Penyidik KPK Dalami Perusahaan Yang Ditunjuk Khusus Jadi Vendor Proyek Bansos

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami beberapa perusahaan yang khusus dipilih sebagai vendor proyek pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jabodetabek.

Hal ini didalami penyidik dari dua saksi yang digarap hari ini. Keduanya adalah Edwyn dan Imam, yang merupakan pegawai swasta. Edwyn dan Imam digarap sebagai saksi untuk tersangka eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dan kawan-kawan.

“Kedua saksi didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya beberapa perusahaan sebagai vendor yang khusus dipilih untuk turut mengerjakan proyek Bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Kemensos RI,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Kamis (4/3).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka. Kelimanya yakni Mensos Juliari, dua PPK program bansos Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta pihak swasta rekanan yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke. Dua nama terakhir kini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Juliari disebut menerima uang fee dari rekanan dari proyek bansos sembako. Fee disepakati sejumlah Rp 10 ribu dari setiap paket bansos yang bernilai Rp 300 ribu.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama, terkumpul fee senilai Rp 12 miliar. Matheus kemudian membaginya secara tunai ke Juliari senilai Rp 8,2 miliar. Uang tersebut kemudian dikelola oleh Eko dan Shelvy N, sekretaris di Kemensos yang juga orang kepercayaan Juliari.

Sementara untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar. Uang total Rp 17 miliar itu digunakan Juliari untuk kepentingan pribadinya. [OKT]

]]> Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami beberapa perusahaan yang khusus dipilih sebagai vendor proyek pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jabodetabek.

Hal ini didalami penyidik dari dua saksi yang digarap hari ini. Keduanya adalah Edwyn dan Imam, yang merupakan pegawai swasta. Edwyn dan Imam digarap sebagai saksi untuk tersangka eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dan kawan-kawan.

“Kedua saksi didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya beberapa perusahaan sebagai vendor yang khusus dipilih untuk turut mengerjakan proyek Bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Kemensos RI,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Kamis (4/3).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka. Kelimanya yakni Mensos Juliari, dua PPK program bansos Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta pihak swasta rekanan yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke. Dua nama terakhir kini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Juliari disebut menerima uang fee dari rekanan dari proyek bansos sembako. Fee disepakati sejumlah Rp 10 ribu dari setiap paket bansos yang bernilai Rp 300 ribu.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama, terkumpul fee senilai Rp 12 miliar. Matheus kemudian membaginya secara tunai ke Juliari senilai Rp 8,2 miliar. Uang tersebut kemudian dikelola oleh Eko dan Shelvy N, sekretaris di Kemensos yang juga orang kepercayaan Juliari.

Sementara untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar. Uang total Rp 17 miliar itu digunakan Juliari untuk kepentingan pribadinya. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories