Pererat Silaturahmi, Bane Raja Manalu Buka Puasa Bersama Masyarakat Asahan

Dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan, Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Bane Raja Manalu, buka puasa bersama masyarakat Kabupaten Asahan. Acara buka puasa bersama ini dilaksanakan di Desa Siapung Jaya, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, serta anggota DPRD Asahan, Kamis (14/4).

Bane Raja Manalu mengucapkan terima kasih atas antusias masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menghadiri acara buka puasa bersama. Buka puasa bersama ini merupakan bagian dari silaturahmi yang diharapkan terus berlanjut.

Di acara itu, Bane mendorong juga masyarakat untuk mendaftarkan Kekayaan Intelektual (KI). Sebab, mendaftar KI bisa meningkatkan perekonomian. Kabupaten Asahan memiliki banyak KI yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pada hari Selasa kemarin di Medan, Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM melaksanakan sosialiasi Kekayaan Intelektual kepada para kepala daerah, pelaku UMKM dan pelaku industri kreatif di Sumatera Utara. Pada momen tersebut, saya bertemu dengan Bupati Asahan. Kita berbicara soal bagaimana daerah meningkatkan perekonomian melalui kekayaan intelektual. Kekayaan itu tidak harus berdagang, ternyata kekayaan intelektual banyak sekali yang bisa meningkatkan perekonomian,” ucapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (14/4).

Alumni Universitas Indonesia ini melanjutkan, tari-tarian khas Kabupaten Asahan merupakan bagian kekayaan intelektual. Di zaman digital saat ini, kekayaan intelektual seperti itu bisa mendatangkan keuntungan guna meningkatkan pendapatan.

Dalam acara buka bersama tersebut, turut hadir Ketua DPC PDIP Kabupaten Asahan Rosmansyah, anggota DPRD Asahan Nur Anisah Pulungan, Kepala Desa Siapung Jaya Rambe, dan Kepala Desa Simpang Empat Yafit Ham.

Sebelumnya, Bane mengunjungi para pelaku UMKM pengrajin batu bata di Desa Suka Dame Barat, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan. Para pengrajin tersebut mengeluhkan sulitnya mendapatkan jangkos sawit sebagai bahan baku utama untuk pembakaran batu bata. Masyarakat berharap, dengan turun tangannya Bane, para pengrajin batu bata mendapatkan kemudahan membeli jangkos dari pihak PTPN III.

Selanjutnya, Bane diundang masyarakat ke Desa Silau Maraja, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan. Masyarakat yang didominasi petani sawah tersebut mengeluhkan jebolnya bendungan sungai Dambali. Bendungan tersebut merupakan akses utama air irigasi yang mengaliri sekitar 350 hektar lahan pertanian. Masyarakat berharap, turun tangannya Bane melakukan lobi kepada Pemerintah, mempercepat perbaikan tanggul yang jebol tersebut. [USU]

]]> Dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan, Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Bane Raja Manalu, buka puasa bersama masyarakat Kabupaten Asahan. Acara buka puasa bersama ini dilaksanakan di Desa Siapung Jaya, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, serta anggota DPRD Asahan, Kamis (14/4).

Bane Raja Manalu mengucapkan terima kasih atas antusias masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menghadiri acara buka puasa bersama. Buka puasa bersama ini merupakan bagian dari silaturahmi yang diharapkan terus berlanjut.

Di acara itu, Bane mendorong juga masyarakat untuk mendaftarkan Kekayaan Intelektual (KI). Sebab, mendaftar KI bisa meningkatkan perekonomian. Kabupaten Asahan memiliki banyak KI yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pada hari Selasa kemarin di Medan, Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM melaksanakan sosialiasi Kekayaan Intelektual kepada para kepala daerah, pelaku UMKM dan pelaku industri kreatif di Sumatera Utara. Pada momen tersebut, saya bertemu dengan Bupati Asahan. Kita berbicara soal bagaimana daerah meningkatkan perekonomian melalui kekayaan intelektual. Kekayaan itu tidak harus berdagang, ternyata kekayaan intelektual banyak sekali yang bisa meningkatkan perekonomian,” ucapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (14/4).

Alumni Universitas Indonesia ini melanjutkan, tari-tarian khas Kabupaten Asahan merupakan bagian kekayaan intelektual. Di zaman digital saat ini, kekayaan intelektual seperti itu bisa mendatangkan keuntungan guna meningkatkan pendapatan.

Dalam acara buka bersama tersebut, turut hadir Ketua DPC PDIP Kabupaten Asahan Rosmansyah, anggota DPRD Asahan Nur Anisah Pulungan, Kepala Desa Siapung Jaya Rambe, dan Kepala Desa Simpang Empat Yafit Ham.

Sebelumnya, Bane mengunjungi para pelaku UMKM pengrajin batu bata di Desa Suka Dame Barat, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan. Para pengrajin tersebut mengeluhkan sulitnya mendapatkan jangkos sawit sebagai bahan baku utama untuk pembakaran batu bata. Masyarakat berharap, dengan turun tangannya Bane, para pengrajin batu bata mendapatkan kemudahan membeli jangkos dari pihak PTPN III.

Selanjutnya, Bane diundang masyarakat ke Desa Silau Maraja, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan. Masyarakat yang didominasi petani sawah tersebut mengeluhkan jebolnya bendungan sungai Dambali. Bendungan tersebut merupakan akses utama air irigasi yang mengaliri sekitar 350 hektar lahan pertanian. Masyarakat berharap, turun tangannya Bane melakukan lobi kepada Pemerintah, mempercepat perbaikan tanggul yang jebol tersebut. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories