Perang Pilpres Makin Panas Anies Paling Sering Diserang

Pilpres masih dua tahun lagi, tapi perangnya sudah mulai terasa. Bahkan makin panas. Dari para bakal Capres yang muncul, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan paling sering diserang.

Ada dua model serangan ke Anies. Yaitu, umum dan spesifik. Yang bersifat umum, biasanya Anies distigmakan sebagai gubernur gagal dan tidak bisa bekerja. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, dituduh tidak punya prestasi. Jakarta dianggap amburadul selama dipimpinnya. Semua penghargaan yang diterima Anies dibilang rekayasa.

Seluruh kebijakan Anies terus dicari celahnya untuk dijadikan sasaran serangan. Misalnya, Pulau Reklamasi disegel Anies. Penyegelan yang dilakukan Anies dituding cuma pencitraan saja.

Anies juga diserang soal Formula E. Gagal interpelasi di DPRD, ada yang datang ke lokasi untuk mencari gerombolan kambing. Semua itu dianggap salah satu cara ampuh untuk menjegal Anies di Pilpres 2024.

Sedangkan serangan bersifat spesifik, Anies dibilang kadrun karena masih ada keturunan Timur Tengah. Dia juga dicap radikal, bahkan disebut syiah. Hal itu bisa dilihat dari unggahan akun Instagram @Volt_Cyber.

“Kali ini saya akan bahas @aniesbaswedan yang merupakan orang syiah dari hasil investigasi cyber saya dan beberapa media telah saya temukan bahwa AB orang syiah yang menjelma sebagai Ahlussunah wal Jamaah. Manusia satu ini telah membohongi kita semua!!,” tulis Volt_Cyber melalui akun instagram @volt_cyber, Jumat (6/5).

Serangan terbaru kepada Anies dilakukan oleh Politisi PDIP Ruhut Sitompul di akun Twitter-nya @ruhutsitompul. Dia pakai gambar beberapa orang naik sepeda motor, kemudian diedit dengan tulisan ‘Haram Dukung Anies Baswedan’.

Ruhut juga menuliskan gerakan haram mendukung mantan rektor Universitas Paramadina itu, akan menguat pada Pilpres 2024. “Ngeri kali, kata anak Medan ini sih ngeri-ngeri sedap, hey kalian tolong ya Pilpres masih 2 1/2 tahun lagi, mohon sabar ya duduk diboncengan masing-masing pasti nanti Indah pada waktunya. Merdeka,” tulis Ruhut.

Ruhut juga menilai tidak akan ada partai yang mau mengusung Anies. “Kalau ada partai yang mendukung terpaksa dia buang garam ke laut, nggak akan terpilih, percaya sama saya,” beber mantan Anggota Komisi III DPR itu.

Karenanya, tegas dia, Anies tidak usah bermimpi menjadi presiden. “Jadi, sudah tidak ada yang mau dia, apalagi jadi pimpinan nasional,” imbuhnya.

Tidak sampai disitu, Ruhut juga menyerang Anies dengan beraroma rasis. Dia unggah foto Anies telanjang dan hanya mengenakan koteka khas Papua. Di foto tersebut, Anies tersenyum dengan latar belakang pepohonan. Dalam keterangannya, Ruhut menganggap hal ini sebagai lelucon.

 

“Ha ha ha kata orang Betawi usaha ngeri kali, sip deh,” ledek Ruhut.

Selain lewat medsos, serangan ke Anies juga masif di dunia nyata. PDIP dan PSI, partai langganan yang menyerang Anies. Topik serangannya macam-macam. Teranyar, soal penamaan Jakarta International Stadium (JIS) dan kunjungan kerja Anies ke Eropa.

Lalu bagaimana tanggapan loyalis Anies? Geisz Chalifah menyebut, serangan terhadap Anies merupakan bentuk kepanikan. Mereka minim pengetahuan menandingi prestasi Anies. Karena itu, caranya cuma menyerang Anies dengan gaya macam-macam, bahkan menjurus ke ranah pidana.

“Jadi, ketika tidak mampu berkompetisi dengan orang lain, maka yang dilakukan adalah membangun image negatif tentang orang itu,” ujar Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol itu, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin.

Kendati demikian, Geisz dan pendukung Anies tetap tenang. Tidak ikut-ikutan aneh. Apalagi menyerang balik pihak-pihak yang lebih dulu menyerang Anies.

“Nggak usah diserang balik. Biarkan saja mereka dengan masalah sakit jiwanya. Masa kita mau counter orang sakit jiwa, kan tidak mungkin,” pekik pria berkepala plontos itu.

Geisz menduga, pihak-pihak tersebut memahami Anies sangat berbahaya jika nyapres. Juga, Geisz meyakini mereka memiliki survei internal yang hasilnya menguntungkan Anies.

Terpisah, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menduga, lawan Anies mafhum yang akan dihadapinya di 2024. Makanya, wajar kalau Anies dihajar dan digembosi.

“Jadi, jangan heran dan jangan aneh jika Anies akan jadi sasaran serangan bagi lawan-lawan politiknya. Konsekuensi ingin jadi capres itu,” pungkas Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [UMM]

]]> Pilpres masih dua tahun lagi, tapi perangnya sudah mulai terasa. Bahkan makin panas. Dari para bakal Capres yang muncul, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan paling sering diserang.

Ada dua model serangan ke Anies. Yaitu, umum dan spesifik. Yang bersifat umum, biasanya Anies distigmakan sebagai gubernur gagal dan tidak bisa bekerja. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, dituduh tidak punya prestasi. Jakarta dianggap amburadul selama dipimpinnya. Semua penghargaan yang diterima Anies dibilang rekayasa.

Seluruh kebijakan Anies terus dicari celahnya untuk dijadikan sasaran serangan. Misalnya, Pulau Reklamasi disegel Anies. Penyegelan yang dilakukan Anies dituding cuma pencitraan saja.

Anies juga diserang soal Formula E. Gagal interpelasi di DPRD, ada yang datang ke lokasi untuk mencari gerombolan kambing. Semua itu dianggap salah satu cara ampuh untuk menjegal Anies di Pilpres 2024.

Sedangkan serangan bersifat spesifik, Anies dibilang kadrun karena masih ada keturunan Timur Tengah. Dia juga dicap radikal, bahkan disebut syiah. Hal itu bisa dilihat dari unggahan akun Instagram @Volt_Cyber.

“Kali ini saya akan bahas @aniesbaswedan yang merupakan orang syiah dari hasil investigasi cyber saya dan beberapa media telah saya temukan bahwa AB orang syiah yang menjelma sebagai Ahlussunah wal Jamaah. Manusia satu ini telah membohongi kita semua!!,” tulis Volt_Cyber melalui akun instagram @volt_cyber, Jumat (6/5).

Serangan terbaru kepada Anies dilakukan oleh Politisi PDIP Ruhut Sitompul di akun Twitter-nya @ruhutsitompul. Dia pakai gambar beberapa orang naik sepeda motor, kemudian diedit dengan tulisan ‘Haram Dukung Anies Baswedan’.

Ruhut juga menuliskan gerakan haram mendukung mantan rektor Universitas Paramadina itu, akan menguat pada Pilpres 2024. “Ngeri kali, kata anak Medan ini sih ngeri-ngeri sedap, hey kalian tolong ya Pilpres masih 2 1/2 tahun lagi, mohon sabar ya duduk diboncengan masing-masing pasti nanti Indah pada waktunya. Merdeka,” tulis Ruhut.

Ruhut juga menilai tidak akan ada partai yang mau mengusung Anies. “Kalau ada partai yang mendukung terpaksa dia buang garam ke laut, nggak akan terpilih, percaya sama saya,” beber mantan Anggota Komisi III DPR itu.

Karenanya, tegas dia, Anies tidak usah bermimpi menjadi presiden. “Jadi, sudah tidak ada yang mau dia, apalagi jadi pimpinan nasional,” imbuhnya.

Tidak sampai disitu, Ruhut juga menyerang Anies dengan beraroma rasis. Dia unggah foto Anies telanjang dan hanya mengenakan koteka khas Papua. Di foto tersebut, Anies tersenyum dengan latar belakang pepohonan. Dalam keterangannya, Ruhut menganggap hal ini sebagai lelucon.

 

“Ha ha ha kata orang Betawi usaha ngeri kali, sip deh,” ledek Ruhut.

Selain lewat medsos, serangan ke Anies juga masif di dunia nyata. PDIP dan PSI, partai langganan yang menyerang Anies. Topik serangannya macam-macam. Teranyar, soal penamaan Jakarta International Stadium (JIS) dan kunjungan kerja Anies ke Eropa.

Lalu bagaimana tanggapan loyalis Anies? Geisz Chalifah menyebut, serangan terhadap Anies merupakan bentuk kepanikan. Mereka minim pengetahuan menandingi prestasi Anies. Karena itu, caranya cuma menyerang Anies dengan gaya macam-macam, bahkan menjurus ke ranah pidana.

“Jadi, ketika tidak mampu berkompetisi dengan orang lain, maka yang dilakukan adalah membangun image negatif tentang orang itu,” ujar Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol itu, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin.

Kendati demikian, Geisz dan pendukung Anies tetap tenang. Tidak ikut-ikutan aneh. Apalagi menyerang balik pihak-pihak yang lebih dulu menyerang Anies.

“Nggak usah diserang balik. Biarkan saja mereka dengan masalah sakit jiwanya. Masa kita mau counter orang sakit jiwa, kan tidak mungkin,” pekik pria berkepala plontos itu.

Geisz menduga, pihak-pihak tersebut memahami Anies sangat berbahaya jika nyapres. Juga, Geisz meyakini mereka memiliki survei internal yang hasilnya menguntungkan Anies.

Terpisah, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menduga, lawan Anies mafhum yang akan dihadapinya di 2024. Makanya, wajar kalau Anies dihajar dan digembosi.

“Jadi, jangan heran dan jangan aneh jika Anies akan jadi sasaran serangan bagi lawan-lawan politiknya. Konsekuensi ingin jadi capres itu,” pungkas Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories