Percepat Kedaulatan Energi, PGN Siapkan 7 Program Gasifikasi Nasional

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk sebagai bagian dari subholding gas Pertamina bakal meluncurkan 7 Program Gasifikasi Nasional.

Program ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam upaya melanjutkan pengembangan infrastruktur pemanfaatan gas bumi.

Direktur Utama PGN Suko Hartono mengungkapkan pihaknya ingin membantu percepatan kedaulatan energi. Salah satunya dengan memperkuat peran subholding gas lewat Program Gasifikasi Nasional atau disebut Sapta PGN.

“Ada 7 Program Sapta PGN (Program Gasifikasi Nasional) yang sudah kami siapkan,” kata Suko, di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Skenario itu bakal memperkuat kinerja operasional dan sebagai langkah menuju aggregator gas nasional. Adapun, tujuh program sapta PGN terdiri dari:

1. PGN Sayang Ibu, untuk melayani kebutuhan gas bumi rumah tangga.

2. PGN Mendukung Industri Khusus, untuk melayani kebutuhan gas bumi industri strategis.

3. PGN Untuk Listrik Murah, melayani kebutuhan sektor kelistrikan.

4. PGN Retail dan Industri Umum, untuk melayani kebutuhan komersial dan industri umum.

5. PGN Sektor Maritim, untuk melayani kebutuhan transportasi laut.

6. PGN Sektor Darat, untuk melayani kebutuhan transportasi darat.

7. PGN Masuk Desa, untuk mendukung program energi bersih terbarukan dan ramah lingkungan.

Dengan ketujuh program tersebut, PGN berharap dapat masuk ke berbagai lapisan masyarakat di berbagai wiayah.

“Agar gas bumi tidak hanya sebagai komoditas, namun juga sebagai nilai tambah pada pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan multiplier effect dari pemanfaatan gas sektor hilir,” katanya

Suko mengatakan, pihaknya juga berencana merambah sektor petrokimia berbasis pemanfaatan gas bumi.

Perusahaan bakal menyuplai gas bumi atau LNG kepada perusahaan petrokimia dan methanol berskala nasional dan global.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong nilai tambah dan manfaat gas bumi untuk meningkatkan valuasi keekonomian.

“7 Program Sapta PGN plus Going Global, bagaimana kami tidak hanya bermain di domestik tapi juga keluar. Karena kami punya forto folio bisnis LNG,” imbuhnya.

PGN Subholding Gas juga disiapkan untuk mendukung Program RDMP Kilang sebagai proyek Strategis Nasional. Serta mengembangan infrastruktur untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi dan membantu upaya pengurangan energi impor.

“PGN sendiri tengah mengupayakan agar mampu melaksanakan integrasi infrastruktur gas untuk ketahanan pasokan, efisiensi dan tingkat layanan ke seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Berdasarkan portofolio yang dimiliki saat ini dan rencana ke depan, PGN bakal fokus menjalankan perannya mengelola bisnis niaga gas domestik.

Dengan begitu, perusahaan bisa menjadi agregator gas bumi nasional. PGN sebagai subholding gas saat ini mengelola infrastruktur gas bumi secara terintegrasi dengan melaksanakan seluruh proses bisnis hilir gas bumi.

Mulai dari pengadaan pasokan gas bumi dari sumber domestik maupun internasional, dan disalurkan kepada seluruh segmen pengguna akhir rumah tangga, pelanggan kecil, transporasi (SPBG), pelanggan kecil, komersial, industri dan pembangkit listrik. [FAZ]

]]> PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk sebagai bagian dari subholding gas Pertamina bakal meluncurkan 7 Program Gasifikasi Nasional.

Program ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam upaya melanjutkan pengembangan infrastruktur pemanfaatan gas bumi.

Direktur Utama PGN Suko Hartono mengungkapkan pihaknya ingin membantu percepatan kedaulatan energi. Salah satunya dengan memperkuat peran subholding gas lewat Program Gasifikasi Nasional atau disebut Sapta PGN.

“Ada 7 Program Sapta PGN (Program Gasifikasi Nasional) yang sudah kami siapkan,” kata Suko, di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Skenario itu bakal memperkuat kinerja operasional dan sebagai langkah menuju aggregator gas nasional. Adapun, tujuh program sapta PGN terdiri dari:

1. PGN Sayang Ibu, untuk melayani kebutuhan gas bumi rumah tangga.

2. PGN Mendukung Industri Khusus, untuk melayani kebutuhan gas bumi industri strategis.

3. PGN Untuk Listrik Murah, melayani kebutuhan sektor kelistrikan.

4. PGN Retail dan Industri Umum, untuk melayani kebutuhan komersial dan industri umum.

5. PGN Sektor Maritim, untuk melayani kebutuhan transportasi laut.

6. PGN Sektor Darat, untuk melayani kebutuhan transportasi darat.

7. PGN Masuk Desa, untuk mendukung program energi bersih terbarukan dan ramah lingkungan.

Dengan ketujuh program tersebut, PGN berharap dapat masuk ke berbagai lapisan masyarakat di berbagai wiayah.

“Agar gas bumi tidak hanya sebagai komoditas, namun juga sebagai nilai tambah pada pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan multiplier effect dari pemanfaatan gas sektor hilir,” katanya

Suko mengatakan, pihaknya juga berencana merambah sektor petrokimia berbasis pemanfaatan gas bumi.

Perusahaan bakal menyuplai gas bumi atau LNG kepada perusahaan petrokimia dan methanol berskala nasional dan global.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong nilai tambah dan manfaat gas bumi untuk meningkatkan valuasi keekonomian.

“7 Program Sapta PGN plus Going Global, bagaimana kami tidak hanya bermain di domestik tapi juga keluar. Karena kami punya forto folio bisnis LNG,” imbuhnya.

PGN Subholding Gas juga disiapkan untuk mendukung Program RDMP Kilang sebagai proyek Strategis Nasional. Serta mengembangan infrastruktur untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi dan membantu upaya pengurangan energi impor.

“PGN sendiri tengah mengupayakan agar mampu melaksanakan integrasi infrastruktur gas untuk ketahanan pasokan, efisiensi dan tingkat layanan ke seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Berdasarkan portofolio yang dimiliki saat ini dan rencana ke depan, PGN bakal fokus menjalankan perannya mengelola bisnis niaga gas domestik.

Dengan begitu, perusahaan bisa menjadi agregator gas bumi nasional. PGN sebagai subholding gas saat ini mengelola infrastruktur gas bumi secara terintegrasi dengan melaksanakan seluruh proses bisnis hilir gas bumi.

Mulai dari pengadaan pasokan gas bumi dari sumber domestik maupun internasional, dan disalurkan kepada seluruh segmen pengguna akhir rumah tangga, pelanggan kecil, transporasi (SPBG), pelanggan kecil, komersial, industri dan pembangkit listrik. [FAZ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories