Penyidikan Kasus Asabri Kejagung Sebar Tim Cari Aset Tersangka

Kejaksaan Agung menyebar tim ke berbagai daerah untuk mencari dan menyita aset para tersangka kasus korupsi Asabri.

“Ada tiga tim khusus yang disebar ke berbagai wilayah untuk mengidentifikasi aset-aset tersangka,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Ali Mukartono.

Dia tak menyebutkan, daerah mana saja yang disasar tim khusus tersebut. Disampaikan, aset-aset yang disembunyikan tersangka diduga berada di dalam maupun di luar negeri. Berdasarkan laporan sementara, tim memberi masukan soal lahan di wilayah Kalimantan.

Ali tak menyebut secara gamblang, luasan lahan maupun tersangka pemilik aset tersebut. Diduga, lahan itu milik tersangka bos PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi yang disiapkan untuk pembangunan perumahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebagai diketahui, Lukman melalui holding PT Prima Jaringan yakni PT Eureka Prima Jakarta TBK (LCGP) membatalkanrencana korporasi membangunperumahan prajurit TNI/Polri di wilayah Banjarmasin. Pembatalan pembangunan proyek di atas lahanmilik PT Prima Jaringan tersebut disampaikan Hervian Taher, Sekretaris Perusahaan LCGP lewat lembar paparan publik pada 31 Agustus 2020.

Alasan penundaan karena wabah pendemi Covid-19. LCGP pun memutuskan mengalihkan fokus pekerjaan pada rencana pembangunan perumahan prajurit TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Banten.

Ali masih merahasiakan aset tersangka Asabri di wilayah Kalimantan yang disita jajarannya.“Tunggu. Biar penyidik menyelesaikan penyitaan aset lebih dulu. Nanti pasti akan disampaikan perkembanganya,” katanya.

 

Demikian pula soal identifikasi aset tersangka lain yang diduga berbentuk lahan sawit di kawasan Bulungan, Kalimantan Timur. Dia juga menolak memberi tanggapan soal pelibatan Divisi Hukum (Divkum) TNI Angkatan Darat (AD) dalam pendampingan tersangka mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Purnawirawan) Adam R Damiri. Termasuk, saat dimintai keterangan apakah penelusuran aset-aset tersangka berkaitan dengan aset milik TNI.

Disampaikan, pihaknya sudah memerintahkan penyidik bergerak cepat dalam penyitaan aset yang disembunyikan tersangka di wilayah Kalimantan. Hal itu dilakukan agar aset tidak bergeser ke lokasi lain.

Selebihnya dalam pengembangan perkara korupsi Asabri, Kejagung kembali membidik keterlibatan Ketua Kerjasama Operasi (KSO) Regency Karunia Metropolitan Kuningan Property, Tan Kian. Untuk kali ketiga, kemarin Tan Kian diperiksa dalam kapasitas saksi perkara korupsi PT Asabri.

Pemeriksaan pemilik Pacific Place itu berhubungan dengan agenda penyitaan aset tersangka pemilik PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro alias Bentjok. Diketahui, aset lahan milik Bentjok kini didirikan apartemen dan pusat bisnis oleh Tan Kian.

Selain Tan Kian, Kejagung juga menggarap saksi-saksi seperti Komisaris PT Wimofa Internasional Investment, Harjani Prem Ramchand, Direktur PT Sugih Energi Tbk, Andhika Anindyaguna, Direktur Mirae Asset Securitas Arisandhi Indrowisatio, Direktur MNC Sekuritas Adandri Adya, dan Direktur Complience Mandiri Sekuritas RM Omar Yusuf.

“Para saksi diperiksa untuk mendalami pola investasi dana milik PT Asabri. Baik yang pengelolaan investasinya dilakukan secara langsung, maupun melalui sejumlah perusahaan manajer investasi uang ditunjuk para tersangka,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer. [GPG]

]]> Kejaksaan Agung menyebar tim ke berbagai daerah untuk mencari dan menyita aset para tersangka kasus korupsi Asabri.

“Ada tiga tim khusus yang disebar ke berbagai wilayah untuk mengidentifikasi aset-aset tersangka,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Ali Mukartono.

Dia tak menyebutkan, daerah mana saja yang disasar tim khusus tersebut. Disampaikan, aset-aset yang disembunyikan tersangka diduga berada di dalam maupun di luar negeri. Berdasarkan laporan sementara, tim memberi masukan soal lahan di wilayah Kalimantan.

Ali tak menyebut secara gamblang, luasan lahan maupun tersangka pemilik aset tersebut. Diduga, lahan itu milik tersangka bos PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi yang disiapkan untuk pembangunan perumahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebagai diketahui, Lukman melalui holding PT Prima Jaringan yakni PT Eureka Prima Jakarta TBK (LCGP) membatalkanrencana korporasi membangunperumahan prajurit TNI/Polri di wilayah Banjarmasin. Pembatalan pembangunan proyek di atas lahanmilik PT Prima Jaringan tersebut disampaikan Hervian Taher, Sekretaris Perusahaan LCGP lewat lembar paparan publik pada 31 Agustus 2020.

Alasan penundaan karena wabah pendemi Covid-19. LCGP pun memutuskan mengalihkan fokus pekerjaan pada rencana pembangunan perumahan prajurit TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Banten.

Ali masih merahasiakan aset tersangka Asabri di wilayah Kalimantan yang disita jajarannya.“Tunggu. Biar penyidik menyelesaikan penyitaan aset lebih dulu. Nanti pasti akan disampaikan perkembanganya,” katanya.

 

Demikian pula soal identifikasi aset tersangka lain yang diduga berbentuk lahan sawit di kawasan Bulungan, Kalimantan Timur. Dia juga menolak memberi tanggapan soal pelibatan Divisi Hukum (Divkum) TNI Angkatan Darat (AD) dalam pendampingan tersangka mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Purnawirawan) Adam R Damiri. Termasuk, saat dimintai keterangan apakah penelusuran aset-aset tersangka berkaitan dengan aset milik TNI.

Disampaikan, pihaknya sudah memerintahkan penyidik bergerak cepat dalam penyitaan aset yang disembunyikan tersangka di wilayah Kalimantan. Hal itu dilakukan agar aset tidak bergeser ke lokasi lain.

Selebihnya dalam pengembangan perkara korupsi Asabri, Kejagung kembali membidik keterlibatan Ketua Kerjasama Operasi (KSO) Regency Karunia Metropolitan Kuningan Property, Tan Kian. Untuk kali ketiga, kemarin Tan Kian diperiksa dalam kapasitas saksi perkara korupsi PT Asabri.

Pemeriksaan pemilik Pacific Place itu berhubungan dengan agenda penyitaan aset tersangka pemilik PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro alias Bentjok. Diketahui, aset lahan milik Bentjok kini didirikan apartemen dan pusat bisnis oleh Tan Kian.

Selain Tan Kian, Kejagung juga menggarap saksi-saksi seperti Komisaris PT Wimofa Internasional Investment, Harjani Prem Ramchand, Direktur PT Sugih Energi Tbk, Andhika Anindyaguna, Direktur Mirae Asset Securitas Arisandhi Indrowisatio, Direktur MNC Sekuritas Adandri Adya, dan Direktur Complience Mandiri Sekuritas RM Omar Yusuf.

“Para saksi diperiksa untuk mendalami pola investasi dana milik PT Asabri. Baik yang pengelolaan investasinya dilakukan secara langsung, maupun melalui sejumlah perusahaan manajer investasi uang ditunjuk para tersangka,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer. [GPG]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories