Pengamat: Entengnya Vonis Nurhadi Dan Mantunya, Bisa Bikin Subur Koruptor

Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari menyesali ringannya vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Feri khawatir, ringannya vonis itu akan membuat ladang koruptor semakin bertambah subur. 

“Tren melemahnya sanksi pidana bagi para pelaku korupsi, biasanya sejalan dengan bangkitnya dominasi para koruptor,” kata Feri kepada RM.id, Sabtu (13/3).

Feri berpendapat, Nurhadi pantas dijatuhi hukuman mati karena bisa mendikte peradilan. “Ini kan artinya Nurhadi punya koneksi dengan peradilan,” ujarnya.

“Sebagai orang yang mampu melakukan jual beli perkara, sanksinya harus lebih berat. Mestinya, bisa hukuman seumur hidup. Sebab, yang dirusak adalah sistem peradilan, tempat orang mencari keadilan,” jelas Feri.

DSeperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta hanya dijatuhkan vonis 6 tahun penjara plus denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan, kepada Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

Padahal, jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan tuntutan 12 tahun bui. [UMM]

]]> Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari menyesali ringannya vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Feri khawatir, ringannya vonis itu akan membuat ladang koruptor semakin bertambah subur. 

“Tren melemahnya sanksi pidana bagi para pelaku korupsi, biasanya sejalan dengan bangkitnya dominasi para koruptor,” kata Feri kepada RM.id, Sabtu (13/3).

Feri berpendapat, Nurhadi pantas dijatuhi hukuman mati karena bisa mendikte peradilan. “Ini kan artinya Nurhadi punya koneksi dengan peradilan,” ujarnya.

“Sebagai orang yang mampu melakukan jual beli perkara, sanksinya harus lebih berat. Mestinya, bisa hukuman seumur hidup. Sebab, yang dirusak adalah sistem peradilan, tempat orang mencari keadilan,” jelas Feri.

DSeperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta hanya dijatuhkan vonis 6 tahun penjara plus denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan, kepada Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

Padahal, jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan tuntutan 12 tahun bui. [UMM]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories