Perkaya Wawasan, KPK Latih 50 Internal Auditor PT Pertamina .

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan pelatihan antikorupsi terhadap 50 orang pegawai yang menjalankan fungsi Internal Audit di PT Pertamina (Persero). Pelatihan dilakukan secara virtual selama empat hari, mulai Selasa (2/2) hingga Jumat (5/2).

“Satuan Pengawas Internal (SPI) atau Internal Auditor memainkan peran penting untuk mengawal pencegahan korupsi di antaranya melalui early warning system,” ujar Direktur Pendidikan dan Pelatihan Dian Novianthi dalam siaran pers, Rabu (3/2).

Kegiatan serupa pernah dilakukan di tahun 2019 secara tatap muka di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK. Nah, pelatihan kali ini diharapkan dapat menyegarkan kembali ingatan mengenai pengetahuan antikorupsi yang sudah diberikan.

Selain itu, Dian menyatakan, forum pelatihan juga bisa menjadi wadah untuk bertukar pengalaman yang akan memperkaya pemahaman peserta. Selama empat hari, peserta akan menerima pengetahuan mengenai tindak pidana korupsi, tindak pidana korporasi, konflik kepentingan, gratifikasi serta panduan CEK.

 

Dua pakar hukum pidana juga dihadirkan sebagai narasumber, yaitu Gandjar Laksmana Bonaprapta dan Taufik Rachman. “Korupsi termasuk kejahatan luar biasa dan random target karena tidak pilih target dan tidak pilih korban. Korban korupsi ada di mana-mana. Bukan hanya negara atau masyarakat yang dirugikan. Saya, Anda, juga merupakan korban korupsi,” ujar Gandjar, menjelaskan unsur-unsur pasal Indang-Undang tindak pidana korupsi.

Pelatihan ini terselenggara atas permintaan dari PT Pertamina (persero). KPK berharap, para peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk menunjang tugas dan fungsi SPI atau internal auditor di PT Pertamina (persero).

VP Policy Setting & Monitoring PT Pertamina (Persero) Evi Novita Dewi juga punya harapan sama, yakni pelatihan ini bisa membantu mengantisipasi dan mencegah korupsi sesuai koridor tugas internal audit. [OKT]

]]> .
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan pelatihan antikorupsi terhadap 50 orang pegawai yang menjalankan fungsi Internal Audit di PT Pertamina (Persero). Pelatihan dilakukan secara virtual selama empat hari, mulai Selasa (2/2) hingga Jumat (5/2).

“Satuan Pengawas Internal (SPI) atau Internal Auditor memainkan peran penting untuk mengawal pencegahan korupsi di antaranya melalui early warning system,” ujar Direktur Pendidikan dan Pelatihan Dian Novianthi dalam siaran pers, Rabu (3/2).

Kegiatan serupa pernah dilakukan di tahun 2019 secara tatap muka di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK. Nah, pelatihan kali ini diharapkan dapat menyegarkan kembali ingatan mengenai pengetahuan antikorupsi yang sudah diberikan.

Selain itu, Dian menyatakan, forum pelatihan juga bisa menjadi wadah untuk bertukar pengalaman yang akan memperkaya pemahaman peserta. Selama empat hari, peserta akan menerima pengetahuan mengenai tindak pidana korupsi, tindak pidana korporasi, konflik kepentingan, gratifikasi serta panduan CEK.

 

Dua pakar hukum pidana juga dihadirkan sebagai narasumber, yaitu Gandjar Laksmana Bonaprapta dan Taufik Rachman. “Korupsi termasuk kejahatan luar biasa dan random target karena tidak pilih target dan tidak pilih korban. Korban korupsi ada di mana-mana. Bukan hanya negara atau masyarakat yang dirugikan. Saya, Anda, juga merupakan korban korupsi,” ujar Gandjar, menjelaskan unsur-unsur pasal Indang-Undang tindak pidana korupsi.

Pelatihan ini terselenggara atas permintaan dari PT Pertamina (persero). KPK berharap, para peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk menunjang tugas dan fungsi SPI atau internal auditor di PT Pertamina (persero).

VP Policy Setting & Monitoring PT Pertamina (Persero) Evi Novita Dewi juga punya harapan sama, yakni pelatihan ini bisa membantu mengantisipasi dan mencegah korupsi sesuai koridor tugas internal audit. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy