Perpanjangan PPKM Mikro, TNI Dan Polri Dikerahkan

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro resmi diperpanjang hingga 3 Maret 2021. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) menyatakan, dalam menjalankan PPKM Mikro kali ini akan lebih fokus pada pencegahan.

Kedisiplinan penerapan protokol kesehatan berupa menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M) harus ditingkatkan. Lebih dari itu pihaknya akan meningkatkan layanan 3T yakni tindakan melakukan tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19 (treatment).

Sejumlah Puskesmas di Pulau Jawa dan Bali dinyatakan sudah siap menjalankannya. Puskesmas akan dibantu aparat TNI dan Polri dalam menjalankan tugasnya di lingkungan masyarakat.

“Kami ikuti arahan Pak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk jalani strategi di sisi pencegahan melalui 3 M, 3T dan vaksinasi,” ujar Menkes dalam konferensi pers perpanjangan PPKM Mikro yang digelar virtual, Sabtu (20/1).

PPKM Mikro jilid dua ini mulai aktif pada Senin 22 Februari. Dari sisi persiapan, sudah siap.

“Kami melaporkan bahwa dari sisi testing Alhamdulillah sistemnya sekarang sudah siap berjalan. Seperti rapid antigen juga sudah didistribusikan kami harapkan bisa segera mulai,” tegasnya.

Pelatihan di setiap Puskesmas juga sudah dilakukan sejak pekan lalu. Semua dilakukan agar tenaga di Puskesmas yang memiliki rapid antigen melakukan testing dari suspek dengan kontak erat. “Diharapkan lebih banyak yang bisa identifikasi dini untuk mencegah terjadinya penularan,” ucapnya.

Kemenkes juga akan meningkatkan kuantitas dan kualitas tracing. Mengingat SDM Puskesmas jumlahnya terbatas, TNI dan Polri akan diperbantukan dengan mengerahkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Kami sangat berterima kasih dengan kerjasama TNI dan Polri untuk menggerakkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas nanti,” ucap dia.

Dalam PPKM Mikro, para petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan membantu Puskesmas untuk menjalankan testing dan tracing. Aparat dipastikan sudah lulus mengikuti pelatihan singkat.

Sesuai arahan Kemenko Perekonomian, Kemenkes bekerja sama dengan gubernur-gubernur di wilayah PPKM Mikro yaitu di Pulau Jawa dan Bali. Koordinasi diperlukan untuk bisa memastikan strategi dan solusinya.

Sebelumnya dia juga mengatakan, PPKM Mikro ini dilanjutkan karena dalam program tahap awal menuai hasil maksimal. Dalam tiga sampai empat minggu terakhir terjadi penurunan dari kasus konfirmasi di seluruh Indonesia. [JAR]

]]> Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro resmi diperpanjang hingga 3 Maret 2021. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) menyatakan, dalam menjalankan PPKM Mikro kali ini akan lebih fokus pada pencegahan.

Kedisiplinan penerapan protokol kesehatan berupa menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M) harus ditingkatkan. Lebih dari itu pihaknya akan meningkatkan layanan 3T yakni tindakan melakukan tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19 (treatment).

Sejumlah Puskesmas di Pulau Jawa dan Bali dinyatakan sudah siap menjalankannya. Puskesmas akan dibantu aparat TNI dan Polri dalam menjalankan tugasnya di lingkungan masyarakat.

“Kami ikuti arahan Pak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk jalani strategi di sisi pencegahan melalui 3 M, 3T dan vaksinasi,” ujar Menkes dalam konferensi pers perpanjangan PPKM Mikro yang digelar virtual, Sabtu (20/1).

PPKM Mikro jilid dua ini mulai aktif pada Senin 22 Februari. Dari sisi persiapan, sudah siap.

“Kami melaporkan bahwa dari sisi testing Alhamdulillah sistemnya sekarang sudah siap berjalan. Seperti rapid antigen juga sudah didistribusikan kami harapkan bisa segera mulai,” tegasnya.

Pelatihan di setiap Puskesmas juga sudah dilakukan sejak pekan lalu. Semua dilakukan agar tenaga di Puskesmas yang memiliki rapid antigen melakukan testing dari suspek dengan kontak erat. “Diharapkan lebih banyak yang bisa identifikasi dini untuk mencegah terjadinya penularan,” ucapnya.

Kemenkes juga akan meningkatkan kuantitas dan kualitas tracing. Mengingat SDM Puskesmas jumlahnya terbatas, TNI dan Polri akan diperbantukan dengan mengerahkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Kami sangat berterima kasih dengan kerjasama TNI dan Polri untuk menggerakkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas nanti,” ucap dia.

Dalam PPKM Mikro, para petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan membantu Puskesmas untuk menjalankan testing dan tracing. Aparat dipastikan sudah lulus mengikuti pelatihan singkat.

Sesuai arahan Kemenko Perekonomian, Kemenkes bekerja sama dengan gubernur-gubernur di wilayah PPKM Mikro yaitu di Pulau Jawa dan Bali. Koordinasi diperlukan untuk bisa memastikan strategi dan solusinya.

Sebelumnya dia juga mengatakan, PPKM Mikro ini dilanjutkan karena dalam program tahap awal menuai hasil maksimal. Dalam tiga sampai empat minggu terakhir terjadi penurunan dari kasus konfirmasi di seluruh Indonesia. [JAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories