Percepat Penyaluran Permodalan, LPDB-KUMKM Pakai 5 Strategi Ini

Hingga awal tahun ini, Indonesia masih menghadapi dampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor ekonomi. Koperasi dan UMKM di Indonesia masih membutuhkan uluran tangan pemerintah.

Salah satunya, permodalan dari LPDB-KUMKM yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam membantu meningkatkan perekonomian di daerah.

“LPDB-KUMKM terus mengupayakan dukungan permodalan bagi koperasi dan UMKM agar terus bertahan menghadapi pandemi Covid-19,” ujar Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, Rabu (12/1).

Upaya itu, dilakukan melalui lima strategi percepatan penyaluran permodalan untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

Strategi pertama, perluasan penyaluran melalui komunitas. Kedua, melakukan fleksibilitas layanan dengan memberikan tarif murah. Berikutnya ketiga, pemberian grace period. Keempat, fokus kepada koperasi sektor riil di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.

Sementara yang kelima, melakukan pengembangan skema venture approach untuk mendorong koperasi di bidang pangan atau berbasis ekspor, dan optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multiplier effect.

Strategi dan kebijakan tersebut dirancang untuk melindungi dan memulihkan UMKM di tengah pandemi Covid-19 melalui wadah koperasi.

“Saat ini negara sedang menghadapi pandemi yang berdampak besar terhadap perlambatan ekonomi, sehingga LPDB-KUMKM diminta hadir menjadi salah satu buffer ekonomi dengan tetap berkomitmen menyalurkan target Rp 1,8 triliun dana bergulir di tahun 2022,” tandasnya. [DNU]

]]> Hingga awal tahun ini, Indonesia masih menghadapi dampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor ekonomi. Koperasi dan UMKM di Indonesia masih membutuhkan uluran tangan pemerintah.

Salah satunya, permodalan dari LPDB-KUMKM yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam membantu meningkatkan perekonomian di daerah.

“LPDB-KUMKM terus mengupayakan dukungan permodalan bagi koperasi dan UMKM agar terus bertahan menghadapi pandemi Covid-19,” ujar Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, Rabu (12/1).

Upaya itu, dilakukan melalui lima strategi percepatan penyaluran permodalan untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

Strategi pertama, perluasan penyaluran melalui komunitas. Kedua, melakukan fleksibilitas layanan dengan memberikan tarif murah. Berikutnya ketiga, pemberian grace period. Keempat, fokus kepada koperasi sektor riil di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.

Sementara yang kelima, melakukan pengembangan skema venture approach untuk mendorong koperasi di bidang pangan atau berbasis ekspor, dan optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multiplier effect.

Strategi dan kebijakan tersebut dirancang untuk melindungi dan memulihkan UMKM di tengah pandemi Covid-19 melalui wadah koperasi.

“Saat ini negara sedang menghadapi pandemi yang berdampak besar terhadap perlambatan ekonomi, sehingga LPDB-KUMKM diminta hadir menjadi salah satu buffer ekonomi dengan tetap berkomitmen menyalurkan target Rp 1,8 triliun dana bergulir di tahun 2022,” tandasnya. [DNU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories