Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah OJK Resmikan Dua BWM Di Surakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan dua Bank Wakaf Mikro (BWM) di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (7/3). Hal itu merupakan wujud dukungan program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha mikro.

Dijelaskan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, BWM didirikan untuk bisa mendorong ekonomi masyarakat di sekitar pesantren dengan konsep yang sangat sederhana. Namun sangat memudahkan untuk peningkatan usaha mikro di sekitar pesantren. “Kami akan terus perkuat manfaat BWM ini dengan pembinaan-pembinaan sehingga bisa menaikkan para pengusaha mikro ini ke kelas yang lebih tinggi,” kata Wimboh, dikutip dari siaran pers, Minggu (7/3).

Pembinaan BWM, kata Wimboh, telah menggunakan teknologi informasi dalam pelaksanaan program serta pelayanan BWM. Terutama untuk aktivitas bisnis dan operasional BWM. “Kami juga sudah siapkan marketplace untuk produk-produk dari BWM ini website melalui umkmmu.co.id, sehingga lebih luas lagi pemasarannya,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, keberadaan BWM di Surakarta akan mendukung program pemulihan ekonomi yang sedang dipercepat di kota tersebut. “Kami sedang menghadapi masa-masa sulit, tapi ada peluang untuk bangkit, salah satunya dengan BWM ini. Melalui BWM, proses pemulihan ekonomi di Solo bisa dipercepat. Dan saya yakin Solo akan segera bangkit dari pandemi,” ujarnya.

Gibran menambahkan, hingga saat ini telah berdiri 60 BWM dengan kumulatif penerima manfaat sebanyak 41.436 nasabah dan total pembiayaan Rp 60,6 miliar. Adapun BWM Al Muayyad dan Al Mushoffa yang baru diresmikan itu, merupakan dua dari empat BWM baru yang diproses selama masa pandemi Covid–19.

Keistimewaan dari Bank Wakaf Mikro terletak pada proses pendampingannya, karena nasabah yang dikelompokkan akan rutin mendapat pelatihan dan pendampingan, dengan pola pembiayaan tanggung renteng. [EFI]

]]> Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan dua Bank Wakaf Mikro (BWM) di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (7/3). Hal itu merupakan wujud dukungan program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha mikro.

Dijelaskan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, BWM didirikan untuk bisa mendorong ekonomi masyarakat di sekitar pesantren dengan konsep yang sangat sederhana. Namun sangat memudahkan untuk peningkatan usaha mikro di sekitar pesantren. “Kami akan terus perkuat manfaat BWM ini dengan pembinaan-pembinaan sehingga bisa menaikkan para pengusaha mikro ini ke kelas yang lebih tinggi,” kata Wimboh, dikutip dari siaran pers, Minggu (7/3).

Pembinaan BWM, kata Wimboh, telah menggunakan teknologi informasi dalam pelaksanaan program serta pelayanan BWM. Terutama untuk aktivitas bisnis dan operasional BWM. “Kami juga sudah siapkan marketplace untuk produk-produk dari BWM ini website melalui umkmmu.co.id, sehingga lebih luas lagi pemasarannya,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, keberadaan BWM di Surakarta akan mendukung program pemulihan ekonomi yang sedang dipercepat di kota tersebut. “Kami sedang menghadapi masa-masa sulit, tapi ada peluang untuk bangkit, salah satunya dengan BWM ini. Melalui BWM, proses pemulihan ekonomi di Solo bisa dipercepat. Dan saya yakin Solo akan segera bangkit dari pandemi,” ujarnya.

Gibran menambahkan, hingga saat ini telah berdiri 60 BWM dengan kumulatif penerima manfaat sebanyak 41.436 nasabah dan total pembiayaan Rp 60,6 miliar. Adapun BWM Al Muayyad dan Al Mushoffa yang baru diresmikan itu, merupakan dua dari empat BWM baru yang diproses selama masa pandemi Covid–19.

Keistimewaan dari Bank Wakaf Mikro terletak pada proses pendampingannya, karena nasabah yang dikelompokkan akan rutin mendapat pelatihan dan pendampingan, dengan pola pembiayaan tanggung renteng. [EFI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories