Perluas Digitalisasi, ASDP Bakal Terapkan Cashless Di 17 Pelabuhan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal menambah 17 pelabuhan penyeberangan untuk penerapan channel pembayaran secara non-tunai (cashless).

Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya menargetkan penerapan pembayaran cashless ke Pe abuhan Jepara dan Karimunjawa, Pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang, serta Pelabuhan Bajoe dan Kolaka.

Selanjutnya, akan menyusul secara bertahap di Pelabuhan Bira dan Pamatata (Sela-yar), Pelabuhan Sape dan Labuan Bajo (Sape), Pelabuhan Tanjung Kelian (Bangka), Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala dan Namlea (Ambon), Pelabuhan Pagimana (Luwuk), dan Pelabuhan Mamuju (Balikpapan).

“Penambahan 17 pelabuhan yang akan menerapkan cashless tiket Ferry ini sebagai langkah perluasan digitalisasi penyeberangan,” ujar Shelvy melalui dalam keterangannya, Selasa (8/2).

Adapun metode pembayaran non tunai ini terdiri dari payment link melalui opsi layanan Virtual Account, kartu uang elektronik dari BRI, Mandiri, BNI dan BCA. Serta, layanan Dompet Elek-tronik dari OVO, ShopeePay, LinkAja dan Dana.

Menurutnya, dengan terus mengakselerasi dan mem-perluas program cashless ke seluruh Cabang ASDP, maka akan meningkatkan customer experience.

Hal ini sebagai bentuk komitmen perseroan menuju layanan berkelas dunia.Karenanya, dalam dua tahun terakhir, pihaknya fokus dan konsisten dalam digital-isasi bisnis, guna mengubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern.

Alhasil, kini antusiasme pengguna jasa yang membeli tiket ferry dengan metode pembayaran cashless terus meningkat. Artinya, masyarakat telah melek dengan perubahan dan bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kami lihat masyarakat semakin teredukasi, membeli tiket ferry dan melakukan pembayaran dengan kartu elektronik yang prosesnya simpel, mudah dan cepat,” katanya.

Ia menjelaskan, beberapa manfaat yang diterima pengguna jasa saat menggunakan pembayaran non tunai. Yakni memberikan rasa aman dan nyaman. Sebab, ada standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan.

Selain itu, transaksi pembayaran juga mudah, praktis, terhindar dari uang palsu. Sekaligus mendukung penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 untuk mencegah penularan karena meminimalisir kontak dengan petugas loket. Serta proses transaksi di toll gate lebih ringkas dan cepat karena tidak perlu lagi antri di pelabuhan.

“Penumpang harus mem-bawa identitas diri, mengisi manifest saat membeli tiket, dan siapkan alat pembayaran baik transfer Virtual Account, kartu dan dompet elektronik dengan saldo cukup saat akan membayar di pelabuhan,” tutupnya. [IMA]

]]> PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal menambah 17 pelabuhan penyeberangan untuk penerapan channel pembayaran secara non-tunai (cashless).

Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya menargetkan penerapan pembayaran cashless ke Pe abuhan Jepara dan Karimunjawa, Pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang, serta Pelabuhan Bajoe dan Kolaka.

Selanjutnya, akan menyusul secara bertahap di Pelabuhan Bira dan Pamatata (Sela-yar), Pelabuhan Sape dan Labuan Bajo (Sape), Pelabuhan Tanjung Kelian (Bangka), Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala dan Namlea (Ambon), Pelabuhan Pagimana (Luwuk), dan Pelabuhan Mamuju (Balikpapan).

“Penambahan 17 pelabuhan yang akan menerapkan cashless tiket Ferry ini sebagai langkah perluasan digitalisasi penyeberangan,” ujar Shelvy melalui dalam keterangannya, Selasa (8/2).

Adapun metode pembayaran non tunai ini terdiri dari payment link melalui opsi layanan Virtual Account, kartu uang elektronik dari BRI, Mandiri, BNI dan BCA. Serta, layanan Dompet Elek-tronik dari OVO, ShopeePay, LinkAja dan Dana.

Menurutnya, dengan terus mengakselerasi dan mem-perluas program cashless ke seluruh Cabang ASDP, maka akan meningkatkan customer experience.

Hal ini sebagai bentuk komitmen perseroan menuju layanan berkelas dunia.Karenanya, dalam dua tahun terakhir, pihaknya fokus dan konsisten dalam digital-isasi bisnis, guna mengubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern.

Alhasil, kini antusiasme pengguna jasa yang membeli tiket ferry dengan metode pembayaran cashless terus meningkat. Artinya, masyarakat telah melek dengan perubahan dan bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kami lihat masyarakat semakin teredukasi, membeli tiket ferry dan melakukan pembayaran dengan kartu elektronik yang prosesnya simpel, mudah dan cepat,” katanya.

Ia menjelaskan, beberapa manfaat yang diterima pengguna jasa saat menggunakan pembayaran non tunai. Yakni memberikan rasa aman dan nyaman. Sebab, ada standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan.

Selain itu, transaksi pembayaran juga mudah, praktis, terhindar dari uang palsu. Sekaligus mendukung penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 untuk mencegah penularan karena meminimalisir kontak dengan petugas loket. Serta proses transaksi di toll gate lebih ringkas dan cepat karena tidak perlu lagi antri di pelabuhan.

“Penumpang harus mem-bawa identitas diri, mengisi manifest saat membeli tiket, dan siapkan alat pembayaran baik transfer Virtual Account, kartu dan dompet elektronik dengan saldo cukup saat akan membayar di pelabuhan,” tutupnya. [IMA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories