Pertani Sejahterakan Petani Jagung Madiun

PT Pertani (Persero) melaksanakan piloting bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Madiun dan petani setempat, guna memastikan keberhasilan penerapan corporate farming. Piloting itu dilakukan Pertani pada saat panen corporate farming jagung di kawasan Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Kegiatan corporate farming merupakan kegiatan penggabungan lahan usaha tani, untuk dikelola secara bersama-sama oleh para petani dan terpadu di dalam satu manajemen.

Direktur Utama PT Pertani Maryono mengatakan, corporate farming sebagai bentuk semangat dalam memberikan bantuan kepada petani. Ketika harga jatuh, Pertani tetap menjaga agar petani makmur. Dan jika naik, maka akan dijaga dengan harga yang mengikuti pasaran.

“Kemudian ketika petani kesulitan tentang benih pupuk, kami membantu support kebutuhan petani, termasuk jaminan menampung hasil panen jagung dari petani,” terang Maryono dalam keterangan resminya, kemarin.

Corporate farming jagung tersebut dilakukan di lahan 40 hektar, dengan rata-rata hasil panen 7 ton per hektar. Sistem yang diterapkan di Madiun ini ialah kemitraan terhadap petani. Di mana biaya sarana produksi serta upah para petani dan hasil panen disediakan dan difasilitasi oleh Pertani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo menyebut, keterlibatan Pertani dalam corporate farming jagung  dapat membantu kesejahteraan para petani jagung di Madiun.

“Dinas Pertanian tidak bisa bekerja sendiri. Saya senang bermitra dengan Pertani, karena skema corporate farming selama ini kami tunggu untuk mensejahterakan petani, melalui penanganan terpadu dari hulu ke hilir,” ucapnya.

Perluasan corporate farming jagung ditargetkan seluas 500 hektar di dua kecamatan Kabupaten Madiun. ” Kami berharap kerja sama ini bisa diperluas untuk komoditi kakao dan kopi,” pungkasnya. [DWI]

 

 

]]> PT Pertani (Persero) melaksanakan piloting bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Madiun dan petani setempat, guna memastikan keberhasilan penerapan corporate farming. Piloting itu dilakukan Pertani pada saat panen corporate farming jagung di kawasan Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Kegiatan corporate farming merupakan kegiatan penggabungan lahan usaha tani, untuk dikelola secara bersama-sama oleh para petani dan terpadu di dalam satu manajemen.

Direktur Utama PT Pertani Maryono mengatakan, corporate farming sebagai bentuk semangat dalam memberikan bantuan kepada petani. Ketika harga jatuh, Pertani tetap menjaga agar petani makmur. Dan jika naik, maka akan dijaga dengan harga yang mengikuti pasaran.

“Kemudian ketika petani kesulitan tentang benih pupuk, kami membantu support kebutuhan petani, termasuk jaminan menampung hasil panen jagung dari petani,” terang Maryono dalam keterangan resminya, kemarin.

Corporate farming jagung tersebut dilakukan di lahan 40 hektar, dengan rata-rata hasil panen 7 ton per hektar. Sistem yang diterapkan di Madiun ini ialah kemitraan terhadap petani. Di mana biaya sarana produksi serta upah para petani dan hasil panen disediakan dan difasilitasi oleh Pertani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo menyebut, keterlibatan Pertani dalam corporate farming jagung  dapat membantu kesejahteraan para petani jagung di Madiun.

“Dinas Pertanian tidak bisa bekerja sendiri. Saya senang bermitra dengan Pertani, karena skema corporate farming selama ini kami tunggu untuk mensejahterakan petani, melalui penanganan terpadu dari hulu ke hilir,” ucapnya.

Perluasan corporate farming jagung ditargetkan seluas 500 hektar di dua kecamatan Kabupaten Madiun. ” Kami berharap kerja sama ini bisa diperluas untuk komoditi kakao dan kopi,” pungkasnya. [DWI]

 

 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories