Petani Subang Sumringah, Gabah Hasil Panen Langsung Dibeli Di Lokasi Rp 4.400/Kg

Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama mitra yakni Bulog dan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) atau penggilingan-penggilingan kecil di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menuai hasil menggembirakan.

Pasalnya, petani sumringah karena gabahnya dibeli langsung di lokasi panen dengan harga Rp 4.400/kilogram (kg) atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

“Kami di Kelompok Tani Sinar Desa Mulyasari, Subang berjumlahkan anggota 52 orang mencakup 49 hektar produktivitasnya 9 sampai 10 ton per hektar. Gabah panen sekarang harganya di atas HPP yaitu Rp 4.400 per kilogram. Alhamdulillah kami senang,” ujar H Zaeni Akbar yang juga Ketua Kelompok Tani Sinar saat kegiatan serap gabah bersama tim GSGP Kementan dan Dinas Pertanian serta Bulog di Desa Mulyasari, Subang, Rabu (7/4).

Zaeni juga mengungkapkan rasa senangnya atas terpenuhinya pupuk. Menurutnya, pada penanaman padi musim tanam Oktober-Maret 2020/2021 tidak mengalami kendala pupuk sama sekali.

“Sebelum kita nyawah, kita rembuk tani dulu dan mengisi RDKK (rencanan definitif kebutuhan kelompok,- red). Sebelum masa pemupukan. Pupuk subsidi sudah tersedia. Dan tahun ini karena ada kartu tani, mempermudah kami memperoleh pupuk. Alhamdulillah tidak ada kendala,” ucapnya.

Untuk diketahui, Zaeni menjual gabah hasil panennya ke Kostraling sebanyak 14 ton dengan harga Rp 4.400/kg. Kegiatan GSGP di Kabupaten Subang ini disaksikan Plt Inspektorat Jendera Kementan, Bambang. 

Bambang mengatakan, tim GSGP akan menyerap gabah petani 400 ton per kelompok tani yang luasnya mencapai 50 hektar. Di hamparan lokasi serap gabah ini terdapat lahan padi sekitar 1000 hektar.

“Tanaman padi ini siap dipanen dalam seminggu ke depan. Dengan produktivitas sekitar 8 ton per hektar, akan diserap gabah 8.000 ton di satu hamparan,” sebutnya.

Pada waktu bersamaan, yakni tepatnya di Indramayu, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi pun melakukan kegiatan GSGP. 

Ia menyampaikan, Kementan bersama mitra terus secara masif dan serentak melakukan kegiatan GSGP di lima kabupaten Provinsi Jawa Barat. Yakni Indramayu, Subang, Karawang, Cirebon, Bekasi dengan bersinergi antara Kementan, Bulog, Dinas Pertanian, Kostraling, Kodim dengan Tujuan untuk stabilitas harga gabah saat panen raya.

Menurutnya, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kegiatan serap gabah juga untuk menjamin stok beras dan membantu petani mendapatkan harga penjualan yang menguntungkan.

“Kesejahteraan adalah prioritas program pemerintah. Petani untung, ketahanan pangan dan negara makin kuat,” katanya. [KAL]

]]> Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama mitra yakni Bulog dan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) atau penggilingan-penggilingan kecil di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menuai hasil menggembirakan.

Pasalnya, petani sumringah karena gabahnya dibeli langsung di lokasi panen dengan harga Rp 4.400/kilogram (kg) atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

“Kami di Kelompok Tani Sinar Desa Mulyasari, Subang berjumlahkan anggota 52 orang mencakup 49 hektar produktivitasnya 9 sampai 10 ton per hektar. Gabah panen sekarang harganya di atas HPP yaitu Rp 4.400 per kilogram. Alhamdulillah kami senang,” ujar H Zaeni Akbar yang juga Ketua Kelompok Tani Sinar saat kegiatan serap gabah bersama tim GSGP Kementan dan Dinas Pertanian serta Bulog di Desa Mulyasari, Subang, Rabu (7/4).

Zaeni juga mengungkapkan rasa senangnya atas terpenuhinya pupuk. Menurutnya, pada penanaman padi musim tanam Oktober-Maret 2020/2021 tidak mengalami kendala pupuk sama sekali.

“Sebelum kita nyawah, kita rembuk tani dulu dan mengisi RDKK (rencanan definitif kebutuhan kelompok,- red). Sebelum masa pemupukan. Pupuk subsidi sudah tersedia. Dan tahun ini karena ada kartu tani, mempermudah kami memperoleh pupuk. Alhamdulillah tidak ada kendala,” ucapnya.

Untuk diketahui, Zaeni menjual gabah hasil panennya ke Kostraling sebanyak 14 ton dengan harga Rp 4.400/kg. Kegiatan GSGP di Kabupaten Subang ini disaksikan Plt Inspektorat Jendera Kementan, Bambang. 

Bambang mengatakan, tim GSGP akan menyerap gabah petani 400 ton per kelompok tani yang luasnya mencapai 50 hektar. Di hamparan lokasi serap gabah ini terdapat lahan padi sekitar 1000 hektar.

“Tanaman padi ini siap dipanen dalam seminggu ke depan. Dengan produktivitas sekitar 8 ton per hektar, akan diserap gabah 8.000 ton di satu hamparan,” sebutnya.

Pada waktu bersamaan, yakni tepatnya di Indramayu, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi pun melakukan kegiatan GSGP. 

Ia menyampaikan, Kementan bersama mitra terus secara masif dan serentak melakukan kegiatan GSGP di lima kabupaten Provinsi Jawa Barat. Yakni Indramayu, Subang, Karawang, Cirebon, Bekasi dengan bersinergi antara Kementan, Bulog, Dinas Pertanian, Kostraling, Kodim dengan Tujuan untuk stabilitas harga gabah saat panen raya.

Menurutnya, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kegiatan serap gabah juga untuk menjamin stok beras dan membantu petani mendapatkan harga penjualan yang menguntungkan.

“Kesejahteraan adalah prioritas program pemerintah. Petani untung, ketahanan pangan dan negara makin kuat,” katanya. [KAL]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories