungguh bermanfaat bagi kami dan menunjang perekonomian masyarakat,” ucap Blasius.

Adapun rasio dari keberhasilan ini maka desa berlistrik di NTT mencapai 95,47 persen.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko mengungkapkan, dalam melistriki desa tersebut, PLN menghadapi sejumlah tantangan diantaranya letak geografis yang menantang.

Namun dengan kerja keras tim PLN pun berhasil merealisasikan hadirnya listrik kepada 8.234 calon pelanggan yang tersebar di 39 Desa di NTT.

“Semoga memacu roda perekonomian seperti UMKM, hasil laut, kerajinan, kios, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Jatmiko.

Apresiasi datang dari Kepala Desa Rana Kulan Kabupaten Manggarai Timur, Rudolfus Ndate kepada PLN atas keberhasilannya menghadirkan listrik di desa mereka.

“Semoga dengan hadirnya listrik ditengah masyarakat ini, dapat kita manfaatkan untuk peningkatan ekonomi dan peningkatan waktu belajar anak-anak dalam situasi pandemik seperti saat ini,” ungkap Rudolfus.

Untuk melistriki 39 desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 189,80 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 132,69 kms, dan Gardu sebanyak 44 buah dengan kapasitas daya 2200 kiloVolt Ampere (kVA).

Berdasarkan data per Desember 2020 Rasio Elektrifikasi (RE) di NTT sebesar 87,31 persen sementara untuk Rasio Desa Berlistrik (RDB) di NTT per Januari 2021 sudah mencapai 95,47 persen. [JAR]

]]> PT PLN (Persero) berupaya keras mengalirkan listrik kepada seluruh warga masyarakat, tak terkecuali di pelosok terluar seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Total 39 Desa terpencil di NTT telah menerima setrum alias listrik dari PLN. 

Salah satu warga Desa Nanga Bere, Kabupaten Manggarai Barat Blasius Juma, mengaku sangat bersyukur dan bergembira atas hadirnya listrik di desanya.

“Sekarang sudah ada listrik dari PLN, kami dapat menggunakan listrik di siang hari untuk usaha kami seperti meubel dan membuat es batu sendiri sehingga hasil laut yang di dapat bisa bertahan lebih lama,” ujar Juma dalam keterangan pers PLN, Kamis (11/2).

Sebelum dilistriki oleh PLN, masyarakat di 39 desa tersebut hanya menikmati penerangan melalui generator set (genset). Kini dengan hadirnya listrik warga bisa menikmati terang aliran listrik dengan harga yang lebih murah dan aman.

“Ini sungguh bermanfaat bagi kami dan menunjang perekonomian masyarakat,” ucap Blasius.

Adapun rasio dari keberhasilan ini maka desa berlistrik di NTT mencapai 95,47 persen.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko mengungkapkan, dalam melistriki desa tersebut, PLN menghadapi sejumlah tantangan diantaranya letak geografis yang menantang.

Namun dengan kerja keras tim PLN pun berhasil merealisasikan hadirnya listrik kepada 8.234 calon pelanggan yang tersebar di 39 Desa di NTT.

“Semoga memacu roda perekonomian seperti UMKM, hasil laut, kerajinan, kios, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Jatmiko.

Apresiasi datang dari Kepala Desa Rana Kulan Kabupaten Manggarai Timur, Rudolfus Ndate kepada PLN atas keberhasilannya menghadirkan listrik di desa mereka.

“Semoga dengan hadirnya listrik ditengah masyarakat ini, dapat kita manfaatkan untuk peningkatan ekonomi dan peningkatan waktu belajar anak-anak dalam situasi pandemik seperti saat ini,” ungkap Rudolfus.

Untuk melistriki 39 desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 189,80 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 132,69 kms, dan Gardu sebanyak 44 buah dengan kapasitas daya 2200 kiloVolt Ampere (kVA).

Berdasarkan data per Desember 2020 Rasio Elektrifikasi (RE) di NTT sebesar 87,31 persen sementara untuk Rasio Desa Berlistrik (RDB) di NTT per Januari 2021 sudah mencapai 95,47 persen. [JAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories