Perlu Anda Tahu, Ini 5 Bahaya Pakai Headset/Earphone Sambil Tidur

Menikmati musik atau sajian audio lainnya lewat headset/earphone memang mengasyikkan. Apalagi, kalau sambil leha-leha atau rebahan. 

Tapi, tahukah Anda, bahwa kebiasaan itu sangat tidak baik?

Lewat akun Instagramnya, Dokter Spesialis THT-Bedah Kepala Leher menjelaskan lima bahaya yang dapat mengancam Anda, bila sering menggunakan headset/earphone sambil tidur.

Berikut rinciannya:

1. NIHL (noiseinduced hearing loss)

NIHL (noiseinduced hearing loss) atau tuli akibat kebisingan, tidak hanya diakibatkan oleh volume suara di headset yang terlalu keras. Tetapi juga seberapa lama dan sering Anda menggunakannya.

“Dari hasil penelitian terungkap, kebiasaan mendengarkan musik melalui headset dalam waktu yang lama, bahkan di saat tidur, bisa membuat seseorang lebih berisiko terkena NIHL di kemudian hari,” jelas dr. Muslim Kasim, yang saat ini bertugas di RS Pertamina Bintang Amin, Bandar Lampung.

2. Tinnitus

Sel-sel rambut koklea yang rusak, dapat menyebabkan suara berdenging, berdengung, atau menderu di telinga. Kondisi ini disebut dengan tinnitus.

Hasil penelitian menunjukkan, remaja yang mendengarkan musik lebih dari 3 jam dengan menggunakan headset, lebih sering mengalami tinnitus.

3. Hiperakusis

Hiperakusis adalah gangguan pendengaran yang membuat seseorang menjadi terlampau peka, terhadap suara-suara tertentu.

Mereka menjadi tidak tahan dengan suara yang sebenarnya normal di kehidupan sehari-hari. Bagi mereka, suara-suara itu terdengar sangat keras dan menyakitkan telinga.

“Paparan bising yang lama, bisa meningkatkan risiko terkena hiperakusis,” ujar dr. Muslim Kasim.

4. Penumpukan kotoran telinga

Penggunaan headset dalam waktu lama, juga bisa menimbulkan bahaya lain, seperti penumpukan kotoran telinga.

Jika kotoran telinga sudah menumpuk atau menjadi serumen prop, maka telinga akan berdengung dan mengalami kesulitan mendengar.

5. Infeksi telinga

Headset yang ditempatkan langsung ke dalam liang telinga, akan menghalangi aliran udara. Ini dapat menimbulkan masalah di telinga.

Infeksi telinga dapat ditimbulkan oleh gesekan earphone, dalam jangka waktu yang lama.

“Selain itu, penggunaan earphone yang dilakukan dengan saling berbagi, juga dapat menyebabkan penyebaran bakteri dari satu telinga ke telinga lain, dan mengakibatkan infeksi telinga,” papar dr. Muslim Kasim.

Agar aman menggunakan headset dan earphone, dr. Muslim Kasim menyarankan untuk menggunakan aturan 60/60.

“Mendengarkan dengan volume maksimal 60 persen, dan jangan lebih dari 60 menit sehari,” ujarnya mewanti-wanti. ■

]]> Menikmati musik atau sajian audio lainnya lewat headset/earphone memang mengasyikkan. Apalagi, kalau sambil leha-leha atau rebahan. 

Tapi, tahukah Anda, bahwa kebiasaan itu sangat tidak baik?

Lewat akun Instagramnya, Dokter Spesialis THT-Bedah Kepala Leher menjelaskan lima bahaya yang dapat mengancam Anda, bila sering menggunakan headset/earphone sambil tidur.

Berikut rinciannya:

1. NIHL (noise-induced hearing loss)

NIHL (noise-induced hearing loss) atau tuli akibat kebisingan, tidak hanya diakibatkan oleh volume suara di headset yang terlalu keras. Tetapi juga seberapa lama dan sering Anda menggunakannya.

“Dari hasil penelitian terungkap, kebiasaan mendengarkan musik melalui headset dalam waktu yang lama, bahkan di saat tidur, bisa membuat seseorang lebih berisiko terkena NIHL di kemudian hari,” jelas dr. Muslim Kasim, yang saat ini bertugas di RS Pertamina Bintang Amin, Bandar Lampung.

2. Tinnitus

Sel-sel rambut koklea yang rusak, dapat menyebabkan suara berdenging, berdengung, atau menderu di telinga. Kondisi ini disebut dengan tinnitus.

Hasil penelitian menunjukkan, remaja yang mendengarkan musik lebih dari 3 jam dengan menggunakan headset, lebih sering mengalami tinnitus.

3. Hiperakusis

Hiperakusis adalah gangguan pendengaran yang membuat seseorang menjadi terlampau peka, terhadap suara-suara tertentu.

Mereka menjadi tidak tahan dengan suara yang sebenarnya normal di kehidupan sehari-hari. Bagi mereka, suara-suara itu terdengar sangat keras dan menyakitkan telinga.

“Paparan bising yang lama, bisa meningkatkan risiko terkena hiperakusis,” ujar dr. Muslim Kasim.

4. Penumpukan kotoran telinga

Penggunaan headset dalam waktu lama, juga bisa menimbulkan bahaya lain, seperti penumpukan kotoran telinga.

Jika kotoran telinga sudah menumpuk atau menjadi serumen prop, maka telinga akan berdengung dan mengalami kesulitan mendengar.

5. Infeksi telinga

Headset yang ditempatkan langsung ke dalam liang telinga, akan menghalangi aliran udara. Ini dapat menimbulkan masalah di telinga.

Infeksi telinga dapat ditimbulkan oleh gesekan earphone, dalam jangka waktu yang lama.

“Selain itu, penggunaan earphone yang dilakukan dengan saling berbagi, juga dapat menyebabkan penyebaran bakteri dari satu telinga ke telinga lain, dan mengakibatkan infeksi telinga,” papar dr. Muslim Kasim.

Agar aman menggunakan headset dan earphone, dr. Muslim Kasim menyarankan untuk menggunakan aturan 60/60.

“Mendengarkan dengan volume maksimal 60 persen, dan jangan lebih dari 60 menit sehari,” ujarnya mewanti-wanti. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories