Penderita Autoimun Positif Covid? Simak 5 Poin Penting Ini

Lonjakan Covid-19 yang dipicu oleh penyebaran varian Omicron, kini terus meningkat. Serta dapat menjangkiti siapa pun, tak pandang bulu. Apa yang harus dilakukan bila penyandang reumatik autoimun, lupus, RA, rheumatoid arthritis (RA), sindrom sjogren, ankylosing spondylitis, artritis psoriatik, spondiloatropati dan sebagainya terinfeksi Covid-19?

Berikut saran Ahli Penyakit Dalam Subspesialis Reumatologi yang berpraktek di Siloam Hospital Lippo Village, Tangerang, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR: 

1. Jangan panik

2. Lapor ke dokter yang merawat, bisa konsultasi online, untuk mengatur obat imunosupresan yang sedang Anda gunakan. Apakah harus dihentikan, atau dapat dilanjutkan? Sebab, dokter yang merawat, mengerti detail kondisi medis dan komorbid yang Anda miliki, sehingga bisa memberikan saran lanjutan.

3. Konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat, apakah harus cek darah, pemeriksaan rontgen paru-paru atau CT-scan thoraks. Patuhi anjuran dokter, apakah Anda harus dirawat atau bisa rawat jalan/isolasi mandiri.

4. Ada pasien yang takut mendapatkan obat antivirus, vitamin C, vitamin D, obat batuk pilek, dan antibodi monoklonal yang diresepkan oleh dokter.

“Tidak masalah penyandang reumatik autoimun mendapatkan obat-obat tersebut, asalkan dibawah pengawasan dokter ahli,” ujar dr. Sandra.

5. Terkadang, meskipun covid Anda ringan, namun Anda memiliki banyak komorbid lain selain reumatik autoimun.

Dalam kondisi ini, Anda akan dianjurkan rawat inap karena berisiko mengalami perburukan. Patuhi anjuran dokter.

“Beberapa kali, saya menganjurkan penyandang lupus, RA, atau skleroderma dengan kelainan paru dan jantung kronik untuk dirawat, walau Covid-nya tergolong ringan. Karena mereka memiliki risiko mengalami perburukan dan memerlukan monitoring ketat,” jelas dr. Sandra. [HES]

]]> Lonjakan Covid-19 yang dipicu oleh penyebaran varian Omicron, kini terus meningkat. Serta dapat menjangkiti siapa pun, tak pandang bulu. Apa yang harus dilakukan bila penyandang reumatik autoimun, lupus, RA, rheumatoid arthritis (RA), sindrom sjogren, ankylosing spondylitis, artritis psoriatik, spondiloatropati dan sebagainya terinfeksi Covid-19?

Berikut saran Ahli Penyakit Dalam Subspesialis Reumatologi yang berpraktek di Siloam Hospital Lippo Village, Tangerang, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR: 

1. Jangan panik

2. Lapor ke dokter yang merawat, bisa konsultasi online, untuk mengatur obat imunosupresan yang sedang Anda gunakan. Apakah harus dihentikan, atau dapat dilanjutkan? Sebab, dokter yang merawat, mengerti detail kondisi medis dan komorbid yang Anda miliki, sehingga bisa memberikan saran lanjutan.

3. Konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat, apakah harus cek darah, pemeriksaan rontgen paru-paru atau CT-scan thoraks. Patuhi anjuran dokter, apakah Anda harus dirawat atau bisa rawat jalan/isolasi mandiri.

4. Ada pasien yang takut mendapatkan obat antivirus, vitamin C, vitamin D, obat batuk pilek, dan antibodi monoklonal yang diresepkan oleh dokter.

“Tidak masalah penyandang reumatik autoimun mendapatkan obat-obat tersebut, asalkan dibawah pengawasan dokter ahli,” ujar dr. Sandra.

5. Terkadang, meskipun covid Anda ringan, namun Anda memiliki banyak komorbid lain selain reumatik autoimun.

Dalam kondisi ini, Anda akan dianjurkan rawat inap karena berisiko mengalami perburukan. Patuhi anjuran dokter.

“Beberapa kali, saya menganjurkan penyandang lupus, RA, atau skleroderma dengan kelainan paru dan jantung kronik untuk dirawat, walau Covid-nya tergolong ringan. Karena mereka memiliki risiko mengalami perburukan dan memerlukan monitoring ketat,” jelas dr. Sandra. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories