PLN Bidik Punya Pembangkit EBT 16 GW

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menargetkan kapasitas Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi 16 Giga Watt (GW) pada 2024.

Executive Vice President Corporate Communications & CSR PLN, Agung Murdifi mengatakan, guna mencapai target tersebut, salah satu langkah yang dijalankan perseroan yakni melakukan uji coba Co-Firing pada 26 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia. Co-Firing merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batubara di PLTU.

“Perusahaan berencana melakukan Co-Firing pada 52 lokasi PLTU Batubara eksisting sampai dengan 2024,” ujarnya, melalui siaran pers, Jumat (26/2).

Ia menjelaskan, pihaknya telah berhasil melakukan pengujian Co-firing di PLTU Asam Asam yang dilaksanakan pada Unit 2 dengan kapasitas terpasang sebesar 65 Mega Watt (MW).  Di mana, PLTU Asam Asam merupakan penyuplai listrik besar di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Menurutnya, bahan bakar biomassa yang digunakan untuk proses pengujian Co-Fring tersebut adalah serbuk gergaji (sawdust), yang diperoleh dari beberapa industri penggergaji kayu di sekitar daerah Asam Asam. 

“Pengujian Co-Firing telah dilakukan dengan komposisi campuran sawdust 3 persen dan 5 persen, yang menunjukkan hasil cukup memuaskan,” katanya. 

Selain itu, parameter operasional peralatan tetap aman selama masa ujicoba dan emisi yang dihasilkan masih di bawah Baku Mutu Emisi. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen KLHK) No. 15 Tahun 2019. 

“Harapannya, setelah melihat hasil evaluasi pelaksanaan ujicoba ini, ke depannya PLTU Asam Asam dapat melanjutkan Co-Firing ke tahap komersil. Dengan begitu, dapat mendukung secara penuh Program Transformasi PLN dalam aspek Green,” tutur Agung. 

Hingga awal tahun ini, perseroan telah melakukan uji coba pada 26 unit PLTU di seluruh Indonesia. Sebanyak tujuh di antaranya telah berhasil beroperasi secara komersial, yakni PLTU Paiton, Ciranjang, Ketapang, Sanggau, Pacitan, Suralaya dan Anggrek. Ia memastikan, jumlah tersebut akan terus bertambah sesuai roadmap yang telah ditetapkan. [IMA]
 

]]> PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menargetkan kapasitas Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi 16 Giga Watt (GW) pada 2024.

Executive Vice President Corporate Communications & CSR PLN, Agung Murdifi mengatakan, guna mencapai target tersebut, salah satu langkah yang dijalankan perseroan yakni melakukan uji coba Co-Firing pada 26 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia. Co-Firing merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batubara di PLTU.

“Perusahaan berencana melakukan Co-Firing pada 52 lokasi PLTU Batubara eksisting sampai dengan 2024,” ujarnya, melalui siaran pers, Jumat (26/2).

Ia menjelaskan, pihaknya telah berhasil melakukan pengujian Co-firing di PLTU Asam Asam yang dilaksanakan pada Unit 2 dengan kapasitas terpasang sebesar 65 Mega Watt (MW).  Di mana, PLTU Asam Asam merupakan penyuplai listrik besar di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Menurutnya, bahan bakar biomassa yang digunakan untuk proses pengujian Co-Fring tersebut adalah serbuk gergaji (sawdust), yang diperoleh dari beberapa industri penggergaji kayu di sekitar daerah Asam Asam. 

“Pengujian Co-Firing telah dilakukan dengan komposisi campuran sawdust 3 persen dan 5 persen, yang menunjukkan hasil cukup memuaskan,” katanya. 

Selain itu, parameter operasional peralatan tetap aman selama masa ujicoba dan emisi yang dihasilkan masih di bawah Baku Mutu Emisi. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen KLHK) No. 15 Tahun 2019. 

“Harapannya, setelah melihat hasil evaluasi pelaksanaan ujicoba ini, ke depannya PLTU Asam Asam dapat melanjutkan Co-Firing ke tahap komersil. Dengan begitu, dapat mendukung secara penuh Program Transformasi PLN dalam aspek Green,” tutur Agung. 

Hingga awal tahun ini, perseroan telah melakukan uji coba pada 26 unit PLTU di seluruh Indonesia. Sebanyak tujuh di antaranya telah berhasil beroperasi secara komersial, yakni PLTU Paiton, Ciranjang, Ketapang, Sanggau, Pacitan, Suralaya dan Anggrek. Ia memastikan, jumlah tersebut akan terus bertambah sesuai roadmap yang telah ditetapkan. [IMA]
 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories