Plafon KUR Dikerek Rp 20 M, Menteri Teten Ngarep UMKM Tambah Moncer

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan, pemerintah berencana menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 20 miliar. Kenaikan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan rasio kredit perbankan untuk UMKM, dari rata-rata sekitar 20 persen saat ini menjadi 30 persen pada 2024.

Hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas) tentang Peningkatan Porsi Kredit Perbankan untuk Usaha Mikro dan Kecil, di Kantor Presiden, Senin (5/4). 

Menteri Teten meyakini, penambahan porsi rasio kredit bagi para pelaku UMKM tersebut akan mendorong pelaku UMKM di Indonesia untuk naik kelas. “Kami harap nanti dengan adanya perubahan kebijakan anggaran pembiayaan ini bisa semakin banyak usaha mikro yang naik menjadi kecil, kecil ke menengah, dan seterusnya,” ujar Teten.

Tak hanya itu, lanjut Teten, dalam Ratas tersebut, Presiden Jokowi juga memberikan arahan khusus bagi Kementerian Koperasi dan UKM untuk melakukan inovasi kelembagaan UMKM melalui program korporatisasi UMKM. 

Korporatisasi yang dimaksud adalah, bagaimana usaha kecil dan perseorangan dapat dikonsolidasikan dalam satu kelembagaan yang dikelola bersama. Sehingga memiliki daya saing dan nilai tambah serta mampu meningkatkan skala ekonomi mereka.

“Tidak lagi menjadi usaha-usaha perorangan, tapi dalam bentuk PT atau koperasi. Supaya penambahan porsi kredit kepada UMKM menjadi di atas 30 persen pada 2024 juga bisa terealisasi dengan baik,” sebutnya.

Untuk mematangkan program pelaksanaannya dan mempersiapkan perubahan kebijakan yang diperlukan, maka Kemenkop akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 

Beberapa perubahan yang diusulkan antara lain meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. Plafon KUR UMKM juga diusulkan naik dari Rp 500 juta menjadi Rp 20 miliar. 

Selain itu, tingkat suku bunga KUR ditargetkan bersaing sekitar 6%. Dengan cara memperbesar program penjaminan melalui Askrindo/Jamkrindo atau subsidi bunga KUR reguler maupun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang saat ini berjalan yakni subsidi bunga KUR 3 persen selama 6 bulan. [DWI]

]]> Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan, pemerintah berencana menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 20 miliar. Kenaikan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan rasio kredit perbankan untuk UMKM, dari rata-rata sekitar 20 persen saat ini menjadi 30 persen pada 2024.

Hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas) tentang Peningkatan Porsi Kredit Perbankan untuk Usaha Mikro dan Kecil, di Kantor Presiden, Senin (5/4). 

Menteri Teten meyakini, penambahan porsi rasio kredit bagi para pelaku UMKM tersebut akan mendorong pelaku UMKM di Indonesia untuk naik kelas. “Kami harap nanti dengan adanya perubahan kebijakan anggaran pembiayaan ini bisa semakin banyak usaha mikro yang naik menjadi kecil, kecil ke menengah, dan seterusnya,” ujar Teten.

Tak hanya itu, lanjut Teten, dalam Ratas tersebut, Presiden Jokowi juga memberikan arahan khusus bagi Kementerian Koperasi dan UKM untuk melakukan inovasi kelembagaan UMKM melalui program korporatisasi UMKM. 

Korporatisasi yang dimaksud adalah, bagaimana usaha kecil dan perseorangan dapat dikonsolidasikan dalam satu kelembagaan yang dikelola bersama. Sehingga memiliki daya saing dan nilai tambah serta mampu meningkatkan skala ekonomi mereka.

“Tidak lagi menjadi usaha-usaha perorangan, tapi dalam bentuk PT atau koperasi. Supaya penambahan porsi kredit kepada UMKM menjadi di atas 30 persen pada 2024 juga bisa terealisasi dengan baik,” sebutnya.

Untuk mematangkan program pelaksanaannya dan mempersiapkan perubahan kebijakan yang diperlukan, maka Kemenkop akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 

Beberapa perubahan yang diusulkan antara lain meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. Plafon KUR UMKM juga diusulkan naik dari Rp 500 juta menjadi Rp 20 miliar. 

Selain itu, tingkat suku bunga KUR ditargetkan bersaing sekitar 6%. Dengan cara memperbesar program penjaminan melalui Askrindo/Jamkrindo atau subsidi bunga KUR reguler maupun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang saat ini berjalan yakni subsidi bunga KUR 3 persen selama 6 bulan. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories