Perang Lawan Corona BIN Gandeng Kemenkumham Vaksinasi Anak 6-11 Tahun

Didampingi orangtuanya, puluhan anak bergiliran masuk ke ruang vaksinasi anak di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/1) pagi.

Mereka tampak riang. Sambil berjejer antri, mereka mencuci tangan lalu masuk ke tenda pendaftaran untuk selanjutnya melakukan proses untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang digelar Kemenkumham berkerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Andra, salah satu peserta vaksin mengaku senang. Sebab dia akhirnya bisa divaksin. “Kemarin pas vaksin di sekolah, aku pas lagi kurang sehat. Jadi baru bisa sekarang,” kata anak berusia 9 tahun ini di lokasi.

Siswa kelas 3 SD ini mengaku tidak takut disuntik. Malahan, ia sudah menunggu cukup lama untuk bisa disuntik vaksin Covid-19. “Untung di sini (Kemenkumham) ada,” ujarnya.

Koordinator Medical Inteligence and Mobile Laboratory BIN Budi Santoso mengatakan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini sesuai arahan Presiden Jokowi dan Kepala BIN untuk mempercepat vaksinasi. Selain itu, digelar untuk membekali anak-anak menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai diselenggarakan sejak 3 Januari kemarin.

Dalam kegiatan vaksinasi ini, BIN menurunkan 35 tenaga medis. Terdiri dari dokter, perawat, analis dan pendukung lainnya. Budi Santoso punmenjelaskan alur proses vaksinasi ini. Usai melakukan pendaftaran, swab antigen, skrining, vaksinasi dan edukasi. “Swab antigen untuk menghindari orang positif Covid-19, divaksin,” ujarnya.

BIN juga menyediakan satu unit mobil laboratorium yang sudah safety level (SL) 2 dan standarisasi WHO. Mobil laboratorium ini untuk mengolah sampel. C “Kita bisa mengolah sampel kurang lebih 8 sampai 10 jam melalui mobil lab ini,” ungkapnya.

Seandainya dari swab antigen itu ada yang positif, maka akan dilaksanan swab PCR, termasuk orang tuanya. Jika hasil swab negatif, maka anak bisa melaksanakan vaksin lalu diberikan edukasi.

Setelah 15 menit baru diperbolehkan pulang ke rumah. Jika usai disuntik vaksin anak mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), maka sudah disiapkan ruangan khusus.

“Ruangan itu semacam ICU. Kamu juga bawa satu unit ambulan lengkap, seandainya tidak bisa ditangani, langsung dibawa ke rumah sakit rujukan,” tutur Budi Santoso.

Anak yang sudah divaksin, akan kembali mendapatkan vaksin kedua setelah 28 hari ke depan. Vaksin pertama Sinovac, nanti kedua juga Sinovac. Dalam kegiatan ini, ada 150 anak yang divaksin. Anak tersebut berasal dari lingkungan sekitar dan pegawai atau ASN di Kemenkumham.

Meski sudah divaksin, Budi Santoso mengimbau agar para orangtua tetap menerapkan Protokol Kesehatan¬†(Prokes). “Orangtua harus mengingatkan anaknya untuk selalu mencuci cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” imbaunya.

Dia menambahkan, kegiatan pemberian Vaksinasi Covid-19 akan terus diupayakan oleh BIN di berbagai wilayah. Langkah ini agar mempercepat penanganan pandemi dan melindungi masyarakat dari ancaman virus Covid-19.

“Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan, agar masyarakat yang tervaksinasi terus bertambah dan akan mempercepat penanganan pandemi,” tutupnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkumham Komjen. Pol. Andap Budhi Revianto mengapresiasi vaksinasi yang difasilitasi BIN ini. “Kami atas nama Kemenkumham mengucapkan terima kasih kepada kepala dan jajaran BIN yang telah menggelar vaksinasi secara massal bagi anak usia 6-11 tahun, putra-putri ASN, PPNBM, termasuk masyarakat di sekitar kantor Kuningan ini,” ujarnya.

Kegiatan yang seluruhnya difasilitasi oleh BIN ini juga dalam rangka hari Bhakti Imigrasi ke-72. “Sebagaimana tata nilai yang digagas oleh menteri, di situ ada sinergitas lembaga negara, dalam hal ini Badan Intelijen Negara,” sambungnya.

Andap pun memohon doa restu agar imigrasi sehat dan semakin produktif. “Semoga Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia semakin PASTI: profesional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif,” tandasnya. [DRS]

]]> Didampingi orangtuanya, puluhan anak bergiliran masuk ke ruang vaksinasi anak di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/1) pagi.

Mereka tampak riang. Sambil berjejer antri, mereka mencuci tangan lalu masuk ke tenda pendaftaran untuk selanjutnya melakukan proses untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang digelar Kemenkumham berkerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Andra, salah satu peserta vaksin mengaku senang. Sebab dia akhirnya bisa divaksin. “Kemarin pas vaksin di sekolah, aku pas lagi kurang sehat. Jadi baru bisa sekarang,” kata anak berusia 9 tahun ini di lokasi.

Siswa kelas 3 SD ini mengaku tidak takut disuntik. Malahan, ia sudah menunggu cukup lama untuk bisa disuntik vaksin Covid-19. “Untung di sini (Kemenkumham) ada,” ujarnya.

Koordinator Medical Inteligence and Mobile Laboratory BIN Budi Santoso mengatakan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini sesuai arahan Presiden Jokowi dan Kepala BIN untuk mempercepat vaksinasi. Selain itu, digelar untuk membekali anak-anak menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai diselenggarakan sejak 3 Januari kemarin.

Dalam kegiatan vaksinasi ini, BIN menurunkan 35 tenaga medis. Terdiri dari dokter, perawat, analis dan pendukung lainnya. Budi Santoso punmenjelaskan alur proses vaksinasi ini. Usai melakukan pendaftaran, swab antigen, skrining, vaksinasi dan edukasi. “Swab antigen untuk menghindari orang positif Covid-19, divaksin,” ujarnya.

BIN juga menyediakan satu unit mobil laboratorium yang sudah safety level (SL) 2 dan standarisasi WHO. Mobil laboratorium ini untuk mengolah sampel. C “Kita bisa mengolah sampel kurang lebih 8 sampai 10 jam melalui mobil lab ini,” ungkapnya.

Seandainya dari swab antigen itu ada yang positif, maka akan dilaksanan swab PCR, termasuk orang tuanya. Jika hasil swab negatif, maka anak bisa melaksanakan vaksin lalu diberikan edukasi.

Setelah 15 menit baru diperbolehkan pulang ke rumah. Jika usai disuntik vaksin anak mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), maka sudah disiapkan ruangan khusus.

“Ruangan itu semacam ICU. Kamu juga bawa satu unit ambulan lengkap, seandainya tidak bisa ditangani, langsung dibawa ke rumah sakit rujukan,” tutur Budi Santoso.

Anak yang sudah divaksin, akan kembali mendapatkan vaksin kedua setelah 28 hari ke depan. Vaksin pertama Sinovac, nanti kedua juga Sinovac. Dalam kegiatan ini, ada 150 anak yang divaksin. Anak tersebut berasal dari lingkungan sekitar dan pegawai atau ASN di Kemenkumham.

Meski sudah divaksin, Budi Santoso mengimbau agar para orangtua tetap menerapkan Protokol Kesehatan¬†(Prokes). “Orangtua harus mengingatkan anaknya untuk selalu mencuci cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” imbaunya.

Dia menambahkan, kegiatan pemberian Vaksinasi Covid-19 akan terus diupayakan oleh BIN di berbagai wilayah. Langkah ini agar mempercepat penanganan pandemi dan melindungi masyarakat dari ancaman virus Covid-19.

“Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan, agar masyarakat yang tervaksinasi terus bertambah dan akan mempercepat penanganan pandemi,” tutupnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkumham Komjen. Pol. Andap Budhi Revianto mengapresiasi vaksinasi yang difasilitasi BIN ini. “Kami atas nama Kemenkumham mengucapkan terima kasih kepada kepala dan jajaran BIN yang telah menggelar vaksinasi secara massal bagi anak usia 6-11 tahun, putra-putri ASN, PPNBM, termasuk masyarakat di sekitar kantor Kuningan ini,” ujarnya.

Kegiatan yang seluruhnya difasilitasi oleh BIN ini juga dalam rangka hari Bhakti Imigrasi ke-72. “Sebagaimana tata nilai yang digagas oleh menteri, di situ ada sinergitas lembaga negara, dalam hal ini Badan Intelijen Negara,” sambungnya.

Andap pun memohon doa restu agar imigrasi sehat dan semakin produktif. “Semoga Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia semakin PASTI: profesional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif,” tandasnya. [DRS]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories