Percepat Vaksinasi .

Program vaksinasi nasional Covid-19 terus digenjot. Tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga menyasar lansia dan petugas pelayanan publik di kota kabupaten dan kecamatan.

Sampai Jumat (26/3) kemarin, sudah lebih dari 10 juta orang divaksinasi.

Kita berharap awal Mei 2021, masyarakat umum sudah mulai divaksinasi, sehingga awal Juni bisa divaksinasi rata-rata 750 ribu orang per hari dan awal Juli satu juta orang per hari.

Mereka yang telah divaksinasi beberapa pekan kemudian akan memiliki antibodi untuk melawan virus Corona.

Tapi karena masih ada kemungkinan tertular Covid, mereka yang sudah divaksinasi tak boleh lengah. Kalau masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan pakai sabun. keluar rumah, harus selalu memakai

Memang kabar baiknya vaksinasi itu bisa mencegah sakit menjadi parah. Seperti vaksin influenza dan campak, kita masih bisa terinfeksi pasca vaksinasi, tapi gejalanya ringan.

Meski demikian, agar tak tertular Covid-19, pasca vaksinasi kita wajib mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Sekarang ini prioritas program vaksinasi adalah lansia. Diharapkan pertengahan Mei, 60 persen lansia di Jabodetabek selesai divaksinasi.

Kalau kelompok rentan sebagian besar sudah terlindungi, maka jumlah. pasien positif Covid dengan gejala berat bisa menurun drastis.

Oleh karena itu, instansi pemerintah, baik di pusat maupun daerah perlu lebih gencar lagi mendorong vaksinasi lansia.

Kerjasama bisa dilakukan dengan pesantren, pusat pendidikan agama, lembaga sosial kemasyarakatan atau dengan pusat-pusat perbelanjaan.

Kita juga berharap, persediaan vaksin bisa bertambah. Bahan baku vaksin Sinovac yang sudah masuk cukup untuk memproduksi sekitar 30 juta dosis. Kemudian, meski tidak mudah, vaksin AstraZeneca hingga akhir April diharapkan bisa masuk lagi 3,2 juta dosis.

Sekarang ini negara-negara Eropa mulai memproteksi vaksin mereka. Ini akibat lonjakan kasus baru di Jerman, Belanda dan Perancis, sehingga mereka tak rela, vaksin yang ada dikirim ke luar Eropa.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan khusus antar petinggi negara, supaya mereka tetap mau mengirimkan vaksinnya ke Indonesia.

Kalau pasokan vaksinnya lancar diharapkan awal tahun 2022 sudah bisa terbentuk kekebalan kelompok.

Tapi sebelum kekebalan kelompok terwujud, seluruh warga masyarakat, termasuk mereka yang sudah divaksinasi wajib mematuhi protokol kesehatan. Kalau tidak, virus Corona bisa menyebar lebih luas lagi.

]]> .
Program vaksinasi nasional Covid-19 terus digenjot. Tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga menyasar lansia dan petugas pelayanan publik di kota kabupaten dan kecamatan.

Sampai Jumat (26/3) kemarin, sudah lebih dari 10 juta orang divaksinasi.

Kita berharap awal Mei 2021, masyarakat umum sudah mulai divaksinasi, sehingga awal Juni bisa divaksinasi rata-rata 750 ribu orang per hari dan awal Juli satu juta orang per hari.

Mereka yang telah divaksinasi beberapa pekan kemudian akan memiliki antibodi untuk melawan virus Corona.

Tapi karena masih ada kemungkinan tertular Covid, mereka yang sudah divaksinasi tak boleh lengah. Kalau masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan pakai sabun. keluar rumah, harus selalu memakai

Memang kabar baiknya vaksinasi itu bisa mencegah sakit menjadi parah. Seperti vaksin influenza dan campak, kita masih bisa terinfeksi pasca vaksinasi, tapi gejalanya ringan.

Meski demikian, agar tak tertular Covid-19, pasca vaksinasi kita wajib mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Sekarang ini prioritas program vaksinasi adalah lansia. Diharapkan pertengahan Mei, 60 persen lansia di Jabodetabek selesai divaksinasi.

Kalau kelompok rentan sebagian besar sudah terlindungi, maka jumlah. pasien positif Covid dengan gejala berat bisa menurun drastis.

Oleh karena itu, instansi pemerintah, baik di pusat maupun daerah perlu lebih gencar lagi mendorong vaksinasi lansia.

Kerjasama bisa dilakukan dengan pesantren, pusat pendidikan agama, lembaga sosial kemasyarakatan atau dengan pusat-pusat perbelanjaan.

Kita juga berharap, persediaan vaksin bisa bertambah. Bahan baku vaksin Sinovac yang sudah masuk cukup untuk memproduksi sekitar 30 juta dosis. Kemudian, meski tidak mudah, vaksin AstraZeneca hingga akhir April diharapkan bisa masuk lagi 3,2 juta dosis.

Sekarang ini negara-negara Eropa mulai memproteksi vaksin mereka. Ini akibat lonjakan kasus baru di Jerman, Belanda dan Perancis, sehingga mereka tak rela, vaksin yang ada dikirim ke luar Eropa.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan khusus antar petinggi negara, supaya mereka tetap mau mengirimkan vaksinnya ke Indonesia.

Kalau pasokan vaksinnya lancar diharapkan awal tahun 2022 sudah bisa terbentuk kekebalan kelompok.

Tapi sebelum kekebalan kelompok terwujud, seluruh warga masyarakat, termasuk mereka yang sudah divaksinasi wajib mematuhi protokol kesehatan. Kalau tidak, virus Corona bisa menyebar lebih luas lagi.
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories