Perusahaannya Garap Proyek Rp 4 Triliun Suami Puan Maharani Dapat Durian Runtuh

Hapsoro Sukmonohadi, suami Ketua DPR, Puan Maharani jadi perbincangan hangat, kemarin. Gara-garanya, perusahaan yang dimiliki pria yang lebih dikenal dengan panggilan Happy Hapsoro itu, dikabarkan dapat proyek Rp 4 triliun dari PT Pertamina Gas atau Pertagas. Seperti dapat durian runtuh, Happy yang selama ini sepi dari berita, mendadak jadi “buah bibir”

Proyek itu didapat Happy lewat perusahaannya, PT Rukun Raharja Tbk dengan nama emiten RAJA. Di perusahaan ini, Happy disebut memiliki saham mayoritas yakni 32,59 persen. Sisanya, 31,54 persen dimiliki Sentosa Bersama Mitra, Johan Lensa 10,42 persen, dan masyarakat 25,45 persen berdasarkan komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2020.

Selain di perusahaan ini, putra dari pengusaha properti Bambang Sukmonohadi ini juga memiliki binis yang tersebar di perusahaan perhotelan di Indonesia, salah satunya adalah Red Planet. Hotel ini memiliki beberapa cabang yang tersebar di seluruh kota di Indonesia. Jabatannya cukup bergengsi, sebagai presiden komisaris.

Happy juga menggeluti bisnis minyak dan gas bumi serta memiliki perusahaan bernama Odira Energy Persada. Pada perusahaan itu, dia menduduki kursi komisaris. Happy juga pernah menduduki kursi Presiden Direktur PT Odira Energy Buana, Komisaris PT Prima Utama Mandiri, Direktur PT Vetira Prima Perkasa, Komisaris PT Meteor Mitra Mandiri, Direktur PT Pink Sport Indonesia, dan Presiden Komisaris PT Triguna Internusa Pratama (anak usaha PT Rukun Raharja Tbk).

Sementara itu, proyek yang didapat RAJA dari Pertagas itu terkait pemasangan pipa minyak bumi sepanjang 352,43 kilometer. Nilai proyeknya lumayan kakap, mencapai 300,62 juta dolar AS. Jika dirupiahkan, berdasarkan kurs dolar kemarin, Rp 14.475 per dolar AS, maka totalnya mencapai Rp 4,35 triliun.

Dalam proyek ini, RAJA akan melakukan kerja sama operasi atau joint operation (JO) dengan anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Kerjasamanya berupa proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi.

Direktur Utama PT Rukun Raharja (RAJA), Djauhar Maulidi bilang, JO dengan Pertagas adalah salah satu upaya perseroan ekspansi di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi melalui pipa. Harapannya, laba perusahaan naik.

“Meningkatkan laba perseroan di masa yang akan mendatang dan meningkatkan daya tarik investasi perseroan,” kata Djauhar, Minggu (21/3).

Menilik keterangan perseroan, porsi pendanaan kerja sama operasi itu adalah 75:25. 75 persen didanai Pertagas, 25 persen dari koceknya RAJA. Itu artinya, RAJA harus menggelontorkan dana sekitar 75,15 dolar AS atau sekitar Rp 1 triliun untuk proyek tersebut.

Jika dibandingkan dengan total ekuitas RAJA per 30 September 2020 yang sebesar 121,08 juta dolar AS, maka porsi pendanaan RAJA pada Proyek Pipa Rokan setara dengan 62 persen dari total ekuitas perusahaan. Sehingga, transaksi ini bersifat material menurut POJK No. 17/2020. Karena nilai transaksinya melampaui 50 persen dari ekuitas perusahaan.

Karena itu, RAJA akan meminta persetujuan pemegang saham atas kerja sama tersebut. Pun demikian dengan Pertagas yang harus minta persetujuan korporasi.

 

Dengan uang sebanyak itu, kedua perusahaan akan membangun Pipa sepanjang 352,43 kilometer. Lalu dibagi dalam sejumlah koridor. Yakni koridor Balam-Banglo-Dumai dan koridor Minas-Duri-Dumai.

Ruas ini akan dibagi menjadi 12 segmen dan station 3 segmen termasuk fasilitas pendukungnya. Pipa yang dibangun menuju pelabuhan Dumai, Riau itu berasal dari blok Rokan. Proyek ini adalah penugasan dari Pertamina kepada Pertagas.

Sampai tadi malam, Rakyat Merdeka belum mendapatkan konfirmasi dari Pertagas maupun PGAS terkait masuknya perusahaan suami Puan dalam kerjasama operasi pipa minyak bumi itu.

Apa tanggapan PDIP? Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengaku tak tahu-menahu dengan proyek tersebut. Hasto malah belok bicara yang lain. Kata dia, saat ini, PDIP lagi fokus pada pendidikan politik, rekrutmen, kaderisasi dan advokasi rakyat. “Seperti penolakan impor beras,” sebut Hasto, ketika dikonfirmasi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Di PDIP, tegas Hasto, tidak ada pembahasan terkait bisnis. Termasuk proyek pipa minyak bumi milik suami Puan itu. Karena oleh Undang-Undang Partai Politik, parpol dilarang berbisnis. “Kalau urusan bisnis, biarlah ikut mekanisme dan aturan bisnis,” terangnya.

Pengamat BUMN, Said Didu mengatakan, secara aturan tidak ada yang dilanggar oleh suami Puan dalam menggarap proyek pipa minyak bumi anak perusahaan BUMN. “Menurut saya, tidak ada aturan yang dilanggar, selama proses tendernya berjalan dengan benar,” kata Said Didu, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Meskipun proyek itu dikerjakan oleh keluarga pejabat, Didu bilang, tidak masalah. Sebab, aturan memang membolehkan. Jangankan keluarga, anggota DPR pun dibolehkan berbisnis.

“PNS yang dilarang. Makanya enak sekali jadi anggota DPR, konflik interest bisa saja terjadi. Tapi, saya tidak bisa mengatakan di situ ada konflik kepentingan,” kata eks Sekretaris Kementerian BUMN ini.

Di dunia maya, berita ini tentu saja bikin heboh. Ada yang kaget, curiga hingga berbaik sangka terkait “durian runtuh” yang diterima perusahaan milik suami Puan ini. “Seger banget! Saat susah gini, suami Puan dapat proyek Rp 4,2 Triliun buat bangun pipa gas,” kata akun @Socotra10603047. “Wow!” timpal akun @AbdRachim12. “Aseeeeekkkkkk…..yang penting….HAPPY…..,” sambung akun @ZardiArif. “Puan cuan,” balas akun @nugelo121.

Sejumlah warganet menduga, proyek itu tak lepas dari posisi Puan sebagai orang nomor 1 di DPR dan petinggi PDIP. Akun @aoeliaRF misalnya, ngomong begini. “Enak banget yak… Rasa punya negara sendiri, bagi-bagi proyek juga secara kekeluargaan,” cuitnya. “Woow pak KPK dibantu donk awasin,” imbau @MYP46361953. “Mainannya gas ya. Hati2 di gas,” kata akun @PresidenKopi.

Namun akun @EkoPh18 bersikap bijak. “Itu hukum alam. Yang menang pemilu banyak dapat proyek. Yang penting tidak digelembungkan & dikorupsi,” ujarnya. “Happy Hapsoro emang udah pengusaha dari jaman-jaman bokapnya Pak Bambang Sukmonohadi. Susah juga kalau keluarganya pejabat pasti ada framing-framing miring,” timpal akun @KrisAlfiJosanta. [SAR]

]]> Hapsoro Sukmonohadi, suami Ketua DPR, Puan Maharani jadi perbincangan hangat, kemarin. Gara-garanya, perusahaan yang dimiliki pria yang lebih dikenal dengan panggilan Happy Hapsoro itu, dikabarkan dapat proyek Rp 4 triliun dari PT Pertamina Gas atau Pertagas. Seperti dapat durian runtuh, Happy yang selama ini sepi dari berita, mendadak jadi “buah bibir”

Proyek itu didapat Happy lewat perusahaannya, PT Rukun Raharja Tbk dengan nama emiten RAJA. Di perusahaan ini, Happy disebut memiliki saham mayoritas yakni 32,59 persen. Sisanya, 31,54 persen dimiliki Sentosa Bersama Mitra, Johan Lensa 10,42 persen, dan masyarakat 25,45 persen berdasarkan komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2020.

Selain di perusahaan ini, putra dari pengusaha properti Bambang Sukmonohadi ini juga memiliki binis yang tersebar di perusahaan perhotelan di Indonesia, salah satunya adalah Red Planet. Hotel ini memiliki beberapa cabang yang tersebar di seluruh kota di Indonesia. Jabatannya cukup bergengsi, sebagai presiden komisaris.

Happy juga menggeluti bisnis minyak dan gas bumi serta memiliki perusahaan bernama Odira Energy Persada. Pada perusahaan itu, dia menduduki kursi komisaris. Happy juga pernah menduduki kursi Presiden Direktur PT Odira Energy Buana, Komisaris PT Prima Utama Mandiri, Direktur PT Vetira Prima Perkasa, Komisaris PT Meteor Mitra Mandiri, Direktur PT Pink Sport Indonesia, dan Presiden Komisaris PT Triguna Internusa Pratama (anak usaha PT Rukun Raharja Tbk).

Sementara itu, proyek yang didapat RAJA dari Pertagas itu terkait pemasangan pipa minyak bumi sepanjang 352,43 kilometer. Nilai proyeknya lumayan kakap, mencapai 300,62 juta dolar AS. Jika dirupiahkan, berdasarkan kurs dolar kemarin, Rp 14.475 per dolar AS, maka totalnya mencapai Rp 4,35 triliun.

Dalam proyek ini, RAJA akan melakukan kerja sama operasi atau joint operation (JO) dengan anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Kerjasamanya berupa proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi.

Direktur Utama PT Rukun Raharja (RAJA), Djauhar Maulidi bilang, JO dengan Pertagas adalah salah satu upaya perseroan ekspansi di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi melalui pipa. Harapannya, laba perusahaan naik.

“Meningkatkan laba perseroan di masa yang akan mendatang dan meningkatkan daya tarik investasi perseroan,” kata Djauhar, Minggu (21/3).

Menilik keterangan perseroan, porsi pendanaan kerja sama operasi itu adalah 75:25. 75 persen didanai Pertagas, 25 persen dari koceknya RAJA. Itu artinya, RAJA harus menggelontorkan dana sekitar 75,15 dolar AS atau sekitar Rp 1 triliun untuk proyek tersebut.

Jika dibandingkan dengan total ekuitas RAJA per 30 September 2020 yang sebesar 121,08 juta dolar AS, maka porsi pendanaan RAJA pada Proyek Pipa Rokan setara dengan 62 persen dari total ekuitas perusahaan. Sehingga, transaksi ini bersifat material menurut POJK No. 17/2020. Karena nilai transaksinya melampaui 50 persen dari ekuitas perusahaan.

Karena itu, RAJA akan meminta persetujuan pemegang saham atas kerja sama tersebut. Pun demikian dengan Pertagas yang harus minta persetujuan korporasi.

 

Dengan uang sebanyak itu, kedua perusahaan akan membangun Pipa sepanjang 352,43 kilometer. Lalu dibagi dalam sejumlah koridor. Yakni koridor Balam-Banglo-Dumai dan koridor Minas-Duri-Dumai.

Ruas ini akan dibagi menjadi 12 segmen dan station 3 segmen termasuk fasilitas pendukungnya. Pipa yang dibangun menuju pelabuhan Dumai, Riau itu berasal dari blok Rokan. Proyek ini adalah penugasan dari Pertamina kepada Pertagas.

Sampai tadi malam, Rakyat Merdeka belum mendapatkan konfirmasi dari Pertagas maupun PGAS terkait masuknya perusahaan suami Puan dalam kerjasama operasi pipa minyak bumi itu.

Apa tanggapan PDIP? Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengaku tak tahu-menahu dengan proyek tersebut. Hasto malah belok bicara yang lain. Kata dia, saat ini, PDIP lagi fokus pada pendidikan politik, rekrutmen, kaderisasi dan advokasi rakyat. “Seperti penolakan impor beras,” sebut Hasto, ketika dikonfirmasi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Di PDIP, tegas Hasto, tidak ada pembahasan terkait bisnis. Termasuk proyek pipa minyak bumi milik suami Puan itu. Karena oleh Undang-Undang Partai Politik, parpol dilarang berbisnis. “Kalau urusan bisnis, biarlah ikut mekanisme dan aturan bisnis,” terangnya.

Pengamat BUMN, Said Didu mengatakan, secara aturan tidak ada yang dilanggar oleh suami Puan dalam menggarap proyek pipa minyak bumi anak perusahaan BUMN. “Menurut saya, tidak ada aturan yang dilanggar, selama proses tendernya berjalan dengan benar,” kata Said Didu, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Meskipun proyek itu dikerjakan oleh keluarga pejabat, Didu bilang, tidak masalah. Sebab, aturan memang membolehkan. Jangankan keluarga, anggota DPR pun dibolehkan berbisnis.

“PNS yang dilarang. Makanya enak sekali jadi anggota DPR, konflik interest bisa saja terjadi. Tapi, saya tidak bisa mengatakan di situ ada konflik kepentingan,” kata eks Sekretaris Kementerian BUMN ini.

Di dunia maya, berita ini tentu saja bikin heboh. Ada yang kaget, curiga hingga berbaik sangka terkait “durian runtuh” yang diterima perusahaan milik suami Puan ini. “Seger banget! Saat susah gini, suami Puan dapat proyek Rp 4,2 Triliun buat bangun pipa gas,” kata akun @Socotra10603047. “Wow!” timpal akun @AbdRachim12. “Aseeeeekkkkkk…..yang penting….HAPPY…..,” sambung akun @ZardiArif. “Puan cuan,” balas akun @nugelo121.

Sejumlah warganet menduga, proyek itu tak lepas dari posisi Puan sebagai orang nomor 1 di DPR dan petinggi PDIP. Akun @aoeliaRF misalnya, ngomong begini. “Enak banget yak… Rasa punya negara sendiri, bagi-bagi proyek juga secara kekeluargaan,” cuitnya. “Woow pak KPK dibantu donk awasin,” imbau @MYP46361953. “Mainannya gas ya. Hati2 di gas,” kata akun @PresidenKopi.

Namun akun @EkoPh18 bersikap bijak. “Itu hukum alam. Yang menang pemilu banyak dapat proyek. Yang penting tidak digelembungkan & dikorupsi,” ujarnya. “Happy Hapsoro emang udah pengusaha dari jaman-jaman bokapnya Pak Bambang Sukmonohadi. Susah juga kalau keluarganya pejabat pasti ada framing-framing miring,” timpal akun @KrisAlfiJosanta. [SAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories