Pesona Batik Indonesia Memikat Publik Bahrain

Sejumlah peragawan dan peragawati dari Bahrain tampak berjalan di sebuah ruang pertemuan di Kota Manama sambil memamerkan berbagai koleksi batik khas nusantara. Sebanyak lebih dari 200 orang tamu undangan yang hadir tampak menikmati keindahan ragam wastra batik yang diperagakan oleh para model.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manama (KBRI Manama) bekerja sama dengan Bahrain Indonesia Business and Friendship Society (BIBFS) menyelenggarakan peragaan busana (fashion show) dan bazar bertajuk “Bahrain Indo Beauty Expo 2022”, Kamis (29/9). Kegiatan tersebut dihadiri para pelaku industri fesyen dan ekonomi kreatif di Bahrain. Selain itu, juga tampak di antara para tamu undangan adalah perwakilan pejabat pemerintah setempat, kalangan korps diplomatik, jurnalis media, dan sejumlah pemerhati atau pecinta dunia fesyen dari Bahrain.

Ragam wastra dan busana batik yang ditampilkan pada fashion show tersebut merupakan koleksi Handy Hartono Reborn hasil karya perancang busana Khoiril Anam. Selain itu, juga ditampilkan sejumlah koleksi batik khas Sulawesi Barat karya Yundini Husni Djamaluddin. Peragaan busana kali ini juga berkolaborasi dengan 4 orang perancang busana asal Bahrain, yakni Nadia Aljar, Safia Almutawwa, Najma Foulath, serta Hala Asad yang menampilkan berbagai koleksi kain dan busana dengan sentuhan etnik Timur Tengah dan Asia Tenggara.

“Batik memiliki keistimewaan yang tidak dapat ditemukan pada wastra (kain) atau industri tekstil lainnya di dunia. Batik merupakan karakteristik khas dan bagian dari identitas bangsa Indonesia,” kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Bahrain Ardi Hermawan, dalam sambutannya di acara tersebut, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (30/9).

Menurut Dubes Ardi, batik memiliki kandungan nilai seni, alam, spiritualitas, dan keluhuran budaya berbagai suku di Indonesia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. “Keistimewaan inilah yang mendasari penetapan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai masterpiece of oral and intangible heritage of humanity sejak bulan Oktober 2009,” ujarnya.

Dubes Ardi juga menyampaikan kegembiraannya atas antusiasme para pengunjung yang hadir dalam peragaan busana dan bazar pada tahun ini. Hal tersebut menandakan bahwa Batik Indonesia telah dikenal secara luas di dunia internasional, termasuk di kawasan Timur Tengah khususnya Bahrain.

“Indonesia dan Bahrain memiliki kesamaan dalam konteks keragaman sosial budaya masyarakat yang salah satunya diterjemahkan dalam karya busana dengan corak dan motif yang unik. Karakteristik itulah yang membuat ragam batik nusantara mudah diterima pelaku industri dan pecinta dunia fesyen di Bahrain,” ucapnya.

Secara khusus, Dubes Ardi juga menyampaikan apresiasi kepada BIBFS selaku friends of Indonesia yang senantiasa menjadi salah satu motor penggerak upaya promosi ekonomi, sosial budaya, seni, dan pariwisata Indonesia di Bahrain. Presiden BIBFS Hana Kanoo, secara terpisah juga menyampaikan penghargaan kepada Dubes dan KBRI Manama atas dukungan, kolaborasi, komunikasi, dan kerja sama yang terjalin dengan sangat baik selama ini. Diharapkan, upaya yang telah dilakukan dapat semakin mendekatkan hubungan kedua negara.

Bahrain Indonesia Business and Friendship Society atau yang juga dikenal sebagai BIBFS merupakan organisasi nirlaba beranggotakan warga negara dan penduduk (resident) Bahrain yang memiliki kedekatan emosional, sejarah, serta minat terhadap Indonesia. BIBFS didirikan pada 2017 dengan tujuan untuk mendukung hubungan ekonomi dan people to people contact antara Indonesia dengan Bahrain. Organisasi ini juga telah terdaftar secara resmi di Kementerian Sosial Kerajaan Bahrain. Mayoritas anggota BIBFS berasal dari kalangan pengusaha, akademisi, pejabat pemerintah, dan pelaku seni di Bahrain yang memiliki beragam latar belakang.

Selain peragaan busana, kegiatan “Bahrain Indo Beauty Expo 2022” juga menyelenggarakan bazar busana, aksesoris, dan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Bahrain. Sejumlah pengusaha UMKM asal Indonesia yang bermukim di Bahrain juga turut serta dalam bazar tersebut dengan berjualan berbagai busana dan kerajinan tangan khas Indonesia. Para WNI pengusaha UMKM tersebut tergabung dalam Indonesia Diaspora Network (IDN) Chapter Bahrain. Kegiatan pada tahun ini merupakan kali kedua sejak tahun 2019 setelah sempat tertunda selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.■

]]> Sejumlah peragawan dan peragawati dari Bahrain tampak berjalan di sebuah ruang pertemuan di Kota Manama sambil memamerkan berbagai koleksi batik khas nusantara. Sebanyak lebih dari 200 orang tamu undangan yang hadir tampak menikmati keindahan ragam wastra batik yang diperagakan oleh para model.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manama (KBRI Manama) bekerja sama dengan Bahrain Indonesia Business and Friendship Society (BIBFS) menyelenggarakan peragaan busana (fashion show) dan bazar bertajuk “Bahrain Indo Beauty Expo 2022”, Kamis (29/9). Kegiatan tersebut dihadiri para pelaku industri fesyen dan ekonomi kreatif di Bahrain. Selain itu, juga tampak di antara para tamu undangan adalah perwakilan pejabat pemerintah setempat, kalangan korps diplomatik, jurnalis media, dan sejumlah pemerhati atau pecinta dunia fesyen dari Bahrain.

Ragam wastra dan busana batik yang ditampilkan pada fashion show tersebut merupakan koleksi Handy Hartono Reborn hasil karya perancang busana Khoiril Anam. Selain itu, juga ditampilkan sejumlah koleksi batik khas Sulawesi Barat karya Yundini Husni Djamaluddin. Peragaan busana kali ini juga berkolaborasi dengan 4 orang perancang busana asal Bahrain, yakni Nadia Aljar, Safia Almutawwa, Najma Foulath, serta Hala Asad yang menampilkan berbagai koleksi kain dan busana dengan sentuhan etnik Timur Tengah dan Asia Tenggara.

“Batik memiliki keistimewaan yang tidak dapat ditemukan pada wastra (kain) atau industri tekstil lainnya di dunia. Batik merupakan karakteristik khas dan bagian dari identitas bangsa Indonesia,” kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Bahrain Ardi Hermawan, dalam sambutannya di acara tersebut, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (30/9).

Menurut Dubes Ardi, batik memiliki kandungan nilai seni, alam, spiritualitas, dan keluhuran budaya berbagai suku di Indonesia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. “Keistimewaan inilah yang mendasari penetapan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai masterpiece of oral and intangible heritage of humanity sejak bulan Oktober 2009,” ujarnya.

Dubes Ardi juga menyampaikan kegembiraannya atas antusiasme para pengunjung yang hadir dalam peragaan busana dan bazar pada tahun ini. Hal tersebut menandakan bahwa Batik Indonesia telah dikenal secara luas di dunia internasional, termasuk di kawasan Timur Tengah khususnya Bahrain.

“Indonesia dan Bahrain memiliki kesamaan dalam konteks keragaman sosial budaya masyarakat yang salah satunya diterjemahkan dalam karya busana dengan corak dan motif yang unik. Karakteristik itulah yang membuat ragam batik nusantara mudah diterima pelaku industri dan pecinta dunia fesyen di Bahrain,” ucapnya.

Secara khusus, Dubes Ardi juga menyampaikan apresiasi kepada BIBFS selaku friends of Indonesia yang senantiasa menjadi salah satu motor penggerak upaya promosi ekonomi, sosial budaya, seni, dan pariwisata Indonesia di Bahrain. Presiden BIBFS Hana Kanoo, secara terpisah juga menyampaikan penghargaan kepada Dubes dan KBRI Manama atas dukungan, kolaborasi, komunikasi, dan kerja sama yang terjalin dengan sangat baik selama ini. Diharapkan, upaya yang telah dilakukan dapat semakin mendekatkan hubungan kedua negara.

Bahrain Indonesia Business and Friendship Society atau yang juga dikenal sebagai BIBFS merupakan organisasi nirlaba beranggotakan warga negara dan penduduk (resident) Bahrain yang memiliki kedekatan emosional, sejarah, serta minat terhadap Indonesia. BIBFS didirikan pada 2017 dengan tujuan untuk mendukung hubungan ekonomi dan people to people contact antara Indonesia dengan Bahrain. Organisasi ini juga telah terdaftar secara resmi di Kementerian Sosial Kerajaan Bahrain. Mayoritas anggota BIBFS berasal dari kalangan pengusaha, akademisi, pejabat pemerintah, dan pelaku seni di Bahrain yang memiliki beragam latar belakang.

Selain peragaan busana, kegiatan “Bahrain Indo Beauty Expo 2022” juga menyelenggarakan bazar busana, aksesoris, dan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Bahrain. Sejumlah pengusaha UMKM asal Indonesia yang bermukim di Bahrain juga turut serta dalam bazar tersebut dengan berjualan berbagai busana dan kerajinan tangan khas Indonesia. Para WNI pengusaha UMKM tersebut tergabung dalam Indonesia Diaspora Network (IDN) Chapter Bahrain. Kegiatan pada tahun ini merupakan kali kedua sejak tahun 2019 setelah sempat tertunda selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories