Periksa Perusahaan-perusahaan Vendor Bansos, KPK Dalami Ini… .

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perusahaan-perusahaan yang ditunjuk sebagai vendor dalam pelaksanaan program bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Hal ini didalami dari empat saksi yang diperiksa pada Rabu (17/3) kemarin. Keempatnya adalah Direktur PT Riskaindo Jaya, Jonni Sihotang; Kunto dari PT Dharna Lantara Jaya; Joyce Josephine dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero); serta Raka dari PT Afira Indah Megatama.

“Tim Penyidik KPK masih melakukan pendalaman di antaranya terkait dengan perusahaan dari para saksi yang menjadi vendor dalam pelaksanaan Bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Kamis (18/3).

Selain itu, penyidik komisi antirasuah juga mendalami dugaan aliran sejumlah uang kepada tersangka Juliari Batubara, eks Menteri Sosial (Mensos), melalui tersangka Matheus Joko Santoso, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bansos. Sementara satu saksi, yakni Moto dari PT Asricitra Pratama, tidak memenuhi panggilan.

Dalam kasus ini, Juliari, Matheus, dan Adi Wahyono, kuasa pengguna anggaran (KPA) proyek bansos, disangkakan KPK menerima suap dari Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar. Sedangkan Ardian memberi Rp 1,95 miliar. Tujuan pemberian suap itu, adalah agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos ke Juliari.  [OKT]

]]> .
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perusahaan-perusahaan yang ditunjuk sebagai vendor dalam pelaksanaan program bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Hal ini didalami dari empat saksi yang diperiksa pada Rabu (17/3) kemarin. Keempatnya adalah Direktur PT Riskaindo Jaya, Jonni Sihotang; Kunto dari PT Dharna Lantara Jaya; Joyce Josephine dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero); serta Raka dari PT Afira Indah Megatama.

“Tim Penyidik KPK masih melakukan pendalaman di antaranya terkait dengan perusahaan dari para saksi yang menjadi vendor dalam pelaksanaan Bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Kamis (18/3).

Selain itu, penyidik komisi antirasuah juga mendalami dugaan aliran sejumlah uang kepada tersangka Juliari Batubara, eks Menteri Sosial (Mensos), melalui tersangka Matheus Joko Santoso, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bansos. Sementara satu saksi, yakni Moto dari PT Asricitra Pratama, tidak memenuhi panggilan.

Dalam kasus ini, Juliari, Matheus, dan Adi Wahyono, kuasa pengguna anggaran (KPA) proyek bansos, disangkakan KPK menerima suap dari Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar. Sedangkan Ardian memberi Rp 1,95 miliar. Tujuan pemberian suap itu, adalah agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos ke Juliari.  [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories